Grab Indonesia mulai menguji coba pengiriman makanan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone di Bali. Pilot project tersebut berlangsung selama tiga bulan dengan menggandeng SKYY Network, Nuanu Creative City, dan Café del Mar Bali untuk menguji model logistik hibrida yang menggabungkan pengiriman melalui udara dan darat.

CEO SKYY Network Rory Houston mengatakan proyek di Bali menjadi pengalaman berbeda bagi perusahaan karena teknologi tersebut digunakan untuk pengiriman makanan dan beroperasi di ruang udara terkendali yang berdekatan dengan lalu lintas penerbangan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali.

Bersama Nuanu Creative City, Café del Mar Bali, dan Grab Indonesia, kami menggunakan pilot project ini untuk memahami bagaimana pengiriman drone dapat dijalankan secara bertanggung jawab, aman, dan dengan cara yang melengkapi ekosistem pengiriman yang sudah ada,”

ujar Rory dikutip pada Senin, 5 Oktober 2026.

Dalam uji coba tersebut, pengiriman makanan dilakukan melalui rute terpilih antara Café del Mar Bali dan Nuanu. Pelanggan tetap melakukan pemesanan melalui aplikasi Grab, sementara merchant menyiapkan pesanan seperti biasa. 

Drone kemudian digunakan untuk mengangkut pesanan pada segmen rute tertentu.

Setelah pesanan tiba di titik akhir perjalanan drone, Mitra Pengemudi Grab tetap mengambil dan mengantarkannya hingga sampai ke tangan pelanggan. 

Dengan skema tersebut, drone tidak ditujukan untuk menggantikan peran Mitra Pengemudi, melainkan melengkapi proses pengiriman, khususnya pada rute yang memiliki tantangan geografis tertentu.

Bali Nusra Region Operational Head Grab Indonesia Prisca Yosevine menegaskan teknologi drone dalam proyek tersebut bukan ditujukan untuk menggantikan Mitra Pengemudi.

Teknologi ini hadir bukan untuk menggantikan Mitra Pengemudi kami, melainkan untuk melengkapi peran mereka dan membantu kami mengeksplorasi model logistik hibrida yang lebih efisien,”

kata Prisca.

Dari sisi operasional, SKYY Network menggunakan konsep BVLOS atau Beyond Visual Line of Sight, yakni penerbangan drone di luar jangkauan pandangan langsung operator. 

Setiap misi dipantau melalui SkyyOS, platform operasi milik SKYY Network yang memberikan informasi posisi drone dan lalu lintas udara secara real-time.

Pengoperasian drone tersebut berlangsung di ruang udara terkendali yang berdekatan dengan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Pilot project juga mengacu pada kerangka regulasi dan keselamatan yang berlaku, termasuk ketentuan Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Bali, dan Desa Adat setempat.

Prisca menuturkan keselamatan, kepatuhan terhadap regulasi, pengalaman pelanggan, serta peran Mitra Pengemudi tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi tersebut.

Pilot project selama tiga bulan ini akan digunakan untuk menguji kesiapan infrastruktur, kebutuhan operasional, keselamatan, pengalaman pengguna, serta integrasi drone dengan ekosistem pengiriman yang sudah ada.