Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Dugaan Rumah Dinas TNI Jadi Sarang Judol: Warganet Tunggu Drama Klarifikasi

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bakal menindak tegas jika ada anggota TNI aktif yang terbukti memfasilitasi rumah dinas untuk judol.

Ilustrasi rumah dinas TNI jadi sarang judol.
Ilustrasi rumah dinas TNI jadi sarang judol. (Dibuat oleh AI)

Bukan ruko, bukan warnet, apalagi gudang kosong. Sebuah rumah dinas TNI AD di KPAD Cijantung, Jakarta Timur, diduga dijadikan markas judi online (judol).

Rumah tersebut merupakan fasilitas dinas yang ditempati Kasi Intel Gartap 1 Jakarta Letkol Inf Arman Jab. Dari lokasi tersebut personel Kodim 0505/Jakarta Timur beserta unsur kewilayahan menangkap 11 warga sipil, serta menyita 32 komputer, 14 ponsel, dan 9 KTP.

Penggerebekan ini dilakukan pada Minggu, 4 Oktober 2026, setelah warga melapor ada aktivitas mencurigakan di salah satu rumah KPAD Cijantung.

Iklan

Kasus ini tentu langsung membuat publik bertanya mengenai regulasi rumah dinas yang ditepati seorang perwira bisa digunakan sebagai tempat operasional para operator judol.

Muncul dugaan rumah tersebut disewakan kepada pihak sipil. Namun, Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas mengatakan pihaknya masih mendalami keterlibatan Letkol Inf Arman Jab dalam aktivitas judol dan memeriksa sejumlah pihak, termasuk anggota TNI.

“Terduga sedang menjalani pemeriksaan,”

ujar Nas.

Para operator yang dibekuk sempat diperiksa di Detasemen Polisi Militer TNI sebelum diserahkan kepada Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

TNI AD juga memastikan dugaan penyalahgunaan fasilitas dinas tidak akan dibiarkan begitu saja. KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bakal menindak tegas jika ada anggota TNI aktif yang terbukti memfasilitasi rumah dinas untuk aktivitas judol.

Hmm.. Aneh Sekali?

Nah, rumah dinas inilah yang kemudian bikin warganet ramai-ramai angkat suara. Banyak yang bukan cuma menyoroti 11 operator judol, tetapi justru mempertanyakan dugaan rumah dinas tersebut bisa disewakan kepada orang sipil.

“Rumah dinas kan fasilitasnya perwira kaya kok menyewakan rumah dinasnya?”

tanya akun Instagram @dwicahyono_fajar, dikutip pada 8 Oktober 2026.

Komentar lain bahkan menyebut dugaan penyewaan tersebut sejak awal sudah menimbulkan tanda tanya.

“Masa rumah dinas milik negara dikontrakan ke orang sipil. Dari sini aja udah janggal,”

ujar @james.yehezkiel.

Sementara itu, @utamiyuliyarni menyentil dugaan penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.

“Masih kurang kenyang makan uang rakyat rumah dinas disewakan, manusia tdk ada rasa bersyukurnya…..ya begini…”

kata dia.

Warganet bahkan menyindir kemungkinan munculnya klarifikasi setelah kasus tersebut ramai diberitakan.

“Nanti pasti klarifikasi itu warnet dan game online…kita lihat drama selanjutnya,”

sindir @chandra.fitrya.

Ada pula yang mengaitkan kasus tersebut dengan dugaan penyalahgunaan fasilitas untuk aktivitas ilegal lain.

“Rumahnya di pakai markas judol, gudangnya dipakai naro kendaraan bodong,”

ujar @dommywaiyari.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Internship

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.