Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, nggak cuma menghadirkan olahraga yang sudah akrab di telinga seperti atletik, renang, atau sepak bola. 

Ada juga kabaddi, olahraga asal Asia Selatan yang sekilas terlihat seperti perpaduan gulat dan permainan kejar-kejaran, tetapi dimainkan secara berkelompok.

Dalam pertandingan kabaddi, dua tim yang masing-masing terdiri atas tujuh pemain saling berhadapan. 

Uniknya, pemain yang melakukan serangan harus masuk ke wilayah lawan dalam satu tarikan napas, sambil berusaha menyentuh pemain bertahan sebelum kembali ke wilayahnya sendiri.

Nggak cuma itu, pemain tersebut juga harus menghadapi para pemain lawan yang akan bekerja sama untuk menghentikannya. Jadi, satu serangan bisa berubah menjadi aksi kejar-kejaran sekaligus adu kekuatan dalam hitungan detik.

Pilihan EditorAni Ratnasari

Bukan Cuma Uang, Ini 3 Hal yang Paling Ingin Diwariskan Orangtua ke Anaknya

Apa Itu Kabaddi?

Melansir dari laman Asian Kabaddi, kabaddi merupakan olahraga beregu yang dimainkan oleh dua tim. Masing-masing tim terdiri atas tujuh pemain di lapangan.

Permainan berlangsung secara bergantian dengan mengirim seorang pemain yang disebut raider ke wilayah lawan. 

Raider bertugas menyentuh pemain bertahan atau antis, kemudian kembali ke wilayahnya sendiri dengan selamat.

Yang membuat kabaddi berbeda adalah raider harus melakukan serangan dalam satu tarikan napas. Dalam permainan tradisionalnya, raider juga dikenal mengucapkan kata “kabaddi” secara berulang selama melakukan serangan.

Jika berhasil menyentuh pemain lawan dan kembali ke wilayah sendiri tanpa tertangkap, raider dapat menghasilkan poin. Sebaliknya, tim bertahan memperoleh poin jika berhasil menghentikan atau menangkap raider.

Punya Tradisi Panjang di Asia Selatan

Kabaddi memiliki sejarah panjang di kawasan Asia Selatan. Bahan sejarah kabaddi menyebut bentuk awal permainan ini sebagai “Sadugudu”, yang ditemukan dalam literatur Tamil dari era Sangam.

Permainan tersebut digambarkan sebagai aktivitas yang menguji kekuatan dan ketahanan. Seiring perkembangan zaman, kabaddi kemudian mengalami proses standardisasi hingga menjadi olahraga dengan aturan yang lebih terstruktur.

Kerangka permainan modern mulai berkembang di Maharashtra pada 1921. Dua tahun kemudian, aturan formal untuk All-India Kabaddi Tournament mulai diterbitkan pada 1923.

Masuk Asian Games

Kabaddi kemudian berkembang menjadi olahraga kompetitif di tingkat internasional. Setelah organisasi dan kompetisi nasional terbentuk di India, olahraga ini mulai mendapatkan tempat dalam berbagai ajang multievent di Asia.

Kabaddi pertama kali masuk sebagai cabang olahraga Asian Games pada 1990 di Beijing. Sejak saat itu, olahraga tersebut terus menjadi bagian dari perhelatan olahraga terbesar di Asia.

Pada Asian Games 2026, kabaddi kembali dipertandingkan bersama berbagai cabang olahraga lainnya di Aichi-Nagoya, Jepang.

Pilihan EditorSyifa Fauziah

Nggak Perlu ke IKEA, Begini Resep Swedish Meatball yang Gurih dan Creamy

Diikuti 18 Tim

Kabaddi di Asian Games 2026 mempertemukan 18 tim dari berbagai negara Asia, yang terdiri atas 10 tim putra dan delapan tim putri.

Negara yang ambil bagian antara lain India, Iran, Pakistan, Bangladesh, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Nepal, Malaysia, Sri Lanka, dan Chinese Taipei.

Pada nomor putra, peserta dibagi menjadi dua grup yang masing-masing berisi lima tim. Sementara nomor putri terdiri atas dua grup dengan masing-masing empat tim.

Indonesia tidak termasuk peserta cabang kabaddi pada Asian Games 2026.

Bagaimana Cara Bermainnya?

Lapangan kabaddi berbentuk persegi panjang dengan ukuran standar 13 x 10 meter dan terbagi menjadi dua bagian yang menjadi wilayah masing-masing tim.

Dalam satu giliran, seorang raider memasuki wilayah lawan dan berusaha menyentuh sebanyak mungkin pemain bertahan. Setelah itu, ia harus kembali melewati garis tengah menuju wilayah timnya.

Setiap pemain lawan yang berhasil disentuh dapat menghasilkan satu poin. Namun, raider juga harus berhati-hati karena para pemain bertahan dapat bekerja sama untuk menjatuhkannya dan mencegahnya kembali ke wilayah sendiri.

Jadi, meski terlihat seperti permainan satu lawan satu, kabaddi sangat mengandalkan kerja sama tim. Raider harus pintar mencari celah, sementara pemain bertahan harus kompak membaca pergerakannya.

Berlangsung 40 Menit

Pertandingan kabaddi standar berlangsung selama 40 menit, yang terbagi menjadi dua babak masing-masing 20 menit. Di antara kedua babak tersebut terdapat jeda selama lima menit.

Dalam durasi tersebut, kedua tim bergantian melakukan raid dan bertahan. Jadi, meskipun raider menjadi pemain yang paling terlihat ketika melakukan serangan, kerja sama seluruh anggota tim tetap menjadi bagian penting dalam permainan.

Popularitas kabaddi juga nggak hanya berkembang melalui ajang internasional. Salah satunya adalah Pro Kabaddi League (PKL) yang mulai digelar pada 2014.

Kompetisi tersebut turut membawa kabaddi ke format olahraga profesional dan memperluas perhatian terhadap olahraga yang memadukan kecepatan, strategi, ketahanan, dan kekuatan ini.

Simpelnya, kalau selama ini kamu mengira olahraga harus selalu menggunakan bola atau raket, kabaddi punya cara sendiri untuk bikin pertandingan jadi seru: lari masuk ke wilayah lawan, tahan napas, cari poin, lalu berusaha pulang tanpa ditangkap.