Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menghentikan sementara pembangunan pusat data berbasis artificial intelligence (AI) milik BDx di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, setelah inspeksi mendadak pada Senin, 28 September 2026 menemukan perizinan proyek belum lengkap.

PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) belum keluar. Jangan dulu berjalan proyeknya. Berhentikan dulu pembangunannya,”

kata KDM dikutip dari akun Instagram @dedimulyadi71 pada Kamis, 1 Oktober 2026.

KDM kemudian meminta pembangunan tidak dilanjutkan sebelum seluruh persyaratan terpenuhi. 

Pilihan EditorAni Ratnasari

AI Ternyata Butuh Air, Ini yang Terjadi di Balik Layar Saat Kita Kirim Prompt

Ia juga meminta kajian AMDAL dibuka kepada publik agar masyarakat dapat mengetahui dampak yang mungkin ditimbulkan proyek tersebut. 

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian KDM ialah kebutuhan air. Ia meminta kebutuhan air pusat data dihitung sejak awal agar tidak mengganggu alokasi air Jatiluhur untuk masyarakat dan sektor pertanian.

Kebutuhan air proyek tersebut diproyeksikan mencapai sekitar 384 liter per detik atau sekitar 33 ribu meter kubik per hari ketika beroperasi pada kebutuhan penuh. 

Namun, pada tahap awal kebutuhannya diperkirakan sekitar 6.000 meter kubik per hari.

Sebelumnya, KDM hadir dalam seremoni groundbreaking AI Campus 2 (CGK4) BDx di Jatiluhur pada Selasa, 22 September 2026. Dalam proyek tersebut, pembangunan fasilitas pertama berkapasitas 120 MW telah dimulai.

Proyek CGK4 BDx memiliki nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun dan dirancang berkembang hingga kapasitas 640 MW. 

Kawasan tersebut direncanakan memiliki enam gedung, dengan pengembangan dilakukan secara bertahap selama sekitar tiga tahun. Fasilitas tahap awal ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027.

BDx juga telah mengamankan pasokan listrik sebesar 845 MVA dari PLN untuk proyek tersebut.