Memutuskan kapan punya anak bukan perkara usia saja. Ada pasangan yang memilih memiliki anak di usia 20-an, sementara sebagian lainnya baru merasa siap setelah memasuki usia 30-an.
Dari sisi kesehatan, usia memang menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kesuburan dan risiko kehamilan. Namun, apakah benar ada usia yang paling tepat untuk punya anak?
Secara biologis, kesuburan perempuan cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Penurunan ini berkaitan dengan jumlah dan kualitas sel telur.
Di sisi lain, kehamilan pada usia yang lebih tua juga dapat meningkatkan risiko beberapa komplikasi.
Usia Terbaik
Tidak ada satu angka yang berlaku sebagai usia terbaik untuk semua perempuan. Namun, sejumlah penelitian menemukan bahwa usia pertengahan 20-an hingga awal 30-an berkaitan dengan hasil kehamilan yang relatif baik.
Salah satunya adalah penelitian Weng, Yang, dan Chiu yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE pada 2014. Penelitian di Taiwan tersebut menganalisis lebih dari 2,1 juta kelahiran dan melihat hubungan usia ibu dengan berbagai risiko.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko gabungan beberapa luaran kelahiran yang merugikan paling rendah berada pada ibu berusia 26–30 tahun. Sebaliknya, risiko tersebut lebih tinggi pada kelompok usia yang lebih muda maupun lebih tua.
Mulai Perlu Diperhatikan
Memasuki usia 30-an bukan berarti peluang hamil langsung menurun drastis. Banyak perempuan tetap dapat hamil dan melahirkan dengan sehat pada usia tersebut.
Risiko beberapa komplikasi juga dapat meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah memasuki pertengahan 30-an. Meski demikian, banyak perempuan berusia 30-an tetap dapat menjalani kehamilan yang sehat.
Artinya, memasuki usia 30-an bukan berarti seseorang tidak lagi subur. Hanya saja, secara biologis, peluang kehamilan memang mulai berubah sehingga perencanaan kehamilan dapat menjadi semakin penting.
35 Tahun ke Atas
Usia 35 tahun sering menjadi perhatian dalam pembahasan kehamilan karena sejumlah risiko dapat meningkat pada kelompok usia ini. Beberapa di antaranya adalah diabetes gestasional, tekanan darah tinggi saat hamil, persalinan prematur, dan kemungkinan menjalani operasi caesar.
Namun, usia 35 tahun bukan berarti seseorang pasti mengalami komplikasi. Kondisi kesehatan sebelum dan selama kehamilan juga berpengaruh terhadap risiko tersebut.
Itulah sebabnya perempuan yang merencanakan kehamilan di usia 35 tahun atau lebih dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan dan langkah yang perlu dipersiapkan.
Waktu Terbaik
Jika dilihat dari sisi biologis, penelitian menunjukkan bahwa pertengahan usia 20-an hingga awal 30-an merupakan salah satu rentang yang memiliki profil risiko relatif baik.
Namun, usia bukan satu-satunya pertimbangan. Kesiapan fisik, kondisi kesehatan, kesiapan mental, hubungan dengan pasangan, kondisi finansial, hingga dukungan keluarga juga perlu diperhatikan.
Dengan kata lain, usia terbaik untuk punya anak tidak bisa ditentukan hanya dengan satu angka. Penelitian dapat memberikan gambaran mengenai kondisi biologis, tetapi keputusan memiliki anak tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan masing-masing pasangan.






