Mengapa Roti Bisa Berjamur?
Melansir dari laman Hello Sehat pada 5 Juli 2024, roti mengandung air dan zat gizi yang dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme.
Ketika disimpan dalam kondisi lembap atau terpapar spora jamur di udara, roti dapat menjadi tempat tumbuhnya jamur.
Pertumbuhan jamur juga dipengaruhi suhu, kelembapan, jenis roti, serta cara penyimpanan. Roti yang disimpan pada suhu ruang umumnya lebih mudah berjamur dibandingkan roti yang dibekukan dengan benar.
Jamur dapat terlihat sebagai bercak berbulu atau berdebu dengan warna putih, hijau, biru, hingga hitam. Namun, warna dan bentuknya saja tidak cukup untuk memastikan jenis jamur maupun tingkat bahayanya.
Apakah Boleh Dimakan?
Jawabannya, roti yang sudah berjamur sebaiknya tidak dikonsumsi, meskipun hanya sebagian kecil yang terlihat terkena jamur.
Menurut panduan keamanan pangan dari U.S. Department of Agriculture (USDA), roti termasuk makanan berpori yang sebaiknya dibuang ketika berjamur.
Struktur roti yang berongga memungkinkan benang-benang jamur menyebar ke bagian dalam, bahkan ketika pertumbuhannya belum terlihat dari permukaan.
Artinya, memotong bagian yang berjamur tidak menjamin sisa roti aman dimakan. Berbeda dengan beberapa keju keras yang dalam kondisi tertentu masih dapat diselamatkan dengan pemotongan bagian terkontaminasi, roti lunak tidak disarankan diperlakukan dengan cara yang sama.
Bagaimana jika Dipanggang?
Membuang bagian yang berjamur, menggosok permukaannya, atau memanggang roti bukan cara yang dapat diandalkan untuk membuatnya aman kembali.
Panas memang dapat membunuh sebagian mikroorganisme, tetapi tidak selalu menghilangkan seluruh zat berbahaya yang mungkin dihasilkan jamur. Karena itu, roti yang sudah menunjukkan pertumbuhan jamur tidak sebaiknya diselamatkan dengan cara dipanggang atau dipanaskan.
Hindari pula mencium roti berjamur dari jarak dekat karena spora dapat terlepas ke udara. Roti tersebut sebaiknya dibungkus dan dibuang, lalu area penyimpanan dibersihkan apabila terdapat sisa atau serpihan yang terkontaminasi.
Cara Menyimpan Roti
Ada beberapa langkah sederhana untuk memperlambat pertumbuhan jamur pada roti:
- Simpan di tempat yang bersih dan kering. Gunakan wadah atau kemasan yang sesuai dan hindari paparan kelembapan berlebih.
- Perhatikan petunjuk penyimpanan pada kemasan. Jenis roti dan bahan pengawet yang digunakan dapat memengaruhi daya simpannya.
- Bekukan roti jika tidak segera dikonsumsi. Roti dapat dibagi menjadi beberapa porsi sebelum dibekukan agar lebih mudah diambil sesuai kebutuhan.
- Gunakan tangan dan peralatan yang bersih. Hindari menyentuh seluruh isi kemasan setelah memegang makanan atau permukaan yang kotor.
- Periksa sebelum dikonsumsi. Jika muncul bercak yang mencurigakan, bau tidak biasa, atau tanda pertumbuhan jamur, jangan mencoba mencicipinya untuk memastikan.
Perlu diingat, tanggal kedaluwarsa bukan satu-satunya penentu keamanan makanan. Kondisi penyimpanan dan tanda kerusakan juga perlu diperhatikan.
Terlanjur Makan Roti Berjamur
Jika tidak sengaja memakan roti yang ternyata berjamur, jangan langsung panik. Hentikan konsumsi dan perhatikan kondisi tubuh. Tidak semua orang akan mengalami gangguan kesehatan setelah paparan singkat.
Jika muncul gejala seperti muntah, diare, sakit perut, atau reaksi alergi, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Segera cari pertolongan medis apabila timbul sesak napas, pembengkakan pada wajah atau tenggorokan, atau gejala berat lainnya
Menyimpan roti dengan benar, serta memeriksa kondisinya sebelum makan merupakan langkah sederhana untuk mengurangi risiko.
Menghindari makanan berjamur lebih aman daripada mengambil risiko demi menyelamatkan sebagian roti.