Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Jangan Langsung Dimasak! Ini 4 Trik Mengolah Daun Pepaya agar Rasa Pahitnya Berkurang

Karena itu, daun pepaya sebaiknya dinikmati sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang, bukan sebagai pengganti pengobatan medis.

Daun Pepaya.
Daun Pepaya. Foto: Unsplash/lham abitama

Daun pepaya sering diolah menjadi berbagai hidangan khas Indonesia, mulai dari tumisan hingga buntil. Sayuran ini bisa menjadi pelengkap nasi dan lauk sehari-hari, terutama bagi pencinta masakan tradisional.

Namun, ada satu hal yang membuat sebagian orang enggan menyantapnya: rasa pahit yang cukup kuat. Padahal, dengan cara pengolahan yang tepat, rasa pahit daun pepaya bisa dikurangi sehingga lebih mudah dinikmati.

Rasa pahit tersebut berkaitan dengan senyawa alami yang terkandung di dalam daun pepaya, termasuk alkaloid seperti karpain (carpaine).

Iklan

Lantas, bagaimana cara mengolah daun pepaya agar rasa pahitnya berkurang tanpa menghilangkan ciri khasnya?

Cara Mengolah Daun Pepaya

Mengurangi rasa pahit daun pepaya membutuhkan beberapa tahap pengolahan. Ada cara sederhana yang bisa dicoba di rumah, mulai dari merebus hingga memadukannya dengan bumbu yang tepat.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.

1. Rebus dan buang air rebusannya. Rebus daun pepaya hingga cukup empuk, kemudian tiriskan dan buang air rebusannya. 

Proses perebusan dapat membantu mengurangi sebagian senyawa larut air yang berkontribusi terhadap rasa pahit. Jika masih terasa pahit, perebusan dapat diulangi dengan air baru.

2. Remas menggunakan garam. Sebelum direbus, daun pepaya bisa diremas menggunakan sedikit garam hingga mulai layu. Diamkan beberapa menit, lalu bilas dengan air bersih sebelum dimasak. 

Cara tradisional ini dapat dicoba sebagai tahap persiapan, meskipun hasilnya bisa berbeda bergantung pada kondisi daun dan cara pengolahan.

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Bukan Sekadar Sup Rumput Laut! Ini Alasan Orang Korea Makan Miyeokguk saat Ulang Tahun

3. Rebus bersama daun jambu biji. Sebagian orang menggunakan beberapa lembar daun jambu biji yang telah dicuci bersih saat merebus daun pepaya. 

Cara ini dikenal sebagai metode tradisional untuk membantu mengurangi rasa pahit. Namun, efektivitasnya tidak selalu sama dan bukti ilmiah mengenai manfaat khususnya masih terbatas.

4. Padukan dengan bumbu yang kuat. Setelah direbus, daun pepaya bisa ditumis bersama bawang merah, bawang putih, cabai, terasi, atau ikan teri. 

Perpaduan rasa gurih dan pedas dapat membantu menyeimbangkan rasa pahit yang masih tersisa. Sedikit gula juga bisa ditambahkan sesuai selera.

Perlu diingat, daun pepaya tidak harus kehilangan seluruh rasa pahitnya. Pengolahan yang tepat cukup membantu mengurangi kepahitan agar sayuran ini lebih nikmat disantap.

Kandungan Nutrisi

Selain dapat diolah menjadi berbagai hidangan, daun pepaya mengandung sejumlah zat gizi, termasuk serat, vitamin, mineral, dan berbagai senyawa alami.

Daun pepaya diketahui mengandung vitamin seperti vitamin A, vitamin C, dan vitamin E, serta mineral seperti kalsium, zat besi, dan kalium. 

Namun, jumlahnya dapat berbeda bergantung pada usia daun, kondisi tanaman, dan cara pengolahan.

Daun pepaya juga mengandung enzim papain serta senyawa fitokimia, seperti flavonoid, tanin, dan alkaloid. 

Senyawa-senyawa tersebut berkontribusi terhadap karakteristik daun pepaya, termasuk rasa pahitnya.

Meski memiliki beragam kandungan, nilai gizi yang diperoleh dari hidangan daun pepaya bergantung pada jumlah yang dikonsumsi dan bahan lain yang digunakan dalam masakan.

Manfaat Konsumsi Daun Pepaya

Kandungan serat dalam daun pepaya dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian, yang berperan dalam menjaga fungsi pencernaan. Sementara itu, vitamin dan mineralnya mendukung berbagai fungsi tubuh.

Daun pepaya juga mengandung flavonoid dan vitamin C yang memiliki aktivitas antioksidan. 

Senyawa antioksidan membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, meskipun efek kesehatan dari mengonsumsi daun pepaya tetap bergantung pada pola makan dan kondisi individu secara keseluruhan.

Sejumlah penelitian juga mengkaji potensi senyawa dalam daun pepaya untuk berbagai keperluan kesehatan. 

Namun, hasil penelitian terhadap senyawa atau ekstrak tertentu tidak otomatis membuktikan bahwa konsumsi daun pepaya sebagai sayuran dapat mengobati penyakit.

Karena itu, daun pepaya sebaiknya dinikmati sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang, bukan sebagai pengganti pengobatan medis.

Jika ingin mengonsumsinya secara rutin, pastikan daun diolah dengan bersih dan dimasak dengan baik.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis, penulis, dan peneliti asal Indonesia lulusan Universitas Esa Unggul.

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar