Minyak telon menjadi salah satu produk yang lekat dengan perawatan bayi di Indonesia. Setelah mandi, minyak ini kerap dioleskan pada perut, dada, punggung, hingga telapak kaki bayi karena memberikan sensasi hangat dan aroma khas.
Namun, di balik penggunaannya yang sudah berlangsung turun-temurun, sebenarnya minyak telon terbuat dari apa?
Secara umum, minyak telon merupakan campuran tiga jenis minyak, yaitu minyak kayu putih, minyak adas, dan minyak kelapa. Namun untuk lebih jelasnya, melansir dari laman Halodoc (4 Mei 2026), simak penjelasan berikut.
Asal Usul
Nama telon ternyata berkaitan dengan jumlah bahan utama yang digunakan. Istilah tersebut berasal dari bahasa Jawa “telu” yang berarti tiga, merujuk pada tiga minyak yang menjadi komponen dasar minyak telon, yakni minyak kayu putih, minyak adas, dan minyak kelapa.
Dengan demikian, istilah minyak telon bukan merujuk pada satu jenis tanaman tertentu.
Meski dikenal sebagai minyak dengan tiga bahan utama, tidak ada satu komposisi yang wajib sama untuk seluruh produk minyak telon.
Tiga Bahan Utama
Seperti asal usul namanya, tiga bahan utama yang menjadi komposisi minyak telon yaitu sebagai berikut.
- Minyak Kayu Putih. Minyak kayu putih atau Oleum cajuputi memberikan sensasi hangat yang menjadi ciri khas minyak telon. Bahan ini berasal dari proses penyulingan daun dan ranting tanaman kayu putih.
- Minyak Adas. Minyak adas atau Oleum foeniculi berasal dari tanaman adas dan memberikan aroma khas pada minyak telon. Buah adas mengandung minyak atsiri dengan berbagai senyawa, termasuk anetol.
- Minyak Kelapa. Minyak kelapa atau Oleum cocos menjadi minyak pembawa dalam formula minyak telon. Kehadirannya membantu mengencerkan minyak atsiri seperti kayu putih dan adas sehingga campuran lebih sesuai untuk digunakan pada kulit.
Manfaat untuk Bayi
Penggunaan minyak telon secara tradisional paling sering dikaitkan dengan memberikan rasa hangat dan membantu membuat bayi lebih nyaman.
Minyak kayu putih berperan terhadap sensasi hangat, sedangkan minyak kelapa membantu memberikan tekstur yang lebih lembut. Sementara itu, minyak adas sering dikaitkan dengan keluhan perut kembung.
Namun, manfaat tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti pengobatan medis, terutama jika bayi mengalami keluhan yang berat atau terus-menerus.
Komposisi Bisa Berubah
Penelitian di Journal METANA tahun 2019 tentang Komposisi Minyak Telon menguji beberapa variasi campuran minyak kayu putih, minyak kelapa, dan minyak adas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan komposisi memengaruhi sifat fisik minyak.
Hal ini juga terlihat pada produk komersial. Sebagai contoh, salah satu produk minyak telon mencantumkan komposisi 32% minyak kayu putih, 55% minyak kelapa, dan 13% minyak adas.
Artinya, istilah “telon” menunjukkan tiga bahan utamanya, bukan berarti setiap produk harus menggunakan persentase yang sama.
Gunakan dengan Lembut
Minyak telon digunakan untuk pemakaian luar dan sebaiknya tidak dioleskan secara berlebihan. Orang tua juga perlu memperhatikan reaksi kulit bayi, terutama karena kulit bayi masih sensitif.
Karena itu, penggunaan sebaiknya mengikuti petunjuk pada kemasan produk dan menghindari area mata, mulut, serta kulit yang sedang mengalami luka atau iritasi.
Dengan penggunaan yang tepat, minyak telon dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan bayi. Oleskan secukupnya dan hentikan penggunaan jika muncul kemerahan, gatal, atau tanda iritasi lainnya pada kulit bayi.






