Kalau mendengar kata sawi, mungkin yang langsung terbayang adalah sayuran hijau yang biasa menemani mi atau tumisan. 

Padahal, sawi ternyata punya banyak jenis dengan bentuk, tekstur, rasa, bahkan kelompok botani yang berbeda.

Ada sawi hijau atau caisim, sawi putih, pakcoy, sawi keriting, hingga kailan. Sekilas mungkin terlihat mirip, tetapi kalau diperhatikan lebih dekat, masing-masing punya ciri khas.

Menariknya, sebagian besar sayuran tersebut masih memiliki hubungan kekerabatan yang cukup dekat. Supaya nggak salah pilih saat belanja atau memasak, yuk kenali perbedaannya, seperti dilansir dari laman Hello Sehat pada 3 September 2023.

Sawi Hijau atau Caisim

Sawi hijau yang di Indonesia sering disebut caisim merupakan salah satu jenis yang paling mudah ditemukan di pasar.

Daunnya memanjang dengan warna hijau, sedangkan batangnya cenderung lebih kecil dan tidak terlalu gemuk dibandingkan pakcoy.

Caisim memiliki cita rasa khas sayuran hijau dengan sedikit rasa pahit atau getir. Teksturnya tetap renyah ketika dimasak sebentar sehingga sering digunakan sebagai campuran mi ayam, bakmi, tumisan, atau sup.

Salah satu penyebab cita rasa khas kelompok ini berkaitan dengan senyawa metabolit seperti glukosinolat dan turunannya yang juga berkontribusi terhadap rasa dan aroma sayuran Brassica.

Sawi Putih

Sawi putih atau napa cabbage memiliki bentuk yang cukup berbeda dari caisim.

Daunnya tersusun rapat membentuk bonggol memanjang dengan warna hijau pucat hingga putih pada bagian pangkal.

Secara botani, sawi putih termasuk Brassica rapa subsp. pekinensis. Artinya, tanaman ini masih berada dalam spesies Brassica rapa yang sama dengan pakcoy, meskipun bentuk dan karakter keduanya berbeda.

Teksturnya cenderung lebih berair dan lembut, dengan rasa yang relatif ringan. Karena karakter tersebut, sawi putih banyak digunakan dalam capcay, sup, tumisan, kimchi, dan berbagai olahan fermentasi.

Pakcoy

Pakcoy atau bok choy juga termasuk Brassica rapa, tepatnya kelompok Brassica rapa subsp. chinensis.

Ciri yang paling mudah dikenali adalah batangnya yang tebal dan berwarna putih atau hijau pucat, dengan daun hijau yang melebar di bagian atas.

Dibandingkan caisim, bagian batang pakcoy lebih dominan dan terasa renyah ketika dimasak.

Pakcoy memiliki rasa yang relatif ringan dan sedikit manis sehingga cocok ditumis, dikukus, direbus sebentar, atau dimasukkan ke dalam sup.

Sawi Keriting

Sawi keriting memiliki ciri paling mudah dikenali dari bentuk daunnya yang bergelombang atau berkerut.

Daunnya biasanya berwarna hijau dan memiliki cita rasa yang lebih tajam dibandingkan sawi dengan rasa yang lebih ringan.

Dalam kelompok sayuran Brassica, jenis mustard greens umumnya berasal dari Brassica juncea. Kelompok ini dikenal memiliki rasa yang lebih kuat dan sedikit pedas atau menyengat.

Senyawa yang terdapat pada kelompok Brassicaceae, termasuk isothiocyanate dan senyawa terkait, juga berperan terhadap karakter rasa khasnya.

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Sering Makan Oyster Mentah? Hati-hati, Ini Fakta yang Perlu Kamu Tahu

Kailan

Kailan atau Chinese kale memiliki daun yang lebih tebal serta batang yang kokoh. Sayuran ini juga memiliki bagian bunga yang dapat dikonsumsi dan sekilas dapat mengingatkan pada brokoli.

Secara botani, kailan berbeda dari pakcoy dan sawi putih. Kailan termasuk kelompok Brassica oleracea, kelompok yang juga mencakup kubis, brokoli, kembang kol, dan kale.

Kailan memiliki rasa khas yang cenderung sedikit pahit, dengan tekstur batang yang tetap renyah setelah dimasak.

Karena itu, kailan sering ditumis dengan bawang putih, saus tiram, atau bumbu sederhana lainnya.

Cara Memilih Sawi

Saat membeli sawi atau pakcoy, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan:

  • Pilih daun yang segar: Daun sebaiknya masih tegak, tidak layu, menguning, atau memiliki banyak bercak kecokelatan.
  • Periksa batang: Pada pakcoy, pilih batang yang terlihat padat, tidak memar, berlendir, atau terlalu lembek.
  • Perhatikan kondisi keseluruhan: Hindari sayuran yang memiliki bagian busuk, berlendir, atau mengalami kerusakan cukup banyak.
  • Cek kemungkinan bekas serangga: Lubang kecil pada daun tidak selalu berarti sayuran sudah tidak layak, tetapi tetap periksa kondisi bagian lainnya sebelum membeli.

Meski sama-sama sering disebut sawi, setiap jenis memiliki bentuk, tekstur, rasa, dan klasifikasi botani yang berbeda.

Caisim, sawi putih, pakcoy, sawi keriting, dan kailan juga punya karakter yang membuatnya cocok untuk olahan yang berbeda.

Dengan mengenali perbedaannya, kamu bisa lebih mudah memilih jenis sawi sesuai kebutuhan masakan sekaligus mendapatkan sayuran yang masih segar dan berkualitas.