Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Nasi Cepat Basi Padahal Baru Dimasak? Ini 7 Tips agar Lebih Tahan Lama

Karena itu, jangan hanya mengandalkan aroma, tampilan, atau proses pemanasan untuk menentukan apakah nasi masih aman dikonsumsi.

Ilustrasi Nasi.
Ilustrasi Nasi. Foto: Unsplash/Pille R. Priske

Pernah masak nasi untuk makan sekeluarga, tetapi baru beberapa jam sudah berbau tak sedap? Rasanya pasti menyebalkan, apalagi kalau nasi yang dimasak masih banyak dan sayang kalau harus dibuang.

Nasi yang cepat basi bisa dipengaruhi beberapa hal, mulai dari kebersihan saat memasak, kontaminasi bakteri, hingga cara penyimpanan yang kurang tepat. Jadi, bukan cuma soal takaran air atau jenis beras yang digunakan, ya!

Supaya nasi tetap enak dan aman dikonsumsi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, baik saat memasak maupun menyimpannya. Merangkum dari berbagai sumber, berikut tips yang bisa diterapkan di rumah.

Iklan

Tips Memasak Nasi agar Tidak Cepat Basi

  1. Cuci Beras hingga Bersih

    Sebelum dimasak, cuci beras sebanyak 2–3 kali menggunakan air bersih untuk menghilangkan debu dan kotoran. Pastikan tangan serta peralatan memasak juga dalam kondisi bersih agar risiko kontaminasi bisa diminimalkan.

    2. Gunakan Takaran Air yang Tepat

      Sesuaikan jumlah air dengan jenis beras dan petunjuk penggunaan rice cooker. Air yang terlalu banyak bisa membuat nasi lembek, sedangkan air yang terlalu sedikit membuat nasi menjadi keras.

      Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

      Sering Cuci Telur Sebelum Masuk Kulkas? Ternyata Ada Risiko yang Perlu Diwaspadai

      Meski begitu, takaran air yang tepat lebih berpengaruh pada tekstur nasi, bukan menjadi jaminan nasi akan lebih tahan lama.

      3. Tambahkan Sedikit Perasan Jeruk Nipis

        Sebagian orang menambahkan sedikit perasan jeruk nipis atau lemon sebelum memasak nasi. Cara ini dipercaya bisa membantu menjaga warna nasi tetap cerah.

        Namun, penambahan jeruk nipis atau lemon belum terbukti menjamin nasi lebih tahan lama. Kebersihan saat memasak dan cara penyimpanan tetap menjadi faktor penting untuk menjaga keamanan nasi.

        4. Tambahkan Daun Pandan

          Ingin nasi beraroma lebih harum? Anda bisa memasukkan satu atau dua lembar daun pandan yang sudah dicuci dan disimpulkan sebelum memasak.

          Daun pandan dapat memberikan aroma khas pada nasi. Namun, fungsinya bukan sebagai pengawet, sehingga nasi tetap perlu disimpan dengan cara yang benar.

          5. Aduk Nasi Setelah Matang

            Setelah nasi matang, aduk perlahan menggunakan centong bersih agar uap panas keluar dan teksturnya lebih merata.

            Jika nasi tidak langsung dikonsumsi, jangan membiarkannya terlalu lama pada suhu ruang. Nasi yang sudah matang tetap berisiko ditumbuhi bakteri jika dibiarkan dalam kondisi yang tidak tepat.

            6. Bersihkan Tutup Rice Cooker

              Bagian dalam tutup dan penampung air pada rice cooker juga perlu dibersihkan secara rutin. Tetesan air yang terkumpul bisa jatuh kembali ke nasi dan membuat permukaannya terlalu basah.

              Pastikan seluruh komponen dibersihkan sesuai petunjuk penggunaan alat. Kebersihan rice cooker penting untuk membantu mengurangi risiko kontaminasi.

              7. Jangan Menyimpan Nasi Terlalu Lama

                Mode warm pada rice cooker tidak berarti nasi bisa disimpan tanpa batas waktu. Jika nasi tidak akan segera dikonsumsi, pindahkan ke wadah bersih dan dangkal, lalu simpan di lemari es secepatnya.

                Sebagai panduan keamanan pangan, nasi sebaiknya didinginkan dan dimasukkan ke lemari es maksimal dua jam setelah matang. Jika suhu lingkungan sangat panas, sekitar di atas 32°C, batas waktunya menjadi satu jam.

                Pada suhu lemari es sekitar 4°C atau lebih rendah, nasi matang umumnya dapat disimpan selama 3–4 hari. Panduan penyimpanan ini sejalan dengan rekomendasi keamanan pangan dari USDA dan CDC.

                Kenapa Nasi Bisa Cepat Basi?

                Salah satu bakteri yang perlu diwaspadai pada nasi matang adalah Bacillus cereus. Bakteri ini dapat ditemukan pada beras dan berpotensi berkembang biak ketika nasi matang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang.

                Bakteri tersebut dapat menyebabkan keracunan makanan. Hal yang perlu diperhatikan, sebagian racun yang sudah terbentuk tidak bisa dihilangkan hanya dengan memanaskan nasi kembali.

                Karena itu, jangan hanya mengandalkan aroma, tampilan, atau proses pemanasan untuk menentukan apakah nasi masih aman dikonsumsi.

                Jika nasi sudah berbau tidak sedap atau diduga disimpan dengan cara yang tidak aman, sebaiknya jangan dikonsumsi.

                Simpelnya, nasi yang tahan lama bukan cuma soal menambahkan bahan tertentu saat memasak. Menjaga kebersihan, menggunakan peralatan yang bersih, dan menyimpan nasi pada suhu yang tepat merupakan langkah penting agar nasi tetap aman dikonsumsi.

                Iklan

                Topik terkait

                Penulis dan penyunting

                • Reporter

                  Seorang jurnalis, penulis, dan peneliti asal Indonesia lulusan Universitas Esa Unggul.

                • Asisten Redaktur

                  Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar