Tujuh dekade bukan waktu yang singkat untuk berbagi hidup dengan seseorang. Ada masa muda yang dilalui bersama, keluarga yang dibangun, hingga berbagai pasang surut kehidupan yang dilewati berdampingan. 

Namun, pada Senin, 28 September 2026, Tun Dr Mahathir Mohamad harus mengantar sang istri tercinta, Tun Dr Siti Hasmah Mohd Ali, ke peristirahatan terakhirnya.

Di tengah suasana duka, Mahathir hadir dengan kursi roda elektrik dan selang oksigen. Ia tetap bertahan bersama keluarga dalam prosesi pemakaman, menyaksikan untuk terakhir kalinya sosok yang selama 70 tahun berada di sisinya. 

Siti Hasmah tutup usia di Institut Jantung Negara (IJN) pada pukul 09.20 waktu setempat dalam usia 100 tahun. Ia kemudian dimakamkan dengan upacara kenegaraan di Pusara Negara, Presint 20, Putrajaya.

Mahathir mengaku terkejut atas wafatnya sang istri. Menurutnya, kondisi Siti Hasmah pada malam sebelumnya masih terlihat sehat.

Saya tidak menyangka dia akan meninggal hari ini. Dia cukup sehat tadi malam,”

kata Mahathir, dikutip dari New Straits Times, Selasa, 29 September 2026.

Jenazah Siti Hasmah kemudian dibawa ke Masjid As-Syarif, Taman Sungai Besi Indah, untuk disalatkan sebelum dimakamkan di Pusara Negara. Ribuan orang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

Duka Mahathir terlihat jelas sepanjang prosesi pemakaman. Dengan menggunakan kursi roda elektrik dan selang oksigen, ia tetap bertahan di tengah keluarga untuk memberikan penghormatan terakhir kepada istri tercinta.

Dari tepi makam, Mahathir meneteskan air mata saat menatap untuk terakhir kalinya sosok yang telah menemaninya melewati sebagian besar perjalanan hidupnya.

70 Tahun Mengarungi Bahtera Bersama

Kepergian Siti Hasmah menutup perjalanan panjang pasangan yang telah bersama selama tujuh dekade ini. Mahathir Mohamad dan Siti Hasmah menikah pada 5 Agustus 1956.

Selama puluhan tahun, Siti Hasmah tidak hanya dikenal sebagai istri Perdana Menteri, tetapi juga pilar yang setia mendampingi Mahathir melewati berbagai fase kehidupan dan dunia politik Malaysia. Keduanya dikaruniai tujuh orang anak.

Kehadiran Siti Hasmah kerap terlihat dalam berbagai agenda resmi maupun momen santai. 

Interaksi mereka yang hangat dan tak segan saling menggoda di depan umum sering mencuri perhatian publik. 

Bagi warga Malaysia, mereka bukan sekadar mantan PM dan istrinya, melainkan pasangan yang telah melewati perjalanan hidup panjang bersama.

Profil Siti Hasmah

Tun Dr Siti Hasmah Mohd Ali merupakan seorang dokter yang dikenal atas kontribusinya dalam bidang kesehatan masyarakat Malaysia, khususnya isu kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, serta kesejahteraan perempuan.

Selain berkiprah di bidang medis, Siti Hasmah aktif dalam kegiatan sosial dan pernah menjabat sebagai Presiden Asosiasi Kesejahteraan Istri Menteri dan Wakil Menteri (Bakti) saat Mahathir menjabat PM pada periode 1981-2003 dan 2018-2020.

Perjalanan hidup Siti Hasmah juga baru saja melewati dua tonggak penting. Ia merayakan ulang tahunnya yang ke-100 pada 12 Juli 2026, lalu merayakan 70 tahun usia pernikahannya dengan Mahathir pada 5 Agustus 2026.

Kini, setelah tujuh dekade berbagi kehidupan, Mahathir harus melanjutkan langkahnya tanpa sosok yang selama puluhan tahun selalu berada di sisinya.

Sebuah perjalanan panjang telah berakhir, meninggalkan kenangan tentang seorang perempuan yang bukan hanya mendampingi salah satu tokoh penting Malaysia, tetapi juga memiliki jejak pengabdian sendiri di bidang kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat.