Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Jangan Asal Masak! Ini 5 Trik Mengolah Asparagus agar Tetap Hijau, Renyah, dan Lezat

Sayuran berbentuk batang panjang dengan ujung meruncing ini sering hadir sebagai pendamping steak, campuran salad, hingga hidangan panggang.

Ilustrasi asparagus panggang.
Ilustrasi asparagus panggang (Foto: Unsplash/Christina Rumpf)

Pernah makan asparagus di restoran dan penasaran bagaimana cara memasaknya agar tetap renyah dengan warna hijau yang menggugah selera?.

Sayuran berbentuk batang panjang dengan ujung meruncing ini sering hadir sebagai pendamping steak, campuran salad, hingga hidangan panggang.

Meski terlihat sederhana, memasak asparagus ternyata perlu teknik yang tepat. Jika terlalu lama dimasak, teksturnya bisa menjadi lembek, warna hijaunya memudar, dan cita rasa alaminya berkurang.

Iklan

Selain mudah diolah menjadi berbagai hidangan, asparagus juga dikenal sebagai sayuran padat nutrisi.

Berdasarkan data USDA FoodData Central, setiap 100 gram asparagus mentah mengandung sekitar 20 kalori, 2,2 gram protein, dan 2,1 gram serat. Sayuran ini juga menyediakan folat dan vitamin K.

Lantas, bagaimana cara memasak asparagus agar tetap lezat dan tidak kehilangan tekstur khasnya? Melansir laman Hello Sehat pada 18 Desember 2020, berikut lima cara yang bisa dicoba.

Cara Memasak Asparagus

1. Potong Bagian Batang yang Keras

    Sebelum dimasak, cuci asparagus hingga bersih, lalu potong sekitar 2–3 sentimeter bagian bawah batang atau sesuaikan dengan bagian yang terasa keras dan berkayu.

    Jika menggunakan asparagus berukuran besar, bagian luar batang bawah juga bisa dikupas tipis menggunakan pengupas sayuran. Langkah ini membantu membuat teksturnya lebih nyaman saat dimakan.

    2. Rebus Sebentar agar Tetap Renyah

      Ingin asparagus tetap hijau dan tidak lembek? Teknik blanching bisa menjadi pilihan.

      Teknik ini dilakukan dengan merebus sayuran sebentar dalam air mendidih, lalu segera mendinginkannya untuk menghentikan proses pemasakan.

      Masukkan asparagus ke dalam air mendidih selama sekitar 2–4 menit, tergantung ketebalan batang. Setelah itu, pindahkan ke wadah berisi air es.

      Cara ini membantu mempertahankan warna dan tekstur asparagus, terutama jika sayuran akan disajikan sebagai pendamping hidangan lain.

      3. Tumis dengan Bawang Putih agar Lebih Gurih

        Bagi yang ingin menikmati asparagus dengan rasa lebih gurih, menumisnya bersama bawang putih bisa menjadi pilihan sederhana.

        Panaskan sedikit minyak zaitun, lalu tumis bawang putih hingga harum. Masukkan asparagus dan aduk selama sekitar 4–6 menit menggunakan api sedang, atau hingga teksturnya sesuai selera.

        Cara ini cocok untuk menu sehari-hari karena prosesnya praktis dan tidak membutuhkan banyak bahan tambahan.

        4. Panggang untuk Aroma yang Lebih Kuat

          Asparagus juga bisa diolah dengan cara dipanggang untuk menghasilkan aroma yang lebih kuat dan tekstur yang sedikit kecokelatan.

          Caranya, lumuri asparagus dengan sedikit minyak zaitun, garam, dan lada. Kemudian, panggang dalam oven bersuhu sekitar 200°C selama 10–15 menit, tergantung ukuran batang dan tingkat kematangan yang diinginkan.

          Agar tidak terlalu kering, periksa asparagus selama proses pemanggangan dan keluarkan ketika sudah cukup empuk.

          5. Kukus untuk Mengurangi Penggunaan Minyak

            Jika ingin mengolah asparagus tanpa banyak minyak, mengukus bisa menjadi alternatif. Metode ini juga mengurangi kontak langsung sayuran dengan air selama proses memasak.

            Kukus asparagus selama sekitar 3–5 menit, lalu periksa teksturnya. Angkat ketika batang mulai empuk, tetapi masih memiliki sedikit kerenyahan.

            Waktu memasak dapat disesuaikan dengan ketebalan batang agar asparagus tidak terlalu lembek.

            Jangan Dimasak Terlalu Lama

            Durasi memasak tidak hanya memengaruhi tekstur, tetapi juga kualitas gizi asparagus. Sayuran ini mengandung vitamin C, folat, dan berbagai senyawa antioksidan.

            Sebagian zat gizi tersebut dapat berkurang akibat pemanasan, terutama jika dimasak terlalu lama atau mengalami kontak dengan banyak air.

            Meski begitu, bukan berarti asparagus harus selalu dikonsumsi mentah. Memasaknya dengan teknik dan durasi yang tepat tetap bisa menghasilkan hidangan bergizi sekaligus lebih mudah dinikmati.

            Kuncinya, sesuaikan metode memasak dengan ketebalan batang dan periksa tingkat kematangannya secara berkala. Dengan begitu, asparagus bisa tetap lezat tanpa kehilangan tekstur khasnya.

            Iklan

            Topik terkait

            Penulis dan penyunting

            • Reporter

              Seorang jurnalis, penulis, dan peneliti asal Indonesia lulusan Universitas Esa Unggul.

            • Asisten Redaktur

              Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar