Melihat anak seusianya tumbuh lebih tinggi, sementara si kecil terlihat lebih pendek, mungkin bikin orang tua mulai bertanya-tanya. 

Apalagi, istilah stunting sekarang semakin sering dibicarakan. Tapi, apakah anak yang bertubuh pendek otomatis mengalami stunting? Jawabannya, belum tentu. 

Tubuh pendek memang menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pertumbuhan anak, tetapi kondisi tersebut tidak cukup untuk langsung menyimpulkan bahwa seorang anak mengalami stunting.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional tercatat sebesar 19,8 persen. 

Angka ini menunjukkan bahwa persoalan gangguan pertumbuhan pada anak masih perlu mendapat perhatian, termasuk melalui pemantauan tumbuh kembang secara rutin.

Pilihan EditorSyifa Fauziah

Gerbang Sekolah Jadi Titik Rawan Penculikan, Anak Perlu Jurus Jaga Diri

Lantas, apa sebenarnya yang membedakan anak bertubuh pendek dengan stunting?

Pendek Belum Tentu Stunting

Melansir dari laman Halodoc pada 10 Februari 2023, anak yang memiliki tubuh lebih pendek dibandingkan teman seusianya belum tentu mengalami stunting.

Sebab, penentuan stunting tidak hanya dilihat dari tinggi badan secara kasatmata, tetapi berdasarkan hasil pengukuran tinggi atau panjang badan sesuai usia dan jenis kelamin menggunakan standar pertumbuhan anak.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang menyebabkan tinggi atau panjang badan anak berada di bawah standar untuk usianya. 

Karena itu, anak yang terlihat pendek perlu diperiksa pertumbuhannya terlebih dahulu sebelum dapat dikatakan mengalami stunting.

Apa Bedanya?

Perawakan pendek dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya genetik. 

Anak yang memiliki orang tua bertubuh pendek, misalnya, dapat memiliki kecenderungan tinggi badan yang mengikuti pola pertumbuhan keluarganya.

Sementara itu, stunting berkaitan dengan gangguan pertumbuhan yang dapat dipengaruhi oleh kekurangan gizi dalam jangka panjang, infeksi berulang, serta kondisi kesehatan dan lingkungan. Kondisi ini juga dapat berdampak pada perkembangan anak.

Jadi, tubuh pendek merupakan salah satu tanda yang perlu diperhatikan, tetapi tidak cukup untuk memastikan seorang anak mengalami stunting.

Cara Ketahui Stunting

Cara mengetahui kondisi pertumbuhan anak bukan dengan membandingkan tinggi badannya dengan anak lain secara kasatmata.

Tinggi atau panjang badan perlu diukur secara berkala, kemudian dibandingkan dengan standar pertumbuhan berdasarkan usia dan jenis kelamin.

Orang tua juga perlu memperhatikan berat badan, pola makan, perkembangan kemampuan, serta riwayat penyakit anak. 

Jika pertumbuhan anak terlihat melambat atau tinggi badannya jauh di bawah standar, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dapat membantu memastikan kondisinya.

Jangan Asal Sebut

Melihat anak yang bertubuh pendek kemudian langsung menyebutnya stunting dapat menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu.

Setiap anak memiliki pola pertumbuhan yang berbeda dan sebagian anak memang memiliki perawakan pendek karena faktor keturunan.

Meski begitu, bukan berarti kondisi tersebut boleh diabaikan. Pemantauan pertumbuhan tetap penting dilakukan secara rutin agar setiap gangguan pertumbuhan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Simpelnya, anak pendek belum tentu stunting. Yang lebih penting bukan sekadar melihat tinggi badan, tetapi memastikan pertumbuhannya dipantau dan diukur sesuai standar.