Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Berlendir dan Berbau Tajam, Makanan Jepang Ini Ternyata Kaya Protein dan Vitamin K2

Meski tidak semua orang langsung menyukai rasanya, makanan ini menjadi salah satu contoh menarik dari kekayaan tradisi kuliner Jepang.

Ilustrasi Natto.
Ilustrasi Natto (Foto: Unsplash/Nicholas Ng)

Buat kamu yang belum terbiasa, melihat makanan berlendir mungkin sudah cukup untuk mengurangi selera makan.

Namun, di Jepang, ada makanan berbahan kedelai yang justru dikenal karena teksturnya yang lengket dan aromanya yang tajam. Makanan tersebut bernama natto.

Natto merupakan makanan tradisional Jepang yang dibuat melalui fermentasi kedelai menggunakan bakteri Bacillus subtilis var. natto.

Iklan

Proses ini menghasilkan tekstur khas berupa benang-benang lengket ketika kedelai diaduk.

Meski penampilannya mungkin terasa asing bagi orang yang belum pernah mencobanya, natto telah lama menjadi bagian dari kebiasaan makan masyarakat Jepang.

Makanan ini juga menarik perhatian karena kandungan gizinya serta senyawa yang terbentuk selama fermentasi. Lantas, apa yang membuat natto berlendir dan memiliki aroma yang begitu khas?

Mengapa Berlendir?

Dilansir dari laman Japan National Tourism Organization (JNTO) pada 2 Agustus 2022, natto dibuat dari kedelai yang direndam, dimasak atau dikukus, kemudian difermentasi menggunakan bakteri khusus.

Selama proses fermentasi, bakteri menghasilkan berbagai senyawa, termasuk poli-γ-glutamat atau poly-γ-glutamic acid (γ-PGA).

Senyawa ini turut membentuk tekstur lengket dan berserat yang terlihat ketika natto diaduk.

Jadi, tekstur berlendir pada natto bukan berarti makanan tersebut otomatis basi atau rusak.

Pada natto yang diproduksi dengan benar, tekstur tersebut justru merupakan ciri alami dari proses fermentasinya.

Meski begitu, natto tetap perlu disimpan sesuai petunjuk pada kemasan. Jika muncul perubahan yang tidak biasa pada aroma, warna, atau kondisi produk, jangan langsung menganggapnya sebagai bagian normal dari fermentasi.

Memiliki Aroma Kuat

Selain teksturnya, natto juga dikenal memiliki aroma khas yang cukup tajam. Bagi orang yang belum terbiasa, baunya bisa terasa menyengat dan sulit diterima.

Aroma tersebut terbentuk selama fermentasi ketika bakteri mengubah komponen kedelai menjadi berbagai senyawa yang memengaruhi bau dan rasa.

Sebuah ulasan ilmiah berjudul Nutritional Health Perspective of Natto: A Critical Review yang diterbitkan pada 2022 menjelaskan bahwa karakteristik natto, termasuk aroma, rasa, dan teksturnya, dipengaruhi oleh jenis bakteri, varietas kedelai, serta kondisi pengolahan.

Artinya, karakter natto tidak hanya ditentukan oleh bahan dasarnya, tetapi juga oleh proses fermentasi yang berlangsung.

Perbedaan bahan dan kondisi pengolahan dapat menghasilkan natto dengan karakter yang tidak sepenuhnya sama.

Mengandung Protein

Salah satu alasan natto menarik dari sisi gizi adalah bahan utamanya, yaitu kedelai yang merupakan sumber protein nabati.

Natto juga dikenal mengandung vitamin K2, khususnya menaquinone-7 atau MK-7, yang dapat terbentuk melalui aktivitas bakteri selama fermentasi.

Vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah dan membantu aktivasi protein yang berkaitan dengan kesehatan tulang.

Namun, kandungan nutrisi natto dapat bervariasi bergantung pada bahan baku dan proses pembuatannya.

Bagi orang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah tertentu, terutama warfarin, asupan makanan tinggi vitamin K perlu diperhatikan dan dijaga konsistensinya.

Karena itu, sebaiknya konsultasikan perubahan pola makan dengan tenaga kesehatan jika sedang menjalani pengobatan tersebut.

Cara Menikmati Natto

Di Jepang, natto kerap disajikan bersama nasi hangat, kecap asin, dan mustard Jepang atau karashi. Beberapa orang juga menambahkan daun bawang, telur, atau bahan pelengkap lainnya untuk menyesuaikan rasa.

Jika baru pertama kali mencoba, kamu bisa menyantap natto bersama nasi dan bumbu yang disukai agar aroma serta teksturnya terasa lebih mudah diterima.

Natto juga tersedia dalam bentuk produk siap santap, terutama di toko yang menjual bahan makanan Jepang.

Pastikan mengikuti petunjuk penyimpanan pada kemasan karena banyak produk natto dijual dalam kondisi dingin atau beku.

Natto menunjukkan bahwa fermentasi dapat mengubah bahan makanan sederhana menjadi produk dengan tekstur, aroma, dan karakter gizi yang khas.

Meski tidak semua orang langsung menyukai rasanya, makanan ini menjadi salah satu contoh menarik dari kekayaan tradisi kuliner Jepang.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis, penulis, dan peneliti asal Indonesia lulusan Universitas Esa Unggul.

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar