Oyster atau tiram kerap dianggap sebagai salah satu seafood mewah karena harganya yang relatif mahal. Selain disantap matang, oyster juga sering disajikan mentah dengan perasan lemon atau berbagai saus pendamping.
Tapi ada satu hal yang nggak boleh dilupakan: oyster merupakan hewan laut yang mendapatkan makanan dengan cara menyaring air. Proses tersebut membuat oyster berpotensi mengakumulasi bakteri maupun patogen yang ada di lingkungan perairannya.
Di sisi lain, oyster memang memiliki kandungan nutrisi yang cukup beragam. Lantas, apa saja yang perlu diketahui tentang oyster, mulai dari tempat hidup hingga manfaatnya bagi tubuh?
Ditemukan di Mana?
Melansir laman North Coast Seafoods, oyster hidup di perairan pesisir dan biasanya dibudidayakan atau dipanen dari area perairan tertentu.
Karena kualitas air dan lokasi panen berpengaruh terhadap keamanan oyster, asal-usulnya menjadi hal yang penting diperhatikan.
Untuk oyster yang dijual dalam kemasan, informasi mengenai lokasi dan tanggal panen penting diperhatikan. Informasi tersebut dapat membantu mengetahui asal oyster sekaligus melacak produk jika terjadi masalah keamanan pangan, seperti kontaminasi.
Jadi, jangan hanya melihat ukuran atau kesegaran oyster. Sumber dan penanganannya juga perlu diperhatikan.
Boleh Langsung Dimakan?
Oyster memang sering disajikan mentah, tetapi bukan berarti semua oyster aman untuk langsung disantap.
Oyster mentah atau kurang matang dapat membawa bakteri Vibrio yang hidup secara alami di perairan pesisir. Karena oyster mendapatkan makanan dengan cara menyaring air, bakteri tersebut dapat terkumpul di dalam tubuhnya.
Yang perlu diperhatikan, oyster yang mengandung bakteri berbahaya tidak selalu terlihat, berbau, atau terasa berbeda dari oyster yang aman.
Perasan lemon, saus pedas, maupun alkohol juga tidak dapat membunuh bakteri Vibrio. Karena itu, memasak oyster hingga matang menjadi pilihan yang lebih aman.
Kaya Akan Nutrisi
Di balik harganya yang cukup mahal, oyster memiliki kandungan nutrisi yang beragam. Dalam sekitar 3 ons oyster, terdapat sekitar 69 kalori, 8 gram protein, dan 2 gram lemak.
Oyster juga mengandung berbagai vitamin dan mineral, seperti vitamin B12, zinc, zat besi, dan selenium. Selain itu, seafood ini juga mengandung asam lemak omega-3 yang dibutuhkan tubuh.
Meski memiliki banyak nutrisi, oyster tetap perlu dikonsumsi dengan cara yang aman. Oyster mentah atau kurang matang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil, anak-anak, lansia, orang dengan daya tahan tubuh lemah, serta orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
Khasiat Oyster
Kandungan nutrisi tersebut membuat oyster berpotensi memberikan sejumlah manfaat sebagai bagian dari pola makan seimbang, di antaranya:
* Mendukung sistem kekebalan tubuh, terutama berkat kandungan zinc dan selenium.
* Membantu memenuhi kebutuhan protein, termasuk karena oyster mengandung sembilan asam amino esensial.
* Mendukung fungsi sistem saraf, salah satunya melalui kandungan vitamin B12.
* Membantu pembentukan sel darah merah, berkat kandungan vitamin B12 dan zat besi.
* Mendukung kesehatan jantung, karena oyster mengandung asam lemak omega-3.
* Menjadi pilihan makanan bernutrisi dengan kalori relatif rendah, sehingga dapat dimasukkan dalam pola makan seimbang.
Kalau tujuan utamanya mendapatkan manfaat nutrisi sekaligus mengurangi risiko penyakit akibat makanan, oyster yang dimasak hingga matang merupakan pilihan yang lebih aman.
Jadi, meski oyster dikenal sebagai seafood mahal dengan kandungan nutrisi yang beragam, cara memilih, menyimpan, dan mengolahnya tetap penting. Jangan sampai mengejar khasiatnya, tetapi justru mengabaikan keamanan makanan.








