Wakil Presiden Business Operations and External Affairs WhatsApp, Victoria Grant, menjelaskan bahwa fitur Parental Control dirancang untuk membantu orang tua mendampingi aktivitas digital anak tanpa harus membaca percakapan pribadi mereka.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menyeimbangkan perlindungan digital dengan kepercayaan antara orang tua dan anak.
Dengan begitu, tidak ada pengaturan yang tiba-tiba muncul dan mengejutkan anak Anda. Anda dapat membuka dan mengatur fitur-fitur tersebut bersama-sama,”
ungkap Grant dalam keterangan resmi yang diterima Owrite Senin 19 Oktober 2026.
Melalui fitur ini, orang tua juga didorong untuk melibatkan anak dalam pengaturan keamanan akun. Dengan demikian, pendampingan digital tidak hanya berfokus pada pembatasan, tetapi juga membangun pemahaman anak mengenai pentingnya menjaga keamanan saat beraktivitas di dunia maya.
Pengenalan fitur Parental Control tersebut dilakukan dalam kegiatan kelas pengasuhan digital yang turut membekali orang tua dengan berbagai materi edukasi.
Materi yang disediakan meliputi buku saku, video, dan permainan edukatif yang dapat digunakan orang tua untuk mempelajari fitur Parental Control bersama anak.
Literasi Pengasuhan Digital
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas literasi pengasuhan digital di kalangan keluarga Indonesia. Setelah pelaksanaan di Jakarta, pelatihan direncanakan berlanjut ke Padang dan Cirebon.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi WhatsApp dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, ICT Watch, serta Keluarga Kita.
Dalam kegiatan yang sama, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menekankan pentingnya pendampingan orang tua agar anak dapat tumbuh dengan kesadaran mengenai keamanan dan etika di ruang digital.
Nezar berharap kolaborasi tersebut dapat membantu orang tua menanamkan kesadaran tentang perlindungan data pribadi, etika berkomunikasi, serta penggunaan kecerdasan artifisial (AI) secara bijak dan kreatif.
Semoga kita bisa terus mendampingi anak-anak kita tumbuh besar dalam lingkungan baru di abad ke-21 ini menjadi generasi yang cerdas, lebih tangguh, kreatif, dan inovatif, dan yang penting mereka aman dan selamat dalam mengarungi dunia digital ini,”
pungkas Wamen Nezar.