Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Hati-hati! Suka Minum Kopi dengan Banyak Gula dan Krimer? Kebiasaan Ini Bisa Berdampak pada Kesehatan

Jika kebiasaan ini berlangsung dalam jangka panjang dan tidak diimbangi pola hidup sehat, risiko gangguan metabolik pun dapat meningkat.

Ilustrasi kopi salah satu minuman berkafein
Ilustrasi kopi salah satu minuman berkafein (Foto: unsplash Nathan Dumlao)

Kopi sudah menjadi teman sehari-hari bagi banyak orang, mulai dari menemani sarapan sampai membantu tetap fokus saat bekerja. 

Apalagi, pilihan kopi sekarang makin beragam, dengan tambahan gula, sirup, susu, hingga krimer yang membuat rasanya lebih manis dan creamy.

Namun, ada hal yang perlu diperhatikan di balik segelas kopi favorit. Penambahan gula, sirup, dan krimer secara berlebihan bisa meningkatkan asupan gula serta kalori harian. 

Iklan

Jika kebiasaan ini berlangsung dalam jangka panjang dan tidak diimbangi pola hidup sehat, risiko gangguan metabolik pun dapat meningkat.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Widya Khairunnisa Sarkowi, mengatakan bahwa saat mengonsumsi kopi, masyarakat tidak hanya perlu memperhatikan jumlah kafein, tetapi juga bahan tambahan yang digunakan. 

Pilihan EditorRedifka Akbar

Cuma Hirup Lima Menit, Aroma Kopi Ternyata Bisa Mengubah Suasana Hati

Kopi yang dicampur banyak gula, sirup, krimer, atau susu tinggi kalori dapat memberikan tambahan energi yang cukup besar.

Asupan gula dan kalori berlebih, terutama jika berlangsung dalam jangka panjang, dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan dan risiko gangguan metabolik. 

Kondisi tersebut juga berkaitan dengan resistensi insulin, yaitu ketika sel-sel tubuh tidak merespons insulin secara optimal sehingga pengaturan kadar gula darah menjadi terganggu.

Karena itu, manfaat kopi bagi kesehatan tidak bisa dilepaskan dari cara mengonsumsinya. Memilih kopi dengan sedikit atau tanpa gula tambahan dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengendalikan asupan kalori harian.

Menjaga Kesehatan Hati Tak Cukup dengan Minum Kopi

Widya menegaskan bahwa menjaga kesehatan hati tidak cukup hanya dengan mengandalkan konsumsi kopi.

Pola makan bergizi seimbang, pengendalian berat badan, dan aktivitas fisik tetap menjadi fondasi utama untuk menjaga fungsi organ tersebut.

Fondasi utama kesehatan hati tetap melalui menjaga berat badan sehat, makan bergizi seimbang, berolahraga rutin, membatasi alkohol, serta mengontrol diabetes, kolesterol, dan penyakit metabolik lainnya,”

katanya dikutip dari laman IPB University, Jumat, 9 Oktober 2026.

Ia menambahkan, penurunan berat badan sekitar 5–10 persen pada orang yang mengalami kelebihan berat badan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan hati.

Dengan demikian, kebiasaan minum kopi perlu disertai pengaturan bahan tambahan dan pola hidup sehat secara menyeluruh. 

Membatasi gula serta krimer tinggi kalori menjadi salah satu langkah untuk mengurangi asupan energi berlebih, sekaligus mendukung upaya menjaga kesehatan metabolik dan hati.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar