Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Bingsu, Es Serut Korea yang Bikin Nagih! Ternyata Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun Lalu

Meski identik dengan dessert modern yang kerap muncul dalam konten kuliner dan drama Korea, bingsu ternyata menyimpan sejarah panjang.

Bingsu stroberi
Bingsu stroberi (Foto: Unsplash/Seungmin Yoon)

Dessert asal Korea Selatan bernama bingsu semakin dikenal berkat tampilannya yang menggoda. Perpaduan es serut selembut salju, susu, buah segar, hingga aneka topping manis membuat hidangan ini menarik perhatian pencinta kuliner Korea.

Meski identik dengan dessert modern yang kerap muncul dalam konten kuliner dan drama Korea, bingsu ternyata menyimpan sejarah panjang.

Sajian dingin ini telah mengalami berbagai perubahan, mulai dari hidangan sederhana hingga menjadi dessert dengan beragam kreasi.

Iklan

Apa Itu Bingsu?

Bingsu (빙수) merupakan hidangan penutup khas Korea yang berbahan dasar es serut. Berbeda dari es serut biasa yang cenderung memiliki tekstur kasar, bingsu modern sering dibuat menggunakan susu beku yang diserut sangat halus sehingga menghasilkan tekstur lembut menyerupai salju.

Salah satu jenis paling terkenal adalah patbingsu, yakni es serut yang disajikan bersama kacang merah manis.

Seiring perkembangannya, bingsu hadir dengan tambahan mangga, stroberi, matcha, cokelat, hingga potongan cheesecake.

Kerajaan Joseon

Melansir situs resmi pemerintah Korea Selatan pada 4 September 2020, cikal bakal bingsu telah dikenal sejak Dinasti Joseon (1392–1910).

Pada masa itu, es disimpan dalam gudang khusus bernama seobingo atau bingo. Es kemudian diserut dan dicampurkan dengan potongan buah untuk dinikmati saat musim panas.

Menariknya, es kala itu merupakan barang mewah yang hanya dapat dinikmati kalangan tertentu. Setelah produksi es secara massal berkembang pada 1913, sajian dingin ini mulai semakin mudah dijangkau masyarakat.

Dari Makanan Mewah

Popularitas bingsu terus berkembang. Berdasarkan publikasi Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan pada 2019, jumlah pedagang bingsu di Seoul bahkan telah mencapai 570 orang.

Setelah Perang Korea, penggunaan susu kental manis dan sirup cokelat turut memperkaya cita rasa bingsu.

Memasuki era modern, bingsu tidak lagi sekadar es dengan kacang merah. Inovasi bahan dan teknik penyerutan menghasilkan dessert dengan tampilan semakin menarik.

Teksturnya Selembut Salju

Salah satu daya tarik bingsu modern terletak pada teksturnya. Jenis nunkkotbingsu atau snowflake bingsu menggunakan bahan dasar susu yang dibekukan, kemudian diserut hingga menghasilkan serpihan sangat tipis.

Seiring berkembangnya waktu, terdapat berbagai varian rasa bingsu dengan toping nikmat. Misalnya patbingsu, varian klasik dengan kacang merah manis, susu, dan potongan kue beras. Ada juga mango bingsu, Injeolmi Bingsu (kedelai panggang), stroberi, hingga matcha.

Bingsu memiliki tempat tersendiri dalam kebiasaan masyarakat Korea, terutama ketika musim panas tiba.

Hidangan ini juga sering disajikan dalam porsi besar untuk dinikmati bersama teman atau keluarga. Kehadirannya bukan hanya menawarkan kesegaran, melainkan menjadi bagian dari kebiasaan berkumpul dan menikmati waktu bersama.

Iklan