Kalau mendengar beras kencur, sebagian orang mungkin langsung teringat jamu yang sering diberikan kepada anak-anak agar nafsu makannya meningkat.
Rasanya yang cenderung manis dengan sensasi hangat membuat minuman tradisional ini cukup mudah dinikmati, bahkan oleh orang yang kurang menyukai jamu dengan rasa pahit.
Namun, beras kencur bukan hanya bisa dinikmati anak-anak. Orang dewasa juga dapat mengonsumsinya sebagai bagian dari kebiasaan menikmati minuman tradisional.
Iklan
Bahan utamanya, yaitu kencur (Kaempferia galanga L.), mengandung sejumlah senyawa aktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan.
Mulai dari aktivitas antiperadangan hingga antioksidan, berbagai potensi tersebut membuat kencur menarik untuk diteliti lebih lanjut.
4 Potensi Manfaat Beras Kencur bagi Kesehatan
Lantas, apa saja potensi manfaat beras kencur bagi orang dewasa? Merangkum informasi dari laman Halodoc pada 29 Juni 2026, berikut beberapa manfaat yang perlu diketahui.
Perlu diingat, sebagian temuan mengenai kencur masih berasal dari penelitian awal sehingga belum tentu membuktikan manfaat yang sama ketika dikonsumsi dalam bentuk jamu.
1. Membantu Meredakan Peradangan
Salah satu manfaat kencur yang cukup banyak diteliti adalah sifat antiinflamasi atau antiperadangannya.
Kencur mengandung senyawa ethyl-p-methoxycinnamate (EPMC) yang diketahui memiliki aktivitas antiperadangan dalam penelitian tertentu.
Meski begitu, potensi tersebut tidak serta-merta berarti minum beras kencur dapat mengatasi peradangan atau menggantikan obat yang diresepkan dokter. Manfaatnya pada manusia masih perlu diteliti lebih lanjut.
2. Mengandung Antioksidan untuk Melawan Radikal Bebas
Selain memiliki aktivitas antiperadangan, kencur juga mengandung senyawa yang berpotensi membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Antioksidan berperan dalam membantu mengurangi stres oksidatif, yaitu kondisi ketika jumlah radikal bebas melebihi kemampuan tubuh untuk menetralkannya.
Namun, besarnya manfaat yang diperoleh dari minuman beras kencur juga bergantung pada komposisi, proses pembuatan, dan jumlah yang dikonsumsi.
3. Berpotensi Membantu Meredakan Nyeri
Kencur telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi berbagai keluhan nyeri, seperti sakit kepala, sakit gigi, hingga nyeri otot.
Penggunaan secara tradisional ini menjadi salah satu dasar penelitian terhadap potensi efek pereda nyeri dari senyawa dalam kencur.
Namun, bukti yang tersedia belum cukup untuk menjadikan beras kencur sebagai pengobatan utama untuk berbagai jenis nyeri.
Jika nyeri berlangsung lama, semakin berat, atau disertai gejala lain, sebaiknya periksakan diri ke tenaga kesehatan.
4. Membantu Mengatasi Ketidaknyamanan Perut
Manfaat beras kencur tidak hanya dikaitkan dengan peningkatan nafsu makan, tetapi juga dengan kesehatan pencernaan.
Dalam pengobatan tradisional, kencur dikenal sebagai bahan karminatif, yaitu bahan yang digunakan untuk membantu meredakan keluhan akibat gas berlebih di saluran pencernaan.
Meski demikian, manfaat tersebut belum bisa dianggap sebagai bukti bahwa beras kencur dapat mengatasi semua gangguan pencernaan. Keluhan yang menetap atau berulang tetap perlu diperiksa penyebabnya.
Meski memiliki sejumlah potensi manfaat, bukan berarti beras kencur boleh dikonsumsi secara berlebihan.
Jamu ini umumnya dibuat menggunakan tambahan gula merah atau gula pasir untuk menghasilkan rasa manis.
Jika jumlahnya terlalu banyak, gula tambahan dapat meningkatkan asupan kalori harian.
Karena itu, orang dewasa yang ingin menikmati beras kencur sebaiknya memilih racikan dengan gula lebih sedikit dan tetap memperhatikan kebersihan bahan serta proses pembuatannya.
Simpelnya, beras kencur bisa menjadi pilihan minuman tradisional untuk dinikmati sesekali maupun sebagai bagian dari pola makan yang beragam.
Namun, potensi manfaat kencur perlu dipahami secara bijak dan tidak dijadikan alasan untuk menggantikan pengobatan medis atau menganggap jamu ini mampu menyembuhkan penyakit tertentu.