Masih banyak dari kita yang berfikir jika warisan hanya berupa rumah, tanah, tabungan, atau aset lainnya yang tidak jauh-jauh dari uang. Tapi nyatanya, bagi banyak orang Asia warisan tak hanya sekedar meninggalkan harta benda saja.
Survei Sun Life Asia bertajuk Passing the Torch: When Legacy Means More Than Money mengungkapkan jika 74 persen respondennya ternyata ingin mewariskan nilai, pengetahuan, atau hal non finansial kepada generasi berikutnya.
Lantas, apa saja yang paling ingin ditinggalkan orangtua kepada anaknya? Dan kenapa justru hal tersebut yang ingin mereka tinggalkan?
1. Keterampilan dan pendidikan
Hal pertama yang paling banyak dipertimbangkan orang tua untuk diwariskan ke anaknya adalah keterampilan dan pendidikan.
Bahkan 48 responden menempatkan pendidikan sebagai prioritas dalam warisan yang ingin mereka tinggalkan.
Hal ini terjadi karena sebagian responden menilai warisan bukan hanya sekadar aset yang bisa dimiliki, tetapi juga kesempatan agar generasi berikutnya mempunyai bekal untuk menentukan masa depannya sendiri.
2. Nilai-nilai keluarga
Di posisi berikutnya ada nilai-nilai keluarga, 32 persen respondennya menginginkan generasi selanjutnya untuk mewarisi nilai-nilai keluarganya.
Warisan dalam bentuk ini memang tidak memiliki angka nominal seperti saldo rekening atau harga sebuah rumah. Artinya, yang ingin diwariskan bukan hanya apa yang dimiliki keluarga, tetapi juga prinsip yang selama ini menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan.
3. Pelajaran hidup
Hal ketiga yang banyak ingin diwariskan adalah pelajaran hidup, dengan persentase 31 persen.
Pengalaman yang dikumpulkan orangtua sepanjang hidup menjadi sesuatu yang dianggap layak diteruskan kepada generasi berikutnya. Menariknya, keinginan meninggalkan warisan nonfinansial ini muncul karena khwatir anak-anak mereka tidak bisa mengelola harta warisan yang ditinggalkan.
Survei yang melibatkan 3.073 responden di enam negara Asia tersebut menemukan 70 persen responden khawatir kekayaan mereka tidak akan bertahan hingga generasi berikutnya. Hanya 20 persen yang merasa benar-benar siap dengan rencana warisan mereka.
Jadi, mungkin warisan terbesar orangtua bukanlah sesuatu yang bisa dihitung dari nominal rekening atau jumlah aset yang ditinggalkan. Sebab jika harta yang berbentuk uang maupun aset bisa saja habis atau berubah bentuk.
Tapi pendidikan yang pernah diberikan, nilai yang ditanamkan, dan pelajaran hidup yang dibagikan bisa tetap melekat pada anak. Itulah bekal yang mungkin terus dibawa, bahkan ketika orangtua sudah tidak lagi berada di sisi mereka.






