Mengenali tanda-tanda keterlambatan bicara bukan berarti langsung menyimpulkan anak mengalami gangguan tertentu.
Sebaliknya, langkah ini membantu orang tua mengetahui kapan anak membutuhkan evaluasi dan dukungan yang sesuai.
Kenali Perbedaan
Melansir dari laman Neuro Rehab & Speech Healers pada 26 Agustus 2026, istilah terlambat bicara sering digunakan untuk menggambarkan anak yang belum mengembangkan kemampuan komunikasi sesuai tahap usianya.
Namun, kemampuan berbicara dan berbahasa sebenarnya memiliki perbedaan.
Kemampuan bicara berkaitan dengan cara anak menghasilkan bunyi dan mengucapkan kata. Sementara itu, kemampuan bahasa mencakup pemahaman terhadap perkataan orang lain serta kemampuan menyampaikan pikiran.
Contohnya, anak mungkin memahami instruksi sederhana, tetapi masih kesulitan mengucapkan kata-kata. Sebaliknya, ada pula anak yang dapat mengucapkan beberapa kata, tetapi belum memahami instruksi sesuai tahap perkembangannya.
Perkembangan Bicara Anak
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Centers for Disease Control (CDC) menyediakan panduan tonggak perkembangan atau developmental milestones yang dapat membantu orang tua memantau kemampuan anak.
Berikut beberapa kemampuan komunikasi yang dapat diperhatikan.
- Usia 12 bulan: anak umumnya mulai menggunakan gestur, seperti melambaikan tangan, dan dapat memanggil orang tua dengan sebutan khusus seperti mama atau papa.
- Usia 18 bulan: sebagian besar anak sudah berusaha mengucapkan setidaknya tiga kata selain mama atau papa serta dapat mengikuti instruksi sederhana tanpa disertai gestur.
- Usia 2 tahun: anak umumnya mulai menggabungkan setidaknya dua kata, misalnya “mau susu” atau “mama datang”.
- Usia 30 bulan: sebagian besar anak sudah mampu mengucapkan sekitar 50 kata dan menggabungkan dua kata atau lebih, termasuk kombinasi yang menggunakan kata kerja.
Tonggak tersebut merupakan panduan perkembangan, bukan alat untuk mendiagnosis kondisi anak. Perkembangan setiap anak tetap perlu dinilai dengan mempertimbangkan kemampuan komunikasi, pemahaman, interaksi sosial, dan riwayat perkembangannya.
Kapan Perlu Konsultasi?
Orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak apabila anak belum mencapai tonggak perkembangan komunikasi yang diharapkan, mengalami kesulitan memahami instruksi, atau jarang menggunakan gestur untuk berkomunikasi.
Jangan menunggu sampai anak memasuki usia sekolah apabila kekhawatiran sudah muncul.
Perhatian khusus juga diperlukan apabila anak kehilangan kemampuan bicara atau keterampilan lain yang sebelumnya sudah dikuasai. Kehilangan keterampilan yang telah dimiliki perlu segera dievaluasi oleh tenaga kesehatan.
Penyebab Anak Terlambat Bicara
Keterlambatan bicara dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor sehingga tidak tepat jika langsung dikaitkan dengan satu penyebab. Beberapa kemungkinan yang perlu dipertimbangkan antara lain:
- Gangguan pendengaran. Anak yang kesulitan mendengar suara atau percakapan mungkin mengalami hambatan dalam mempelajari bunyi dan kata.
- Gangguan perkembangan bahasa. Sebagian anak mengalami kesulitan dalam memahami atau menggunakan bahasa meskipun kemampuan lainnya berkembang dengan cara berbeda.
- Kondisi perkembangan tertentu. Keterlambatan komunikasi dapat muncul bersama kondisi perkembangan lain, termasuk gangguan spektrum autisme.
- Faktor lingkungan dan kesempatan berinteraksi. Kesempatan berbicara, bermain, membaca buku, dan berinteraksi dengan orang dewasa dapat mendukung perkembangan bahasa.
Perlu Evaluasi Profesional
Penyebab yang mendasari keterlambatan perlu ditentukan melalui evaluasi profesional, bukan hanya berdasarkan pengamatan orang tua.
Perlu diingat, terlambat bicara tidak otomatis menunjukkan adanya gangguan serius. Namun, menunggu tanpa melakukan evaluasi juga bukan pilihan terbaik ketika anak menunjukkan tanda keterlambatan.
Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda. Dengan memperhatikan perkembangannya dan berkonsultasi ketika diperlukan, orang tua dapat membantu anak mendapatkan dukungan yang tepat untuk mengembangkan kemampuan komunikasinya.