Maskara mungkin jadi salah satu makeup yang paling sering dipakai sehari-hari. Tinggal sapukan beberapa kali, bulu mata terlihat lebih lentik dan mata pun tampak lebih hidup. 

Karena itu, nggak sedikit orang yang tetap memakai maskara lama selama teksturnya masih terlihat normal. Padahal, kosmetik untuk area mata punya perhatian khusus. 

Pengalaman TikToker @fadilahusni, yang membagikan cerita soal infeksi mata hingga membutuhkan tindakan dokter setelah menggunakan maskara yang sudah kedaluwarsa, menjadi pengingat bahwa produk yang terlihat baik-baik saja belum tentu masih aman digunakan.

Maskara umumnya memiliki masa pakai yang relatif singkat setelah dibuka, tergantung petunjuk penggunaan dari produsennya. 

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Sering Ikat Rambut Terlalu Kencang? Kebiasaan Ini Bisa Picu Alopecia Traction

Lantas, kenapa maskara yang sudah terlalu lama digunakan bisa berisiko bagi kesehatan mata?

Jadi Tempat Bakteri

Maskara digunakan langsung di area sekitar mata dan aplikatornya berkali-kali keluar-masuk dari dalam kemasan. 

Kondisi tersebut membuat produk berpotensi terpapar udara, debu, kotoran, maupun mikroorganisme dari lingkungan dan area mata.

Seiring waktu, kontaminasi mikroba pada maskara dapat meningkat. Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Cosmetic Science pada 2013 menemukan adanya kontaminasi mikrobiologis pada sampel maskara yang diteliti. 

Karena itu, maskara yang sudah melewati masa penggunaan yang dianjurkan sebaiknya tidak lagi digunakan, meskipun teksturnya belum berubah atau produknya masih terlihat normal.

Bisa Memicu Masalah Mata

Penggunaan maskara yang terkontaminasi dapat meningkatkan risiko munculnya masalah pada mata. Terlebih, area mata termasuk bagian tubuh yang sensitif. 

American Academy of Ophthalmology juga mengingatkan bahwa bakteri dapat hidup pada makeup dan menyarankan untuk tidak menggunakan makeup mata saat mengalami infeksi.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain mata kemerahan, berair, terasa gatal, hingga muncul rasa tidak nyaman pada mata.

Namun, bukan berarti setiap orang yang menggunakan maskara kedaluwarsa pasti akan mengalami infeksi. 

Risikonya dapat dipengaruhi oleh kondisi produk dan tingkat kontaminasinya. Karena itu, semakin lama produk digunakan, semakin penting untuk memperhatikan masa pakainya dan kebersihannya.

Jangan Tunggu Maskara Berubah

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah baru membuang maskara ketika produk sudah berbau aneh, menggumpal, atau mengering.

Padahal, perubahan fisik bukan satu-satunya patokan untuk menentukan apakah kosmetik area mata masih layak digunakan. 

Produk yang sudah melewati masa penggunaan yang dianjurkan sebaiknya tidak dipertahankan hanya karena masih terlihat baik.

Kalau masa pakainya sudah lewat, lebih baik langsung dibuang dan diganti dengan produk baru. Jangan mempertahankannya hanya karena masih tersisa banyak atau merasa sayang membuangnya.

Cara Menggunakan Maskara dengan Aman

Untuk mengurangi risiko kontaminasi, ada beberapa kebiasaan yang bisa dilakukan saat menggunakan maskara:

  • Perhatikan masa pakai dan petunjuk penggunaan dari produsen.
  • Jangan menggunakan maskara yang sudah melewati masa pakainya.
  • Hindari berbagi maskara dengan orang lain.
  • Pastikan tangan dalam kondisi bersih sebelum menggunakan makeup.
  • Jangan menggunakan maskara jika produk sudah berubah bau, tekstur, atau warnanya.
  • Simpan kosmetik di tempat yang bersih dan sesuai petunjuk penyimpanan.
  • Jika setelah menggunakan maskara mata mengalami kemerahan, gatal, berair, atau keluhan lain, hentikan penggunaannya.

Pengalaman @fadilahusni menjadi pengingat bahwa kosmetik untuk mata nggak sebaiknya disimpan terlalu lama. 

Maskara yang masih terlihat baik belum tentu bebas dari kontaminasi, sehingga masa pakai dan kebersihan produk tetap perlu diperhatikan.

Simpelnya, kalau sudah waktunya dibuang, jangan sayang sama maskara. Mata jauh lebih penting.