Kehidupan sehari-hari sekarang memang makin sulit dipisahkan dari kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). 

Mulai dari chatbot, mesin pencari, aplikasi, hingga berbagai layanan digital, semuanya membutuhkan infrastruktur untuk menyimpan dan mengolah data.

Salah satu infrastruktur penting tersebut adalah data center atau pusat data. Namun, di balik perannya yang semakin besar dalam perkembangan teknologi, pembangunan data center juga membutuhkan sumber daya dalam jumlah besar.

Fasilitas ini membutuhkan pasokan listrik yang tinggi, air untuk sistem pendingin, hingga lahan yang cukup luas. Karena itu, sejumlah pemerintah dan masyarakat mulai mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan dan wilayah sekitar.

Mengutip Channel News Asia (CNA), berikut sejumlah negara dan kota yang telah membatasi atau berencana membatasi pembangunan data center.

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Bukan Cuma Hemat Tempat, Ini Alasan Futon Lesehan Populer di Jepang

1. New York, Amerika Serikat

New York menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat yang memberlakukan penghentian sementara pembangunan data center.

Gubernur Kathy Hochul menetapkan moratorium selama satu tahun untuk data center yang membutuhkan listrik sedikitnya 50 megawatt.

Selama aturan tersebut berlaku, pemerintah tidak akan menerbitkan izin baru tertentu untuk pembangunan data center. Pemerintah juga akan menyusun aturan untuk menilai dampak fasilitas tersebut terhadap lingkungan.

2. Maine, Amerika Serikat

Maine sempat merencanakan aturan untuk menghentikan sementara pembangunan data center.

Rancangan aturan tersebut akan menghentikan pembangunan data center yang membutuhkan listrik lebih dari 20 megawatt selama 18 bulan.

Namun, Gubernur Maine Janet Mills kemudian memveto aturan tersebut. Ia menyatakan mendukung penghentian sementara secara prinsip, tetapi keberatan karena rancangan tersebut tidak memberikan pengecualian untuk proyek tertentu di Town of Jay.

3. Monterey Park, California

Bukan hanya pemerintah yang mengambil keputusan. Warga Monterey Park, California, juga ikut menentukan masa depan pembangunan data center di wilayah mereka.

Pada Juni 2026, warga memilih untuk melarang pembangunan data center secara permanen melalui pemungutan suara.

Keputusan tersebut menjadikan Monterey Park sebagai kota pertama di Amerika Serikat yang melarang data center melalui pemungutan suara warga.

4. Amsterdam, Belanda

Amsterdam juga sudah membatasi pembangunan data center sejak beberapa tahun lalu. Pada 2019, pemerintah kota menghentikan sementara pembangunan data center baru selama satu tahun.

Kemudian, pada April 2025, aturannya diperketat. Amsterdam melarang pembangunan data center baru maupun perluasan fasilitas yang sudah ada hingga setidaknya 2030.

Belanda juga memiliki aturan nasional yang membatasi pembangunan data center berukuran sangat besar hanya di lokasi tertentu.

5. Dublin, Irlandia

Dublin pernah membatasi masuknya data center baru karena kebutuhan listrik yang semakin besar.

Sejak 2021, operator jaringan listrik Irlandia secara efektif menghentikan koneksi baru untuk data center di sekitar Dublin.

Pembatasan tersebut kemudian berakhir pada Desember 2025. Kini, data center baru yang ingin mendapatkan koneksi listrik harus memiliki sumber listrik sendiri di lokasi.

6. Australia

Australia belum memberlakukan larangan pembangunan data center. Namun, pemerintahnya sedang menyiapkan aturan baru.

Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan Australia akan membentuk Office of AI yang bertugas mengatur perkembangan teknologi AI.

Aturan yang disiapkan nantinya juga akan mencakup data center berukuran besar, terutama terkait lokasi pembangunan, penggunaan listrik, dan kebutuhan air.

Pemerintah Australia berencana mengajukan aturan tersebut pada awal 2027.

Data Center Jadi Tantangan Baru di Era AI

Data center memang menjadi bagian penting dari perkembangan AI. Semakin banyak layanan AI digunakan, semakin besar pula kebutuhan terhadap fasilitas yang menyimpan dan mengolah data tersebut.

Masalahnya, data center juga membutuhkan sumber daya dalam jumlah besar. Penggunaan listrik, air, dan lahan menjadi beberapa hal yang mulai diperhatikan pemerintah dan masyarakat.

Karena itu, sejumlah wilayah memilih membatasi pembangunan data center sambil menyiapkan aturan agar perkembangan teknologi AI tetap dapat berjalan tanpa menambah beban terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.