Pakai headset sambil dengerin musik, nonton film, atau scroll berbagai konten memang sudah jadi kebiasaan banyak orang. 

Tinggal pasang, pilih video atau lagu favorit, lalu dunia sekitar seolah bisa “dimatikan” sebentar.

Tapi, pernah nggak kamu baru sadar sudah berjam-jam pakai headset? Apalagi kalau volumenya cukup kencang karena sedang berada di tempat ramai. 

Kebiasaan seperti ini ternyata perlu diperhatikan karena telinga juga butuh waktu untuk beristirahat.

Gangguan pendengaran memang tidak selalu terjadi karena paparan suara ekstrem seperti mesin atau ledakan. 

Kebiasaan mendengarkan musik, menonton film, atau menikmati berbagai konten melalui headset dengan volume terlalu tinggi dan durasi yang lama juga dapat berdampak pada kesehatan telinga.

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Maskara Kedaluwarsa Bisa Berisiko untuk Mata, Picu Masalah Ini…

Headset memang memberikan kenyamanan karena suara dari ponsel atau perangkat lain dapat didengarkan tanpa terlalu terganggu suara di sekitar. 

Namun, penggunaan yang terlalu sering dan tidak memperhatikan volume maupun durasi dapat meningkatkan risiko berbagai masalah pada telinga dan pendengaran.

Menyebabkan Gangguan Pendengaran

Melansir dari laman Kementerian Kesehatan RI pada 22 September 2022, salah satu risiko penggunaan headset adalah noise-induced hearing loss (NIHL), yaitu gangguan pendengaran yang terjadi akibat paparan suara keras.

Risikonya tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi volume suara, tetapi juga berapa lama dan seberapa sering telinga terpapar suara tersebut.

Suara yang terlalu keras dapat menyebabkan sel-sel rambut di koklea atau bagian telinga dalam rusak. Sel-sel tersebut dapat mengalami penurunan fungsi dalam jangka panjang.

Tinnitus

Tinnitus ditandai dengan munculnya suara seperti denging, dengung, atau bunyi lain di telinga meskipun tidak ada sumber suara dari luar.

Kerusakan pada sel-sel rambut di koklea dapat berperan dalam munculnya tinnitus. 

Kebiasaan mendengarkan musik menggunakan headset selama berjam-jam dengan volume tinggi juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko kondisi tersebut.

Pada sebagian orang, suara yang sebenarnya dianggap biasa dapat terasa terlalu keras atau mengganggu ketika mengalami kondisi ini.

Penumpukan Kotoran Telinga

Penggunaan headset juga perlu memperhatikan kebersihan perangkat. Headset yang digunakan secara bergantian dengan orang lain dapat menjadi media perpindahan bakteri dari satu telinga ke telinga lainnya.

Selain itu, perangkat yang digunakan dalam waktu lama dan ditempatkan dekat atau di dalam liang telinga dapat mengurangi sirkulasi udara.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan kelembapan dan membuat lingkungan telinga lebih mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri, serta berkontribusi terhadap penumpukan kotoran telinga.

Nyeri Telinga dan Pusing

Headset yang digunakan terlalu lama atau tidak terpasang dengan nyaman juga dapat menyebabkan rasa sakit pada telinga. Tekanan dari perangkat yang terlalu erat dapat membuat bagian telinga terasa nyeri atau tidak nyaman.

Selain nyeri, sebagian orang juga dapat merasakan pusing setelah menggunakan headset dalam waktu lama, terutama ketika terpapar suara dengan volume tinggi.

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Sering Ikat Rambut Terlalu Kencang? Kebiasaan Ini Bisa Picu Alopecia Traction

Karena itu, rasa tidak nyaman seperti nyeri atau pusing sebaiknya tidak diabaikan dan dapat menjadi tanda bahwa telinga membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Cara Aman Pakai Headset

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan agar penggunaan headset tetap nyaman tanpa mengabaikan kesehatan telinga:

  • Atur volume suara. Gunakan volume pada tingkat yang nyaman dan hindari mendengarkan suara terlalu keras dalam waktu lama.
  • Batasi durasi penggunaan. Berikan waktu istirahat bagi telinga, terutama setelah menggunakan headset dalam waktu cukup lama.
  • Hindari menggunakan headset di tempat bising. Suasana yang bising dapat membuat seseorang tanpa sadar menaikkan volume untuk mendengar suara dengan lebih jelas.
  • Jangan gunakan headset saat tidur. Penggunaan selama berjam-jam dapat membuat telinga terus terpapar suara sekaligus menimbulkan tekanan dan rasa tidak nyaman.
  • Jaga kebersihan headset. Bersihkan perangkat secara berkala, terutama setelah digunakan saat berkeringat atau dipakai bergantian dengan orang lain.
  • Pastikan headset terpasang dengan nyaman. Hindari penggunaan perangkat yang terlalu ketat atau menekan telinga.
  • Perhatikan keluhan pada telinga. Jika mengalami telinga berdenging terus-menerus, kesulitan mendengar, nyeri, atau keluhan pendengaran lainnya, hentikan sementara penggunaan headset dan periksakan diri kepada tenaga kesehatan.

Dengan memperhatikan volume, durasi, kebersihan, dan kenyamanan saat menggunakan headset, risiko gangguan pada telinga dan pendengaran dapat diminimalkan.

Simpelnya, headset tetap boleh dipakai untuk menemani aktivitas sehari-hari, tetapi jangan sampai terlalu asyik mendengarkan sampai lupa memberi waktu telinga untuk beristirahat.