Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menjadi sorotan setelah menyatakan Indonesia masih sanggup menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tanpa menetapkannya sebagai bencana nasional.
Pernyataan tersebut memicu beragam sindiran warganet, mulai dari persoalan penanganan kebakaran hingga nasib warga dan petugas di lapangan.
Masalah penerapan bencana nasional, sementara kita masih sanggup, negara kita masih sanggup,”
kata Dudung dikutip dari akun Instagram @suaraakarrumputt, Selasa, 20 Oktober 2026.
Dalam potongan video yang diunggah akun Instagram @suaraakarrumputt, Dudung menegaskan pemerintah masih memiliki kemampuan untuk menangani karhutla secara mandiri, meskipun terdapat tawaran bantuan dari luar negeri.
Iklan
Dudung juga mengungkapkan Malaysia menawarkan bantuan berupa tiga helikopter dan 52 personel.
Namun, ia menilai penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan personel, tetapi juga menghadapi kendala teknis di lapangan, termasuk distribusi bahan bakar minyak (BBM).
Bukan masalah bantuan, nanti teknis di lapangan ini juga banyak kendala-kendala, distribusi BBM, dan sebagainya. Itu tidak serta-merta hanya alutsista, kemudian personil yang diberikan bantuan. Tapi untuk sementara kita masih sanggup lah ya,”
lanjutnya.
Pernyataan tersebut kemudian menuai beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah komentar mempertanyakan klaim pemerintah mengenai kemampuan menangani karhutla, sementara kebakaran dan dampaknya masih menjadi perhatian.
Netizen Sentil Klaim Pemerintah
Salah satu komentar datang dari akun @ananingndindi yang menyindir kemungkinan pemerintah mengklaim keberhasilan penanganan karhutla ketika musim hujan tiba, meskipun hujan turut membantu memadamkan api.
Sanggup mengulur waktu sampe bulan depan, kan bulan depan udah masuk musim hujan..daaaaaaaaaan taaarrrraaaaaaa berhasil diklaim pemerintah, padahal krn hujan,”
sindirnya.
Sementara itu, akun @satriagusti13 menyinggung kondisi hutan dan mempertanyakan sampai kapan pemerintah menganggap situasi masih terkendali.
Masih sanggup karena belum 100% gundul kalo dah gundul baru lah,”
tulisnya.
Sindiran lain disampaikan akun @adiredja_3 yang mempertanyakan makna pernyataan sanggup di tengah kebakaran yang terjadi.
Masih sanggup menahan malu karena ga sanggup memadamkan,”
tulisnya.
Akun @momwholovestoreadbooks juga melontarkan sindiran dengan perumpamaan mengenai kondisi hutan sebagai paru-paru alam.
Sanggup lah pak, kita paru2nya dah dipasang blower. Aman pak aman,”
sindirnya.
Kritik turut diarahkan pada dukungan terhadap warga dan petugas yang menangani kebakaran di lapangan. Akun @abdulrahman.iwan mempertanyakan langkah konkret pemerintah dalam menghadapi situasi tersebut.
Sanggup ngapain?? sanggup nutupin? apa sanggup nambahin api? kasian warga yang terdampak, relawan, damkar, tapi support pusat mana?,”