Melihat gigi anak tumbuh dengan jarak cukup lebar mungkin bikin orang tua khawatir. Apalagi kalau celah terlihat jelas di antara dua gigi depan. Tapi, nggak semua gigi renggang pada anak merupakan tanda masalah.

Kondisi ketika terdapat celah di antara dua gigi disebut diastema. Celah ini paling sering terlihat di antara dua gigi depan bagian atas, meski sebenarnya bisa terjadi di antara gigi mana pun.

Pada masa pertumbuhan, celah pada gigi susu justru bisa menjadi bagian dari perkembangan normal. Ruang tersebut dapat membantu menyediakan tempat bagi gigi permanen yang ukurannya lebih besar untuk tumbuh.

Gigi Renggang pada Anak Bisa Normal

Gigi susu yang memiliki sedikit celah nggak selalu perlu dikhawatirkan. Seiring rahang berkembang dan gigi permanen mulai tumbuh, beberapa celah dapat mengecil atau tertutup dengan sendirinya. 

Karena itu, orang tua nggak perlu buru-buru menganggap gigi susu yang renggang sebagai kelainan.

American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) juga menekankan bahwa perkembangan susunan gigi anak perlu dilihat sesuai tahap pertumbuhan, termasuk proses pergantian gigi susu dan tumbuhnya gigi permanen.

Bahkan, ruang di antara gigi susu dapat membantu menyediakan tempat yang dibutuhkan gigi permanen saat tumbuh.

Apa Penyebab Gigi Anak Renggang?

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan munculnya celah di antara gigi anak, antara lain:

  • Ukuran gigi dan rahang tidak seimbang, misalnya gigi berukuran relatif kecil dibandingkan ukuran rahang.
  • Labial frenulum yang besar, yaitu jaringan yang menghubungkan bagian dalam bibir dengan gusi dan dapat berkaitan dengan celah di antara gigi depan.
  • Kebiasaan mengisap jari, terutama jika dilakukan dalam waktu lama.
  • Penggunaan empeng berkepanjangan, yang dapat memengaruhi susunan gigi.
  • Tongue thrusting, yaitu kebiasaan lidah mendorong gigi depan ketika anak menelan.
  • Gigi yang tidak tumbuh atau hilang, sehingga ruang bekas gigi tersebut tetap terbuka.

Penyebab celah gigi memang bisa beragam. Karena itu, pemeriksaan dokter gigi diperlukan untuk mengetahui penyebab spesifiknya, terutama jika celah menetap atau disertai masalah pertumbuhan gigi.

Kapan Gigi Renggang Perlu Diperiksa?

Meski sering kali merupakan bagian dari pertumbuhan, ada kondisi tertentu yang membuat gigi renggang perlu mendapat perhatian.

Salah satunya ketika gigi susu tanggal terlalu dini. Kehilangan gigi susu sebelum waktunya dapat menyebabkan gigi di sekitarnya bergeser dan memengaruhi ruang yang dibutuhkan gigi permanen untuk tumbuh.

Celah juga perlu diperiksa apabila ada gigi permanen yang tidak kunjung tumbuh. Dalam kondisi tertentu, ruang tersebut bisa tetap terbuka karena memang tidak ada gigi permanen yang mengisi posisi tersebut.

Jadi, bukan sekadar melihat apakah giginya renggang atau tidak. Dokter gigi perlu melihat proses pertumbuhan dan susunan gigi secara keseluruhan.

Bisa Menutup Sendiri?

Pada sebagian anak, celah di antara gigi dapat mengecil secara alami ketika rahang berkembang dan gigi permanen mulai tumbuh. Namun, nggak semua celah akan menutup dengan sendirinya.

Jika celah tetap ada setelah gigi permanen tumbuh, ukurannya cukup besar, atau terdapat kondisi tertentu yang menjadi penyebabnya, dokter gigi dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penanganannya pun bergantung pada penyebab. Ada kondisi yang cukup dipantau selama masa pertumbuhan, sementara kasus tertentu dapat membutuhkan perawatan ortodonti. 

AAPD menekankan pentingnya pemeriksaan dan diagnosis untuk menentukan apakah suatu kondisi pada perkembangan susunan gigi perlu ditangani dan kapan waktu penanganannya.

Pilihan EditorRedifka Akbar

Jet Lag Usai Perjalanan Jauh, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Jangan Langsung Panik

Jadi, kalau melihat gigi anak renggang, orang tua nggak perlu langsung panik. Pada masa pertumbuhan, celah di antara gigi susu bahkan dapat menjadi bagian dari perkembangan normal.

Namun, tetap perhatikan perubahan susunan gigi anak. Terutama jika celah semakin lebar, ada gigi yang nggak kunjung tumbuh, gigi susu tanggal terlalu dini, atau muncul keluhan seperti nyeri dan kesulitan mengunyah.

Pemeriksaan gigi secara rutin dapat membantu mengetahui apakah celah tersebut merupakan bagian dari pertumbuhan normal atau membutuhkan penanganan lebih lanjut. 

Pemeriksaan sejak dini juga membantu dokter gigi memantau proses tumbuh-kembang gigi anak. 

Sebagai catatan, masalah gigi dan mulut memang masih cukup banyak ditemukan pada anak Indonesia. 

Data Kementerian Kesehatan hingga Agustus 2026 menunjukkan karies gigi ditemukan pada 40,9 persen siswa yang diperiksa melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah.

Simpelnya, gigi renggang nggak selalu berarti ada masalah. Yang penting, pantau perkembangannya dan jangan ragu memeriksakannya jika ada tanda yang nggak biasa.