Video yang menampilkan deretan motor listrik trail yang diduga milik Badan Gizi Nasional (BGN) terparkir di lokasi menyerupai tempat pembuangan sampah di kawasan BKT, dekat Eka Hospital Bekasi, viral di media sosial.
Penampakan tersebut memunculkan dugaan kendaraan operasional itu dibiarkan terbengkalai dan menuai beragam komentar dari warganet.
Berarti dari awal emang beli sampah motor mati, dengan harga motor hidup yang mana udah dimark up pula. Amsyong double2 kita,”
tulis akun X @prima_revolusi.
Dalam video yang diunggah akun X @jenostalker, sejumlah motor trail tampak berjajar di area terbuka yang dipenuhi sampah dan puing-puing.
Iklan
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pemanfaatan kendaraan yang diduga merupakan bagian dari pengadaan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekilas, motor-motor tersebut menyerupai kendaraan listrik yang dikaitkan dengan pengadaan BGN. Video viral itu juga kembali mengingatkan publik pada kasus dugaan korupsi pengadaan motor listrik BGN yang disebut merugikan keuangan negara hingga Rp863,8 miliar.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung mengungkap pengadaan sebanyak 19.269 unit motor listrik untuk mendukung operasional program MBG. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.585 unit dilaporkan tidak dilengkapi baterai.
Rinciannya, 5.355 unit merupakan motor trail listrik, sedangkan 230 unit lainnya berjenis skuter atau bebek. Seluruh motor roda dua yang diserahkan juga dilaporkan tidak memiliki pelat nomor kendaraan dinas.
Kondisi tersebut disebut membuat kendaraan tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya maupun dimasukkan ke dalam inventarisasi Barang Milik Negara (BMN).
Penampakan deretan motor tersebut kemudian memancing beragam tanggapan warganet. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan bagaimana kendaraan yang diduga dibeli menggunakan uang negara bisa berada di lokasi yang tampak dipenuhi sampah dan puing-puing.
Akun X @hary_350 turut menanggapi video tersebut dengan komentar bernada sindiran.
Info lokasi, otw sambil bawa gergaji besi,”
komentarnya.
Kekesalan serupa disampaikan akun @rivewbycc yang menyoroti penggunaan anggaran pemerintah.
Ia mempertanyakan pemanfaatan anggaran negara untuk pengadaan yang dinilai tidak memberikan manfaat sebagaimana mestinya.