Pernah makan lalapan lalu menemukan bunga putih atau merah di antara sayuran lainnya? Kalau iya, bisa jadi kamu sedang menikmati kembang turi.
Bentuknya memang terlihat sederhana, tetapi bunga yang satu ini sudah cukup akrab dengan berbagai hidangan tradisional Indonesia.
Kembang turi kerap hadir sebagai teman makan, mulai dari lalapan sampai pelengkap pecel dan urap. Rasanya yang sedikit pahit dengan tekstur khas memang nggak semua orang suka, tetapi bagi penggemarnya, justru rasa itulah yang bikin kembang turi punya karakter tersendiri.
Menariknya, kembang turi bukan sekadar pemanis di piring. Bunga ini merupakan bagian tanaman yang bisa dikonsumsi dan sudah lama dimanfaatkan dalam kuliner tradisional Indonesia.
Di balik rasanya yang khas, kembang turi juga mengandung sejumlah zat gizi dan senyawa alami yang menarik untuk diketahui. Melansir dari laman Halodoc pada 17 September 2026, berikut penjelasannya.
Kembang Turi
Kembang turi merupakan bunga dari tanaman turi dengan nama ilmiah Sesbania grandiflora. Tanaman ini termasuk keluarga polong-polongan atau Fabaceae dan banyak ditemukan di wilayah Asia, termasuk Indonesia.
Pohonnya dapat tumbuh di pekarangan, pinggir jalan, lahan pertanian, hingga pematang sawah.
Bunganya memiliki bentuk memanjang dan menyerupai kupu-kupu, dengan warna yang umumnya putih atau merah.
Di Indonesia, bunga turi putih lebih sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan karena rasanya cenderung lebih ringan. Tidak hanya bunganya, beberapa bagian lain dari tanaman turi seperti daun dan polong muda juga dapat dikonsumsi.
Kandungan Nutrisi
Kembang turi mengandung sejumlah zat gizi yang dapat melengkapi kebutuhan nutrisi sehari-hari. Bunga ini diketahui memiliki kandungan serat, vitamin, dan mineral seperti vitamin C, vitamin A, kalsium, serta zat besi.
Serat di dalamnya dapat membantu mendukung kesehatan sistem pencernaan, sementara vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi penting.
Selain zat gizi, kembang turi juga mengandung sejumlah senyawa fitokimia, seperti flavonoid, tanin, saponin, dan senyawa fenolik.
Beberapa senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan sehingga membuat kembang turi menarik untuk dikaji sebagai salah satu bahan pangan tradisional.
Manfaat bagi Kesehatan
Kandungan nutrisi dan senyawa alami di dalam kembang turi membuat bunga ini tidak hanya menarik sebagai bahan lalapan. Berikut beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari kandungan gizinya:
- Membantu memenuhi kebutuhan serat
Serat dalam kembang turi dapat membantu mendukung kesehatan sistem pencernaan dan menjaga kelancaran buang air besar.
- Mengandung senyawa antioksidan
Flavonoid dan senyawa fenolik dalam kembang turi memiliki aktivitas antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas.
- Menambah asupan vitamin dan mineral
Kembang turi mengandung sejumlah vitamin dan mineral, termasuk vitamin C, kalsium, zat besi, fosfor, dan kalium yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi.
- Memiliki senyawa bioaktif
Kembang turi mengandung senyawa seperti flavonoid, tanin, saponin, dan fenolik yang membuatnya menarik untuk dikaji dari sisi aktivitas biologisnya.
Cara Mengolah
Salah satu alasan sebagian orang kurang menyukai kembang turi adalah rasanya yang cenderung pahit. Namun, rasa tersebut dapat dikurangi dengan pengolahan yang tepat.
Sebelum dimasak, kembang turi dapat dicuci terlebih dahulu dan bagian yang dianggap menyebabkan rasa pahit dapat dibuang. Setelah itu, bunga bisa direbus atau dikukus sebentar sebelum disajikan sebagai lalapan.
Kembang turi yang sudah direbus juga dapat dicampurkan ke dalam pecel atau urap. Jika ingin rasa yang lebih kuat, bunga ini bisa ditumis bersama bawang, cabai, dan bumbu lainnya.
Dengan begitu, kembang turi tetap bisa dinikmati sebagai bahan pangan tradisional dengan cara pengolahan yang sesuai selera.








