Kalau mendengar kata petai, mungkin yang langsung terbayang adalah lalapan dengan aroma khas yang cukup “berani”.
Meski begitu, di balik baunya yang menyengat, petai ternyata mengandung berbagai zat gizi dan senyawa bioaktif yang menarik untuk diketahui.
Petai, yang juga dikenal dengan nama stinky bean, mengandung protein, karbohidrat, serat, mineral, hingga vitamin.
Selain itu, sejumlah penelitian juga menemukan adanya senyawa fenolik dan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan.
Namun, perlu diingat, penelitian mengenai berbagai khasiat petai masih terus dilakukan. Jadi, manfaat potensial yang ditemukan dalam penelitian tidak serta-merta berarti petai bisa digunakan sebagai obat untuk penyakit tertentu.
Kandungan Nutrisi Petai
Melansir laman Alodokter pada 27 Juni 2025, setiap 100 gram bagian petai yang dapat dimakan mengandung protein, karbohidrat, serat, serta sejumlah mineral seperti kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, dan kalium.
Sementara itu, penelitian yang diterbitkan dalam Agriculture & Food Security pada 2018 menyebutkan bahwa petai atau Parkia speciosa mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan.
Senyawa tersebut ditemukan di berbagai bagian tanaman petai. Hal ini menjadi salah satu alasan petai cukup banyak diteliti sebagai bahan pangan yang mengandung senyawa bioaktif.
Potensi Manfaat Petai
Kandungan zat gizi dan senyawa bioaktif di dalamnya membuat petai memiliki sejumlah potensi manfaat bagi kesehatan. Berikut beberapa di antaranya.
1. Membantu melawan radikal bebas
Petai mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan berperan membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
2. Membantu memenuhi kebutuhan serat
Petai juga mengandung serat yang dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian. Serat berperan dalam menjaga fungsi saluran pencernaan dan membantu melancarkan buang air besar.
Selain itu, asupan serat yang cukup juga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
3. Mendukung fungsi tubuh melalui kandungan kalium
Kajian mengenai kandungan nutrisi petai yang diterbitkan dalam Agriculture & Food Security pada 2018 mencatat kandungan kalium sekitar 341 miligram per 100 gram bagian petai yang dapat dimakan.
Kalium dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi normal, termasuk membantu kerja otot dan saraf serta menjaga keseimbangan cairan.
4. Mendukung asupan vitamin C
Petai juga mengandung vitamin C yang dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi, termasuk mendukung sistem kekebalan tubuh dan membantu pembentukan kolagen.
Dengan dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang, petai dapat menjadi salah satu sumber asupan vitamin C.
Tetap Perhatikan Jumlah Konsumsinya
Meski mengandung berbagai zat gizi dan senyawa bioaktif, bukan berarti petai bisa dikonsumsi tanpa batas. Seperti makanan lainnya, petai sebaiknya tetap dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Petai juga tidak dapat menggantikan obat atau terapi medis untuk mengatasi penyakit tertentu.
Bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu, terutama yang perlu membatasi asupan kalium atau memiliki gangguan fungsi ginjal, jumlah petai yang dikonsumsi perlu diperhatikan.
Konsultasi dengan tenaga kesehatan juga dapat dilakukan untuk mengetahui asupan yang sesuai.
Simpelnya, petai boleh saja masuk daftar lalapan favorit. Di balik aromanya yang khas, ada berbagai zat gizi dan senyawa bioaktif yang menarik. Tapi tetap, nikmati secukupnya dan jangan menganggapnya sebagai “obat” untuk penyakit tertentu.







