Namun, di balik merek yang dikenal luas itu, ada perjalanan panjang seorang perempuan yang memulai bisnisnya dari tempat sederhana. Martha bukan hanya membangun usaha kosmetik, tetapi juga berupaya membawa tradisi kecantikan Indonesia ke panggung industri kosmetik modern.
Memulai dari Garasi Rumah
Martha Tilaar lahir di Kebumen, Jawa Tengah, pada 4 September 1937. Jauh sebelum namanya dikenal di industri kecantikan, ia memulai perjalanan bisnisnya dari sebuah garasi di rumah orang tuanya Yakob Handana, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Dilansir dari laman Martha Tilaar Group, pada 1970 Martha membuka salon kecantikan pertamanya di tempat tersebut. Usaha itu menjadi langkah awal yang kemudian membawanya membangun bisnis kecantikan dalam skala lebih besar.
Dua tahun berselang, ia membuka Martha Griya Salon di Menteng. Di salon inilah, pendekatan perawatan kecantikan tradisional berbasis tanaman herbal mulai menjadi bagian dari usahanya.
Martha melihat kecantikan tidak semata-mata harus menggunakan kosmetik modern. Kekayaan alam dan tradisi perawatan tubuh telah dikenal lama di masyarakat Indonesia, dan punya tempat tersendiri dalam industri kecantikan.
Gagasan itulah yang kemudian menjadi salah satu ciri yang melekat pada bisnis yang dibangunnya.
Tradisi Kecantikan
Pada 1977, Martha mendirikan PT Martina Berto bersama Bernard Pranata dan Theresia Harsini Setiady. Pada tahun yang sama, perusahaan tersebut meluncurkan Sariayu, merek kecantikan yang memadukan konsep kosmetik modern dengan inspirasi tradisi Indonesia.
Peluncuran Sariayu menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan bisnis Martha. Usaha yang sebelumnya berawal dari layanan salon mulai berkembang menjadi bisnis produksi dan pemasaran produk kecantikan.
Perusahaan kemudian membangun pabrik sendiri di kawasan industri Pulogadung pada 1981. Dua tahun setelahnya, pabrik kedua didirikan di kawasan yang sama.
Seiring perkembangan usaha, Martha Tilaar Group melahirkan berbagai merek lain, termasuk Mirabella, Biokos, Caring Colours, dan PAC.
Dari salon kecil, bisnis Martha perlahan berkembang menjadi kelompok usaha yang mencakup produksi kosmetik, perawatan tubuh, hingga pendidikan kecantikan.
Bukan Hanya Kosmetik
Perjalanan Martha Tilaar menunjukkan bahwa bisnis kecantikan yang dibangunnya tidak berhenti pada produk yang digunakan konsumen sehari-hari.
Melalui PT Cedefindo, grup usahanya juga mengembangkan layanan produksi kosmetik atau maklon untuk berbagai merek. Selain itu, ia juga terjun dalam dunia pendidikan kecantikan melalui Puspita Martha International School.
Perusahaan yang dirintisnya bersama para mitra itu juga mengalami peningkatan ketika PT Martina Berto resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2011 dengan kode saham MBTO.
Perjalanan panjang Martha Tilaar membawanya dari usaha salon rumahan menjadi bisnis dengan berbagai lini usaha.
Namun, salah satu ciri yang menonjol dari perjalanan Martha adalah upayanya mempertahankan inspirasi tradisi Indonesia di tengah perkembangan industri kecantikan.
Bahan alami, tanaman herbal, dan pengetahuan perawatan tradisional menjadi bagian dari identitas yang dibawa ke dalam sejumlah produk dan layanan usahanya.
Bagi industri kecantikan Indonesia, perjalanan Martha menjadi bagian dari sejarah berkembangnya merek lokal yang berusaha bersaing di tengah industri yang terus berubah.
Dari garasi rumah di Menteng hingga perusahaan yang melantai di bursa, Martha Tilaar membangun perjalanan bisnis selama lebih dari empat dekade.
Kini, sosok di balik perjalanan tersebut telah berpulang. Namun, nama dan merek yang dirintisnya masih menjadi bagian dari ingatan masyarakat tentang perkembangan industri kecantikan Indonesia.