Pernah mengupas telur rebus, lalu menemukan bagian kuningnya dikelilingi lapisan hijau keabu-abuan? Perubahan warna ini mungkin bikin kamu ragu untuk memakannya.
Tak sedikit orang yang mengira kondisi tersebut menjadi tanda telur sudah basi atau mengandung zat berbahaya.
Padahal, kuning telur yang berubah kehijauan tidak selalu menandakan telur sudah rusak. Perubahan ini umumnya terjadi akibat reaksi kimia alami selama proses perebusan, terutama ketika telur dimasak terlalu lama.
Iklan
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada kuning telur? Apakah telur dengan lapisan kehijauan masih aman dikonsumsi?
Kuning Telur Bisa Berubah Kehijauan
Melansir laman Alodokter pada 13 Januari 2026, warna hijau keabu-abuan yang muncul di sekitar kuning telur merupakan hasil reaksi antara senyawa sulfur dan zat besi.
Ketika telur dipanaskan, senyawa sulfur dari putih telur dapat membentuk hidrogen sulfida. Senyawa ini kemudian bereaksi dengan zat besi pada kuning telur dan menghasilkan besi sulfida (iron sulfide).
Reaksi tersebut menyebabkan munculnya lapisan kehijauan, terutama pada batas antara putih dan kuning telur.
Perubahan warna ini biasanya lebih terlihat ketika telur direbus terlalu lama atau dibiarkan tetap panas setelah matang.
Apakah Telur dengan Lapisan Hijau Berbahaya?
Kabar baiknya, telur rebus dengan lingkaran hijau di sekitar kuningnya tetap aman dikonsumsi jika dimasak dan disimpan dengan benar.
United States Department of Agriculture (USDA) melalui Food Safety and Inspection Service (FSIS) menjelaskan bahwa warna hijau akibat reaksi senyawa sulfur dan zat besi tidak membuat telur menjadi beracun.
Jadi, kamu tidak perlu langsung membuang telur hanya karena terdapat lapisan kehijauan pada kuningnya.
Meski begitu, perebusan yang terlalu lama dapat membuat tekstur kuning telur menjadi lebih kering dan kurang lembut.
Perlu diingat, warna saja tidak cukup untuk memastikan keamanan telur. Telur tetap harus dimasak hingga matang dan disimpan dengan benar untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri.
Tips Merebus Telur agar Kuningnya Tidak Berubah Hijau
Kalau ingin mendapatkan kuning telur matang dengan warna yang tetap menarik dan tekstur yang lebih lembut, waktu perebusan serta proses pendinginan perlu diperhatikan.
USDA memberikan panduan merebus telur dengan metode panas sisa. Caranya, susun telur dalam satu lapisan di panci, lalu tambahkan air dingin hingga permukaan telur terendam sekitar 2,5 sentimeter. Tutup panci dan panaskan air hingga mendidih.
Setelah air mulai mendidih, matikan api dan biarkan telur tetap berada di dalam panci tertutup selama:
12 menit untuk telur ukuran sedang.
15 menit untuk telur ukuran besar.
18 menit untuk telur ukuran ekstra besar.
Setelah matang, segera aliri telur dengan air dingin atau masukkan ke dalam air es untuk menghentikan proses pemasakan akibat panas yang tersisa.
Selain itu, telur rebus sebaiknya segera disimpan di lemari es, paling lambat dua jam setelah dimasak. Telur rebus yang disimpan dengan benar di lemari es dapat bertahan hingga tujuh hari.
Jadi, lapisan hijau pada kuning telur bukan alasan untuk langsung membuangnya. Perubahan warna tersebut umumnya merupakan hasil reaksi kimia selama perebusan, bukan tanda telur beracun.
Namun, tetap perhatikan cara memasak dan penyimpanannya agar telur aman dikonsumsi.