Viral pernyataan anggota DPD RI asal Bali I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK) menanggapi perbedaan pelayanan terhadap turis lokal dan turis asing.

Polemik ini bermula dari pengakuan selebgram Ria Ricis yang merasa mendapat pelayanan kurang ramah ketika hendak menggunakan jasa helikopter di Bali. Dalam salah satu unggahan video, ia membandingkan sikap petugas yang dinilai lebih ramah dalam melayani turis asing alias bule daripada wisatawan lokal. 

Sembarang Mulut

Tapi alih-alih meredakan polemik, penjelasan AWK justru memancing reaksi keras dari warganet. Sebab, ia menyinggung kebiasaan turis asing yang disukai masyarakat Bali, yakni sering memberikan tip usai dilayani.

“Nah kalau bule-bule itu, mereka udah biasa memberikan tip. Mungkin itu penyebab secara psikologi, orang-orang lokal di Bali ini mungkin lebih exciting untuk melayani bule,”

kata AWK, dikutip dari akun Instagram @lambe_turah, Rabu, 7 Oktober 2026.

AWK juga menyinggung wisatawan lokal yang disebut jarang meninggalkan tip dan lebih sering menawar harga. Meski begitu, AWK menegaskan dirinya tidak bermaksud menyamaratakan semua turis lokal.

“Saya perhatikan beberapa tempat kalau orang lokal tidak pernah meninggalkan tip, bahkan mereka (turis lokal) juga jarang juga yang menawar harga mungkin terlalu tega,”

ujar dia.

Namun, ia juga mengungkapkan tidak membela bule dan tetap menganggap wisatawan lokal maupun asing harus mendapat perlindungan.

AWK juga menegaskan wisatawan asing yang datang secara legal tetap harus dilindungi dan turis asing yang bermasalah telah ditindak hingga dideportasi.

“Semua turis yang datang ke Indonesia, ke Bali, harus dilindungi undang-undang dan tidak ada diskriminasi,”

tegas dia.

Geram

Meski begitu penjelasan tersebut ternyata tidak begitu saja diterima oleh warganet. Sejumlah warganet mempertanyakan logika bahwa wisatawan harus memberikan tip agar mendapatkan pelayanan yang lebih ramah.

Salah satu komentar menyoroti bahwa keramahan seharusnya diberikan sejak awal, bukan setelah wisatawan memberikan uang tambahan.

“Gmn mau kasi tips klo dari awal gak ramah!”

kata @ilhamsongwriter.

Warganet lain juga membantah anggapan bahwa wisatawan lokal tidak terbiasa memberikan tip. Akun @shynta_bagwel bahkan meminta AWK melihat langsung kondisi di lapangan.

“Kata siapa turis ga pernah nawar? Makanya nyemplung dong ke lapangan,”

sindir dia.

Komentar lain bahkan mempertanyakan pernyataan AWK kepada isu yang lebih sensitif. Akun @garisuci menyindir soal dugaan keuntungan atau fee yang diterima pejabat.

“Harus kasih tips karena pejabatnya biasa terima fee,”

ucap dia.

Tak berhenti di situ, ada pula warganet yang menilai pernyataan AWK justru memperlihatkan keberpihakan kepada turis asing.

“Bukanya ngebela negara nya sendiri malah ngebela bule kan anjeeeng,”

kata @fahrulrisqi.

Sementara itu, seorang warganet memilih merespons polemik tersebut dengan nada berbeda.

“Coba guys, ajak bapak nya deeptalk. Kek nya lagi knp gtu deh dia,”

ucap @suciiamoy.