Pernah merasa mata pegal, kering, atau pandangan mendadak buram setelah berjam-jam menatap layar HP dan laptop?
Keluhan seperti ini cukup sering dialami, terutama oleh orang yang sehari-harinya banyak bekerja, belajar, atau menikmati hiburan lewat perangkat digital.
Kondisi tersebut dikenal sebagai digital eye strain (DES), yaitu kumpulan keluhan mata akibat penggunaan perangkat digital. Gejalanya bisa berupa mata lelah, kering, sakit kepala, hingga penglihatan buram.
Iklan
Salah satu cara sederhana untuk membantu mengurangi keluhan tersebut adalah menerapkan metode 20-20-20. Caranya mudah dan bisa dilakukan di sela-sela aktivitas tanpa membutuhkan alat khusus.
Apakah Terlalu Lama Menatap Layar Bisa Memicu Mata Minus?
Kebiasaan menatap layar terus-menerus dapat memicu kelelahan mata. Sementara itu, aktivitas melihat dekat secara intensif juga dikaitkan dengan risiko miopia atau rabun jauh, terutama pada anak-anak dan remaja.
Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa sekitar 23,74 persen anak dan remaja berusia 11–20 tahun di Indonesia mengalami miopia.
Angka tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan mata sejak usia sekolah, terutama ketika aktivitas belajar dan keseharian semakin banyak melibatkan perangkat digital.
Namun, kelelahan mata akibat menatap layar tidak sama dengan mata minus.
Metode 20-20-20 dapat membantu mengurangi keluhan mata lelah, tetapi tidak bisa dijadikan jaminan untuk mencegah atau mengatasi miopia.
Apa Itu Metode 20-20-20?
Metode 20-20-20 merupakan aturan sederhana untuk mengistirahatkan mata saat menggunakan perangkat digital.
Caranya, setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik.
Kebiasaan ini memberikan kesempatan bagi mata untuk beristirahat setelah terus-menerus berfokus pada objek dalam jarak dekat.
Metode tersebut juga mudah diterapkan saat bekerja, belajar, maupun menggunakan gawai untuk aktivitas sehari-hari.
Mengapa Mata Perlu Diistirahatkan?
Menatap layar terlalu lama dapat membuat mata bekerja lebih keras untuk mempertahankan fokus. Selain itu, frekuensi berkedip cenderung berkurang ketika seseorang berkonsentrasi pada layar.
Akibatnya, permukaan mata lebih mudah kering dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Keluhan digital eye strain dapat berupa mata lelah, mata kering atau berair, sakit kepala, penglihatan buram, serta nyeri di area leher dan bahu.
Jika dibiarkan mengganggu aktivitas, keluhan tersebut dapat memengaruhi kenyamanan dan produktivitas, baik saat belajar maupun bekerja.
Karena itu, memberikan jeda secara berkala menjadi kebiasaan sederhana yang patut diterapkan.
Cara Menerapkan Metode 20-20-20
Agar lebih mudah dilakukan secara konsisten, metode 20-20-20 bisa diterapkan melalui langkah-langkah berikut.
Istirahat setiap 20 menit. Hentikan sejenak aktivitas menatap layar. Anda bisa memasang pengingat agar tidak lupa mengambil jeda.
Alihkan pandangan sejauh 6 meter. Pilih objek yang cukup jauh, seperti pohon di luar jendela atau bangunan di kejauhan.
Lakukan selama 20 detik. Biarkan mata beristirahat dari aktivitas melihat layar dalam jarak dekat.
Berkedip secara menyeluruh. Biasakan berkedip dengan lengkap untuk membantu menjaga kelembapan permukaan mata.
Apakah Metode 20-20-20 Efektif?
Metode 20-20-20 banyak direkomendasikan untuk membantu mengurangi keluhan mata akibat penggunaan perangkat digital.
Mengambil jeda singkat secara berkala dan mengalihkan pandangan ke objek jauh dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan setelah menatap layar dalam waktu lama.
Meski begitu, metode ini bukan jaminan untuk mencegah semua gangguan mata, termasuk miopia.
Menjaga jarak pandang yang nyaman, mengatur pencahayaan ruangan, serta membatasi penggunaan layar yang tidak diperlukan juga dapat membantu menjaga kenyamanan mata.
Jika keluhan terus berulang, semakin berat, atau penglihatan tetap buram, sebaiknya periksakan mata ke tenaga kesehatan.
Simpelnya, jangan tunggu mata terasa pegal baru mengambil jeda. Dengan menerapkan metode 20-20-20 secara rutin, Anda bisa memberi mata waktu beristirahat di tengah kesibukan menatap layar.