Pernah melihat warna merah dan hijau, tetapi keduanya justru terasa hampir sama? Atau sering keliru menyebut warna tertentu karena apa yang kamu lihat ternyata berbeda dengan orang lain?

Hal seperti itu mungkin terdengar sepele, tetapi bisa menjadi salah satu tanda adanya gangguan penglihatan warna. 

Salah satunya adalah buta warna parsial, terutama jenis gangguan penglihatan warna merah-hijau yang menjadi bentuk paling umum. 

Buta warna parsial bukan berarti seseorang sama sekali tidak dapat melihat warna. 

Kondisi ini membuat seseorang mengalami kesulitan membedakan warna tertentu atau melihat perbedaan warna dengan tingkat ketajaman yang berbeda.

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Jangan Panik Lihat Gigi Anak Berjarak, Ini yang Perlu Diketahui Orang Tua

Buta Warna Parsial

Buta warna parsial merupakan kondisi ketika kemampuan mata dalam membedakan warna tertentu mengalami gangguan. 

National Eye Institute menjelaskan bahwa gangguan penglihatan warna merah-hijau merupakan jenis yang paling umum. 

Artinya, seseorang yang mengalami kondisi ini masih dapat melihat berbagai warna, tetapi beberapa warna tertentu dapat terlihat lebih mirip, lebih kusam, atau berbeda dari yang dilihat oleh orang dengan penglihatan warna normal.

Kondisi tersebut berkaitan dengan sel kerucut (cone cells) di retina yang berperan dalam mengenali warna. Gangguan pada sistem penglihatan warna tersebut dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam membedakan warna tertentu.

Warna Terlihat Mirip

Pada gangguan penglihatan warna merah-hijau, warna merah, hijau, cokelat, dan beberapa warna lain dapat lebih sulit dibedakan. Namun, bentuk dan tingkat kesulitannya dapat berbeda pada setiap orang.

Pada protanopia dan protanomali, gangguan terutama berkaitan dengan persepsi terhadap warna merah. 

Sementara itu, deuteranopia dan deuteranomali berkaitan dengan persepsi terhadap warna hijau. 

Akibatnya, seseorang mungkin melihat warna merah atau hijau dengan tingkat kecerahan yang berbeda atau kesulitan membedakannya ketika warna tersebut memiliki tingkat intensitas yang serupa.

Ciri-Cirinya

Ciri-cirinya dapat berbeda tergantung jenis dan tingkat gangguan yang dialami. Beberapa tanda yang mungkin muncul antara lain:

  • Sering tertukar menyebut warna tertentu.
  • Kesulitan membedakan merah dan hijau.
  • Warna tertentu terlihat lebih pudar atau kurang terang.
  • Kesulitan membedakan warna yang memiliki tingkat kecerahan serupa.
  • Keliru memilih benda berdasarkan warna.
  • Kesulitan membaca informasi yang menggunakan kode warna.

Pada sebagian orang, gangguannya sangat ringan sehingga baru diketahui ketika menjalani pemeriksaan mata atau tes buta warna. 

Jenis-Jenis

Buta warna parsial memiliki beberapa jenis. Perbedaannya terletak pada jenis warna yang mengalami gangguan persepsi.

1. Deuteranopia. Terjadi ketika sistem penglihatan yang berkaitan dengan persepsi warna hijau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi ini dapat membuat seseorang mengalami kesulitan membedakan beberapa warna pada spektrum merah-hijau.

2. Protanopia. Terjadi ketika sistem penglihatan yang berkaitan dengan persepsi warna merah tidak berfungsi. Warna merah dapat terlihat lebih gelap dan lebih sulit dibedakan dari warna tertentu di sekitarnya.

3. Protanomali. Kemampuan melihat warna merah masih ada, tetapi sensitivitas terhadap warna tersebut berkurang. Akibatnya, warna merah dapat terlihat lebih lemah atau berbeda dari penglihatan warna normal.

4. Deuteranomali. Merupakan gangguan persepsi warna hijau. Seseorang masih dapat melihat warna hijau, tetapi mengalami kesulitan membedakannya dari warna tertentu, terutama pada spektrum merah-hijau. 

29 Juta Orang

Buta warna merah-hijau bukan kondisi yang hanya dialami oleh sedikit orang. Data yang dihimpun Market.us dalam laporan statistik 2026 memperkirakan sekitar 29 juta orang di Indonesia mengalami buta warna merah-hijau.

Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penderita buta warna merah-hijau yang cukup besar.

Besarnya estimasi tersebut menunjukkan bahwa gangguan penglihatan warna dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pada anak-anak maupun orang dewasa. 

Namun, tidak semua orang menyadari bahwa dirinya mengalami buta warna parsial karena gangguannya dapat bersifat ringan.

Jika seseorang merasa sering kesulitan membedakan warna, pemeriksaan penglihatan warna dapat membantu mengetahui apakah memang terdapat gangguan.

 Pemeriksaan dapat dilakukan oleh dokter mata menggunakan tes penglihatan warna tertentu.