Si kecil lagi suka coret-coret dinding? Atau malah betah banget main adonan, bongkar-pasang mainan, sampai sibuk memindahkan air dari satu wadah ke wadah lainnya? Jangan buru-buru menganggapnya cuma sedang bermain. 

Di balik aktivitas sederhana itu, ada banyak gerakan yang ternyata bisa membantu melatih kemampuan motorik anak.

Menariknya, melatih motorik balita nggak selalu harus dengan mainan mahal atau alat khusus yang dibeli di toko. 

Aktivitas sederhana yang ada di rumah, seperti menggambar, bermain adonan, sampai memindahkan air dengan spons, juga bisa menjadi kesempatan bagi anak untuk menggerakkan tangan sekaligus melatih koordinasinya.

Motorik halus sendiri berkaitan dengan kemampuan menggunakan otot-otot kecil, terutama pada tangan dan jari. 

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Jangan Asal Sebut Anak Pemalu, Ini 8 Tanda Kepercayaan Dirinya Mungkin Sedang Bermasalah

Kemampuan ini nantinya digunakan anak untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari memegang benda, menggunakan alat makan, menggambar, hingga mengancingkan pakaian.

Karena itu, orang tua bisa memberikan stimulasi melalui kegiatan sederhana yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak. 

Jadi, sambil bermain dan beraktivitas bersama, si kecil juga bisa belajar mengontrol gerakan tangan dan jarinya. Berikut beberapa aktivitas yang bisa dicoba, dilansir dari laman Alodokter pada 9 Agustus 2023.

Cara Melatih

Berikut beberapa aktivitas yang bisa dicoba.

1. Bermain Lilin atau Tanah Liat

Ajak anak meremas, mencubit, menarik, menggulung, atau membentuk adonan menjadi berbagai bentuk. Gerakan tersebut membuat anak menggunakan otot tangan dan jarinya sekaligus belajar mengontrol gerakan.

2. Melukis dengan Tangan atau Kuas

Anak dapat menggunakan kuas, krayon, atau mencoba finger painting dengan tangan. Ketika menggenggam kuas atau krayon dan mengarahkannya ke kertas, anak belajar mengendalikan gerakan tangannya sesuai dengan apa yang dilihat.

3. Memindahkan Air dengan Spons

Isi salah satu wadah dengan air, kemudian ajak anak menggunakan spons untuk menyerap air dan memindahkannya ke wadah yang kosong.

Anak perlu menggenggam dan meremas spons agar air keluar. Gerakan berulang tersebut dapat menjadi latihan sederhana untuk tangan dan jari.

4. Memindahkan Benda dengan Penjepit

Anak perlu membuka penjepit, menjepit benda, kemudian melepaskannya kembali. Gerakan tersebut membuat jari bekerja secara terarah sekaligus melatih koordinasi antara mata dan tangan.

5. Menyusun Puzzle dan Balok

Puzzle dan balok juga dapat dimanfaatkan untuk melatih motorik halus. Saat mengambil, memutar, mencocokkan, dan memasukkan kepingan puzzle, anak perlu mengontrol gerakan tangan dan jarinya.

6. Mengajak Anak Berkebun

Ajak anak memasukkan biji ke tanah, mengambil tanah dengan sekop kecil, memegang daun, atau menyiram tanaman. Berbagai gerakan tersebut membuat anak menggunakan tangan dan jarinya sekaligus melatih koordinasi mata dan tangan.

7. Libatkan Anak dalam Aktivitas Sehari-hari

Minta anak memasukkan pakaian ke keranjang, merapikan mainan, membuka dan menutup wadah, mencuci kaus kaki, atau mencoba menggunakan sendok sendiri. 

Kegiatan sederhana tersebut memberi anak kesempatan untuk menggunakan tangannya dalam situasi nyata.

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Jangan Panik Lihat Gigi Anak Berjarak, Ini yang Perlu Diketahui Orang Tua

Tidak Berkembang Sendiri

World Health Organization (WHO) dalam pedoman aktivitas fisik untuk anak usia di bawah lima tahun yang diterbitkan pada 2019 menekankan pentingnya aktivitas fisik sejak masa kanak-kanak awal.

WHO merekomendasikan anak usia 1–2 tahun melakukan aktivitas fisik setidaknya 180 menit sepanjang hari. 

Rekomendasi serupa berlaku untuk anak usia 3–4 tahun, dengan setidaknya 60 menit di antaranya berupa aktivitas dengan intensitas sedang hingga berat.

Artinya, stimulasi tidak harus selalu dilakukan dalam sesi khusus. Waktu bermain dan aktivitas sehari-hari juga dapat menjadi bagian dari kesempatan anak untuk bergerak dan mengembangkan keterampilannya.