ASI eksklusif masih menjadi bagian penting dalam pemenuhan nutrisi bayi pada enam bulan pertama kehidupan.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 68,6 persen bayi usia 0–5 bulan di Indonesia mendapatkan ASI eksklusif.

Sementara itu, proporsi anak usia 6–23 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan tercatat sebesar 55,5 persen.

Artinya, pemberian ASI eksklusif sudah dilakukan oleh sebagian besar ibu, tetapi praktik tersebut belum mencakup seluruh bayi.

ASI Eksklusif

Melansir dari laman Kementrian Kesehatan RI (28 Juni 2024), ASI eksklusif adalah pemberian hanya air susu ibu kepada bayi selama enam bulan pertama kehidupan, tanpa makanan atau minuman lain, termasuk air putih.

Pengecualian diberikan untuk obat, vitamin, mineral, atau cairan rehidrasi oral dalam bentuk yang sesuai kebutuhan medis.

WHO merekomendasikan bayi mulai menyusu dalam satu jam pertama setelah lahir, kemudian mendapatkan ASI secara eksklusif selama enam bulan. Setelah usia enam bulan, bayi mulai membutuhkan makanan pendamping ASI (MPASI) yang aman dan bergizi.

Sumber Nutrisi Bayi

ASI menjadi sumber nutrisi utama bayi pada periode tersebut karena mengandung zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan.

Memberikan makanan atau minuman lain sebelum waktunya juga dapat membuat bayi mengurangi frekuensi menyusu sehingga asupan ASI berkurang.

Maka itu, baiknya selama masa menyusui ASI eksklusif, pastikan tidak memberi makanan lain. Setelah itu pemberhentian ASI bisa dilakukan setelah anak berusia dua tahun atau lebih.

Manfaat ASI Eksklusif

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan dan perkembangan bayi. Beberapa di antaranya sebagai berikut.

1.  Mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. WHO menyebut ASI sebagai makanan alami pertama yang dapat memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi bayi pada bulan-bulan awal kehidupannya.

2.  Membantu melindungi bayi dari infeksi. ASI mengandung berbagai komponen yang membantu sistem kekebalan tubuh bayi. Pemberian ASI juga dikaitkan dengan perlindungan terhadap penyakit infeksi, termasuk diare dan pneumonia.

3.  Membantu menjaga berat badan. WHO menyebut menyusui dapat membantu menurunkan risiko kelebihan berat badan atau obesitas pada masa kanak-kanak dan remaja.

4.   Memperkuat kedekatan ibu dan bayi. Sentuhan kulit, kedekatan fisik, dan interaksi selama menyusui dapat menjadi bagian dari proses membangun hubungan antara ibu dan bayi.

Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir dianjurkan mendapatkan inisiasi menyusu dini (IMD), yaitu mulai menyusu dalam satu jam pertama setelah kelahiran. Kontak kulit dengan ibu segera setelah lahir juga mendukung keberhasilan menyusui.

Frekuensi menyusu bayi dapat berbeda-beda. Bayi sebaiknya disusui sesuai tanda lapar dan kebutuhannya, termasuk pada malam hari. WHO juga menganjurkan pemberian ASI sesuai keinginan bayi atau on demand.

Beberapa tanda bayi mulai lapar antara lain mulai banyak bergerak, memutar kepala, membuka atau mengecap mulut, serta mengisap jari.

Cara Menyusui Bayi

Posisi dan pelekatan yang tepat dapat membantu bayi mendapatkan ASI dengan lebih efektif sekaligus membuat ibu lebih nyaman saat menyusui. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Pastikan kepala dan tubuh bayi berada dalam satu garis lurus.
  • Posisikan wajah bayi menghadap payudara dengan hidung sejajar dengan puting.
  • Dekatkan tubuh bayi ke tubuh ibu.
  • Pastikan mulut bayi terbuka lebar ketika mulai menyusu.
  • Dagu bayi menyentuh payudara.
  • Sebagian besar areola bagian atas tampak lebih banyak dibandingkan bagian bawah.
  • Bibir bawah bayi terbuka atau terlipat ke luar.

Ibu juga dianjurkan menyusui sesuai kebutuhan bayi, bukan hanya berdasarkan jadwal yang kaku. Jika bayi sudah kenyang tetapi payudara masih terasa penuh, ASI dapat diperah dan disimpan untuk diberikan kemudian.

Pemberian ASI eksklusif juga tidak semata-mata bergantung pada kemauan ibu. Dukungan keluarga, tenaga kesehatan, kondisi setelah melahirkan, pengetahuan tentang menyusui, serta lingkungan yang mendukung ibu menyusui turut berperan dalam keberhasilannya.