Kalau biasanya kita baru kepikiran memeriksakan kesehatan ketika badan mulai terasa nggak enak, sebenarnya ada cara yang lebih sederhana melakukan pemeriksaan rutin sebelum muncul keluhan.
Pemeriksaan dasar bisa menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi tubuh sekaligus mengenali adanya risiko kesehatan yang mungkin selama ini nggak disadari.
Hal inilah yang coba didorong melalui program Pojok Sehat HJ55 yang digelar PT Hexpharm Jaya (HJ) di 55 titik apotek dengan melibatkan 55 apoteker internal HJ.
Iklan
Program tersebut menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis di apotek mitra HJ untuk membantu masyarakat melakukan deteksi dini risiko penyakit.
Group Business Head PT Hexpharm Jaya Sri Wiyanti Cahya mengatakan skrining kesehatan dasar secara rutin dapat membantu masyarakat memantau kondisi tubuh sekaligus mengenali risiko kesehatan lebih awal.
Lewat kolaborasi 55 titik lokasi apotek dan 55 apoteker internal HJ ini, kami berharap dapat membantu mengedukasi masyarakat untuk melakukan deteksi dini,”
ujar Sri dalam keterangan tertulis, pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Lantas, pemeriksaan gratis apa saja yang bisa masyarakat lakukan di apotek mitra HJ?
1. Cek Tekanan Darah
Pemeriksaan tekanan darah menjadi salah satu pemeriksaan dasar yang penting dilakukan secara berkala.
Hasil pengukuran dapat memberikan gambaran mengenai tekanan darah seseorang dan membantu mengenali kondisi yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.
Apalagi, tekanan darah tinggi kerap tidak menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, seseorang bisa saja tidak menyadari adanya masalah tekanan darah sebelum melakukan pemeriksaan.
2. Cek Gula Darah
Pemeriksaan gula darah juga menjadi bagian dari skrining dasar yang bisa dilakukan dalam program Pojok Sehat HJ55.
Pemeriksaan ini dapat membantu mengetahui kondisi kadar gula dalam darah dan menjadi salah satu langkah untuk mengenali risiko gangguan metabolisme.
Apabila hasil pemeriksaan berada di luar batas normal, bukan berarti seseorang otomatis mengalami penyakit tertentu.
Namun, kondisi tersebut dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan sesuai dengan kondisi masing-masing.
3. Cek Asam Urat
Cek asam urat juga dapat memberikan gambaran mengenai kadar asam urat dalam darah.
Kadar yang tinggi dapat berkaitan dengan risiko masalah kesehatan tertentu, meski hasil pemeriksaan tetap perlu dilihat bersama kondisi dan keluhan seseorang.
Pemeriksaan secara berkala dapat membantu seseorang mengetahui perubahan kondisi tubuh sehingga tidak hanya mengandalkan munculnya gejala sebagai tanda untuk memeriksakan diri.
4. Cek Kolesterol
Pemeriksaan berikutnya adalah kolesterol. Pemeriksaan ini penting karena kadar kolesterol yang tidak terkontrol dapat berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular.
Sebagian gangguan kadar kolesterol tidak selalu menimbulkan gejala. Karena itu, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi kadar kolesterol dalam tubuh.
Ada Edukasi Penggunaan Obat
Selain skrining, Pojok Sehat HJ55 juga memberikan edukasi melalui Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat).
Edukasi tersebut mencakup cara mengonsumsi, menyimpan, hingga membuang obat dengan benar.
COO Apotek Roxy Feri Rahman Saputra mengatakan kehadiran program kesehatan di apotek dapat mendekatkan masyarakat dengan informasi dan layanan kesehatan yang dibutuhkan.
“Kehadiran program kesehatan di apotek dapat semakin mendekatkan masyarakat dengan informasi dan layanan yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan,” tutur Feri.
Sementara itu, perwakilan apoteker dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Barat Karuma Barza Afida menilai kedekatan apoteker dengan masyarakat dapat dimanfaatkan untuk memperkuat edukasi kesehatan, termasuk mengenai penggunaan obat yang tepat.
“Sehingga, apoteker dapat terus memaksimalkan pengabdiannya kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan pemahaman mengenai penggunaan obat yang benar,” kata Karuma.
Melalui pemeriksaan dasar tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui kondisi tubuh ketika sudah muncul keluhan. Skrining dapat menjadi langkah awal untuk mengenali adanya risiko kesehatan dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Simpelnya, nggak harus menunggu sakit dulu untuk mulai memperhatikan kondisi tubuh. Pemeriksaan rutin bisa menjadi langkah sederhana untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh.