Talenan mungkin termasuk peralatan dapur yang kelihatannya sepele, tapi hampir setiap hari punya “tugas” penting.
Mulai dari memotong sayuran, buah, bumbu, sampai daging mentah, semuanya bisa berakhir di atas talenan yang sama.
Nah, masalahnya muncul ketika satu talenan digunakan untuk berbagai jenis bahan makanan tanpa dibersihkan dengan benar.
Bakteri dari bahan makanan mentah bisa berpindah ke makanan lain dan menyebabkan kontaminasi silang.
Belum lagi kalau talenan sudah penuh bekas goresan pisau atau permukaannya mulai rusak. Jadi, sebenarnya lebih higienis mana, talenan kayu atau plastik?
Merangkum dari berbagai sumber, berikut hal yang perlu diketahui sebelum memilih talenan untuk kebutuhan dapur.
Talenan Kayu
Talenan kayu sering dianggap kurang higienis karena memiliki permukaan berpori. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kayu justru memiliki kemampuan alami dalam menghambat pertumbuhan bakteri.
Bakteri yang masuk ke dalam pori-pori kayu cenderung tidak bertahan lama dan dapat mati.
Jenis kayu keras seperti maple dan beech juga memiliki permukaan yang cukup padat sehingga lebih sulit menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Meski begitu, talenan kayu tetap harus dicuci menggunakan sabun dan air setelah digunakan. Talenan juga sebaiknya segera dikeringkan dan tidak direndam terlalu lama.
Talenan Plastik
Berbeda dengan kayu, talenan plastik memiliki permukaan yang tidak berpori sehingga relatif mudah dibersihkan. Beberapa jenisnya juga dapat dicuci menggunakan mesin pencuci piring.
Namun, penggunaan pisau secara terus-menerus dapat meninggalkan goresan pada permukaan plastik. Goresan yang semakin dalam dapat menjadi tempat bakteri bertahan dan sulit dibersihkan secara menyeluruh.
Karena itu, talenan plastik yang sudah memiliki banyak goresan dalam sebaiknya diganti untuk mengurangi risiko kontaminasi.
Mana yang Lebih Aman?
Penggunaan satu talenan untuk daging mentah dan sayuran dapat menyebabkan kontaminasi silang jika talenan tidak dicuci terlebih dahulu.
Sejumlah penelitian yang membandingkan talenan kayu dan plastik juga menunjukkan bahwa kayu memiliki kemampuan menghambat perpindahan bakteri dalam kondisi tertentu.
Meski demikian, bukan berarti talenan kayu bebas dari bakteri atau selalu lebih aman daripada plastik. Cara membersihkan dan kondisi talenan tetap menjadi faktor penting.
Kalau memungkinkan, gunakan talenan berbeda untuk daging mentah dan bahan makanan yang langsung dikonsumsi. Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko kontaminasi silang di dapur.
Tips Menjaga Talenan
Apa pun jenis talenan yang digunakan, kebersihannya tetap perlu diperhatikan. Beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu:
- Cuci talenan segera setelah digunakan dengan sabun dan air.
- Gunakan talenan terpisah untuk daging mentah dan sayuran.
- Keringkan talenan kayu setelah dicuci dan jangan merendamnya terlalu lama.
- Oleskan minyak khusus talenan secara berkala agar talenan kayu tidak mudah kering dan retak.
- Ganti talenan plastik jika sudah memiliki banyak goresan atau permukaan yang rusak.
Pilih yang Mana?
Talenan kayu maupun plastik sebenarnya dapat digunakan dengan aman selama dirawat dan dibersihkan dengan tepat.
Talenan kayu unggul dari sisi daya tahan dan lebih ramah terhadap ketajaman pisau, sedangkan talenan plastik lebih praktis dibersihkan.
Jadi, daripada hanya berfokus pada bahan talenan, kondisi permukaan, kebersihan, serta kebiasaan memisahkan talenan untuk bahan mentah dan matang juga penting untuk mencegah kontaminasi silang.
Simpelnya, bukan cuma soal kayu atau plastik. Talenan yang bersih, tidak rusak, dan digunakan dengan cara yang tepat justru menjadi kunci menjaga makanan tetap aman.








