Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Anak Sering Main HP? Coba Perbanyak Green Time Ini untuk Bantu Jaga Kesehatan Mata

Orang tua juga dapat mengatur waktu penggunaan gawai untuk hiburan agar tidak menggantikan aktivitas fisik dan waktu bermain di luar rumah.

Ilustrasi Anak Nonton di Handpone.
Ilustrasi Anak Nonton di Handpone. Foto: Unsplash/Ron Sinda

Anak-anak zaman sekarang bisa menghabiskan banyak waktu di depan layar, mulai dari belajar lewat laptop, bermain gim di ponsel, hingga menonton video favorit. 

Kalau tidak diatur, kebiasaan ini bisa membuat mata terus-menerus berfokus pada objek dalam jarak dekat.

Padahal, menjaga kesehatan mata bukan hanya soal mengurangi waktu bermain gawai. Anak juga perlu punya waktu untuk bergerak, bermain, dan beraktivitas di luar ruangan. 

Iklan

Kebiasaan ini dikenal sebagai green time atau waktu yang dihabiskan di luar ruangan, terutama di lingkungan terbuka hijau.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan berkaitan dengan penurunan risiko terjadinya miopia atau rabun jauh pada anak. 

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Mata Sering Pegal setelah Main HP? Coba Aturan 20-20-20 yang Gampang Dilakukan

Karena itu, menyeimbangkan waktu di depan layar dengan aktivitas luar ruangan bisa menjadi salah satu langkah untuk menjaga kesehatan mata sejak dini.

Terlalu Lama Menatap Layar Bisa Membuat Mata Lelah

Menatap layar terlalu lama dapat menyebabkan digital eye strain atau ketegangan mata digital. 

Kondisi ini bisa menimbulkan sejumlah keluhan, seperti mata kering, penglihatan kabur sementara, sakit kepala, hingga rasa tidak nyaman pada mata.

Menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), seseorang cenderung lebih jarang berkedip ketika menatap layar digital. Akibatnya, air mata lebih cepat menguap sehingga mata terasa kering dan tidak nyaman.

Selain itu, aktivitas melihat jarak dekat secara berkepanjangan, termasuk penggunaan gawai, juga menjadi salah satu faktor yang diteliti berkaitan dengan perkembangan miopia pada anak. 

Durasi penggunaan, jarak pandang, kebiasaan mengambil jeda, dan waktu yang dihabiskan di luar ruangan perlu diperhatikan.

Meski begitu, mata lelah dan miopia merupakan dua kondisi yang berbeda. Mata lelah akibat penggunaan layar tidak otomatis berarti seseorang mengalami rabun jauh.

Apa Itu Green Time dan Mengapa Penting?

Manfaat green time bagi kesehatan mata bukan semata-mata berasal dari warna hijau pepohonan. 

Hal yang lebih penting adalah kesempatan untuk mendapatkan paparan cahaya alami dan mengurangi aktivitas melihat objek dalam jarak dekat secara terus-menerus.

International Myopia Institute (IMI) menjelaskan bahwa menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan merupakan salah satu langkah yang dapat membantu mengurangi risiko timbulnya miopia pada anak.

Paparan cahaya alami diduga berperan dalam mekanisme biologis mata, termasuk pelepasan dopamin pada retina yang berkaitan dengan pengaturan pertumbuhan bola mata. 

Namun, mekanisme ini masih menjadi bagian dari penelitian mengenai perkembangan miopia.

Perlu diingat, manfaat tersebut bukan berarti seseorang harus menatap matahari secara langsung. Aktivitas di luar ruangan tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan kenyamanan dan perlindungan mata dari paparan sinar ultraviolet (UV).

Jangan Lupa Mengistirahatkan Mata

Selain memperbanyak green time, kebiasaan mengistirahatkan mata selama menggunakan perangkat digital juga penting dilakukan.

Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah metode 20-20-20. Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter selama minimal 20 detik.

Kebiasaan ini membantu mata beristirahat dari aktivitas fokus jarak dekat. Pengguna gawai juga dianjurkan untuk berkedip secara teratur dan menjaga jarak pandang yang nyaman.

Metode 20-20-20 dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat penggunaan layar, tetapi tidak bisa dianggap sebagai cara yang terbukti mencegah miopia.

Perbanyak Kegiatan di Luar Ruangan

Membatasi screen time dan memperbanyak green time bisa dimulai melalui kebiasaan sederhana. 

Anak-anak tidak harus mengikuti aktivitas yang rumit; berjalan kaki di taman, bersepeda, bermain di halaman, atau melakukan olahraga luar ruangan juga bisa menjadi pilihan.

International Myopia Institute turut menganjurkan anak-anak menghabiskan waktu sekitar 80–120 menit setiap hari di luar ruangan sebagai salah satu upaya untuk membantu mencegah miopia.

Orang tua juga dapat mengatur waktu penggunaan gawai untuk hiburan agar tidak menggantikan aktivitas fisik dan waktu bermain di luar rumah. 

Ajak anak memilih kegiatan yang menyenangkan supaya kebiasaan ini lebih mudah dilakukan secara konsisten.

Simpelnya, menjaga kesehatan mata anak bukan hanya soal menjauhkan mereka dari layar. Menyeimbangkan waktu menggunakan gawai dengan aktivitas luar ruangan, memberikan jeda saat menatap layar, dan menjaga kebiasaan melihat yang sehat dapat menjadi bagian dari upaya merawat penglihatan sejak dini.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis, penulis, dan peneliti asal Indonesia lulusan Universitas Esa Unggul.

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar