Biasanya orang tua akan meninggalkan warisan agar anak dan cucu mereka bisa memiliki kehidupan yang lebih terjamin. Namun, punya rencana untuk mewariskan harta ternyata belum tentu membuat banyak keluarga di Asia merasa benar-benar aman.
Survei terbaru Sun Life Asia mengungkap, 70 persen responden masih khawatir kekayaan mereka tidak akan bertahan hingga generasi berikutnya. Padahal, banyak keluarga yang mulai serius untuk menyiapkan warisan.
Studi bertajuk Passing the Torch: When Legacy Means More Than Money yang dilakukan pada Agustus 2026 ini melibatkan 3.073 responden dari enam negara, termasuk Indonesia.
Hasilnya menunjukkan jumlah responden yang sudah memiliki rencana warisan lengkap, tertulis, dan dikomunikasikan kepada keluarga naik lebih dari dua kali lipat, dari 10 persen pada 2025 menjadi 22 persen pada 2026.
Khawatir Kekayaan Turun

Di saat yang sama, mereka yang sama sekali belum memiliki rencana warisan turun dari 31 persen menjadi 15 persen. Artinya, semakin banyak orang mulai memikirkan apa yang akan terjadi dengan kekayaan mereka setelah diwariskan.
Masalahnya, punya rencana ternyata belum berarti semuanya sudah beres. Nyatanya, hanya 20 persen responden yang merasa benar-benar siap mewariskan peninggalannya saat ini.
Lalu, apa yang sebenarnya membuat mereka khawatir? Jawabannya ternyata bukan cuma soal harta yang semakin berkurang karena kondisi pasar.
Sebanyak 52 persen responden justru takut penerima warisan mereka tidak siap untuk mengelola aset yang mereka terima. Kekhawatiran ini bahkan lebih tinggi dibandingkan perubahan kondisi pasar sebesar 49 persen dan konflik keluarga terkait aset sebesar 44 persen.
Kurangnya Literasi Keuangan

Kekhawatiran itu juga berkaitan dengan kemampuan generasi penerus. Sebanyak 27 persen responden menilai kurangnya literasi keuangan menjadi salah satu risiko terbesar bagi keberlangsungan kekayaan keluarga, sementara 25 persen khawatir penerima warisan tidak cukup percaya diri untuk mengelola aset.
Yang menarik, rasa khawatir tersebut justru paling tinggi di kalangan generasi muda. Sebanyak 76 persen Gen Z dan 76 persen Milenial takut kekayaan mereka tidak bertahan hingga generasi berikutnya, dibandingkan 66 persen Gen X dan 59 persen Baby Boomers.
Jadi, persoalan warisan ternyata bukan cuma “berapa banyak harta yang bisa diberikan kepada anak?”, tetapi juga “apakah anak sudah siap menerimanya?” Tak heran jika 74 persen responden yang berencana meninggalkan warisan ingin memberikan lebih dari sekadar uang, tetapi juga nilai, pengetahuan, dan pelajaran hidup mereka ke generasi selanjutnya.






