Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Viral Ibu Muda di Malang Hilang 11 Hari Usai Melahirkan, Ini Gejala Baby Blues

Viral di media sosial kabar seorang ibu muda yang baru saja melahirkan di Malang, Jawa Timur. Diduga perempuan bernama Shaskia itu pergi dari rumah karena mengalami baby blues

Ilustrasi seorang Ibu Muda
Ilustrasi seorang Ibu Muda (Foto ini dibuat dengan bantuan IA)

Baru-baru ini viral di media sosial kabar seorang ibu muda yang baru saja melahirkan di Malang, Jawa Timur. Diduga perempuan bernama Shaskia itu pergi dari rumah karena mengalami baby blues setelah 11 hari melahirkan.

Shakila dilaporkan meninggalkan rumah pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Informasi tersebut dibagikan melalui akun Threads @_divaamara.

Keluarga dan orang-orang terdekat Shaskia meminta bantuan masyarakat untuk menemukan keberadaannya karena khawatir dengan kondisi kesehatannya yang masih dalam masa pemulihan pascapersalinan.

Iklan

Dalam unggahan tersebut, pengunggah menyebutkan bahwa Shaskia pergi dengan berjalan kaki. Ia juga diketahui masih memberikan ASI kepada bayinya.

Mbak Sha pulang ya, kami semua menunggu,”

tulis pengunggah dalam unggahannya dikutip Selasa 13 Oktober 2026.

Keluarga bersama kerabat dan rekan-rekan Shaskia telah melakukan berbagai upaya pencarian, mulai dari menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV), menyusuri sejumlah jalan, hingga menyebarkan informasi kepada warga sekitar.

Berdasarkan informasi yang beredar, seorang warga sempat melihat Shaskia di kawasan AustinVille, Dieng Atas, Malang, pada Sabtu malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Pencarian pun terus dilakukan hingga akhirnya muncul kabar terbaru mengenai keberadaannya.

Dalam unggahan lanjutan, pengunggah mengabarkan bahwa Shaskia telah ditemukan. Namun, ia dilaporkan mengalami patah tulang setelah terjatuh dari ketinggian sehingga harus mendapatkan penanganan medis.

Alhamdulillah Sasa sudah ketemu. Jatuh dari ketinggian. Terima kasih bapak ibu dan teman-teman semua, saat ini Sasa sedang dibawa ke RSSA karena mengalami patah tulang,”

demikian informasi yang disampaikan melalui media sosial.

Kabar tersebut membuat perhatian warganet tertuju pada kondisi Shaskia, terlebih ia baru saja menjalani persalinan.

Melihat kondisi Shaskia, diduga mengalami baby blues. Lantas apa sih baby blues itu?

Dilansir dari berbagai sumber, baby blues syndrome adalah perubahan emosi yang terjadi pada ibu setelah melahirkan, ditandai dengan perasaan sedih, mudah menangis, cemas, sensitif, sulit tidur, hingga merasa kewalahan merawat bayi.

Kondisi ini biasanya muncul beberapa hari setelah persalinan dan dapat dipengaruhi oleh perubahan hormon, kurang tidur, kelelahan, serta proses adaptasi dengan peran baru sebagai ibu.

Pada umumnya, baby blues berlangsung selama beberapa hari hingga sekitar 2 minggu dan dapat membaik dengan istirahat cukup dan dukungan dari orang terdekat.

Namun, jika gejala berlangsung lebih lama atau semakin berat, kondisi tersebut dapat mengarah pada postpartum depression dan perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Gejala Baby Blues Syndrome

Dilansir dari American Pregnancy Association, beberapa gejala baby blues syndrome meliputi:

  • Mudah menangis atau menangis tanpa alasan yang jelas
  • Tidak sabar
  • Mudah tersinggung
  • Gelisah
  • Cemas
  • Kelelahan
  • Sulit tidur atau insomnia, bahkan ketika bayi sedang tidur
  • Sedih
  • Perubahan suasana hati
  • Sulit berkonsentrasi

Gejala baby blues biasanya membaik dalam sekitar 10 hari. Jika keluhan menetap, semakin berat, atau mengganggu aktivitas, kondisi tersebut bisa mengarah pada postpartum depression.

Meski gejalanya mirip, postpartum depression biasanya lebih berat, seperti merasa putus asa, tidak berharga, sulit dekat dengan bayi, hingga kesulitan merawat diri sendiri atau bayi.

Penyebab Baby Blues Syndrome

Penyebab baby blues syndrome belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan perubahan hormon, kelelahan, kurang tidur, serta proses adaptasi setelah melahirkan.

  1. Perubahan hormon. Setelah melahirkan, tubuh mengalami perubahan kadar hormon yang cukup cepat. Perubahan ini dapat memengaruhi suasana hati dan membuat ibu menjadi lebih sensitif, mudah sedih, atau cemas.
  2. Stres saat beradaptasi dengan peran baru. Menjadi ibu membawa banyak perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Tanggung jawab merawat bayi, kekhawatiran terhadap kondisi si Kecil, serta keraguan dalam menjalani peran baru dapat membuat ibu merasa kewalahan. Dukungan dari pasangan, keluarga, dan orang terdekat dapat membantu ibu menjalani masa adaptasi ini dengan lebih nyaman.
  3. Kurang tidur dan kelelahan. Pola tidur bayi yang belum teratur sering membuat ibu kurang beristirahat. Kurang tidur dan kelelahan dapat memengaruhi suasana hati, meningkatkan rasa cemas, serta membuat ibu lebih mudah merasa tertekan atau emosional. Karena itu, usahakan untuk beristirahat saat ada kesempatan dan jangan ragu meminta bantuan dari orang terdekat agar kebutuhan istirahat tetap terpenuhi.

Risiko Baby Blues Syndrome

Adapun faktor yang dikaitkan dengan risiko baby blues antara lain:

  • Kehamilan yang tidak direncanakan
  • Memiliki rasa percaya diri yang rendah
  • Tidak ada kehadiran pasangan
  • Merasa tidak puas atau kecewa dengan pasangan
  • Memiliki ketakutan terhadap proses persalinan
  • Menjalani persalinan dengan operasi caesar
  • Mengalami kecemasan atau stres saat melahirkan

Ibu yang baru pertama kali melahirkan juga disebut lebih berisiko mengalami baby blues dibandingkan ibu yang sebelumnya sudah pernah melahirkan.

Mengatasi Baby Blues Syndrome

Beberapa hal yang dapat dilakukan seorang ibu saat mengalami baby blues, antara lain:

  • Ceritakan perasaan kepada pasangan, keluarga, atau orang yang dipercaya.
  • Tetap konsumsi makanan bergizi seimbang agar kondisi tubuh dan suasana hati lebih terjaga.
  • Tuliskan pikiran dan perasaan dalam jurnal jika hal tersebut membantu merasa lebih lega.
  • Luangkan waktu sejenak untuk keluar rumah, menghirup udara segar, dan berganti suasana.
  • Jangan ragu meminta bantuan, misalnya untuk menyiapkan makanan, mengurus anak lain, atau membantu pekerjaan rumah.
  • Hindari menuntut diri untuk langsung menjadi “sempurna”. Beri waktu bagi tubuh untuk pulih dan bagi diri sendiri untuk beradaptasi dengan rutinitas baru bersama bayi.

Iklan