Apa Itu Bingsu?
Bingsu (빙수) merupakan hidangan penutup khas Korea yang berbahan dasar es serut. Berbeda dari es serut biasa yang cenderung memiliki tekstur kasar, bingsu modern sering dibuat menggunakan susu beku yang diserut sangat halus sehingga menghasilkan tekstur lembut menyerupai salju.
Salah satu jenis paling terkenal adalah patbingsu, yakni es serut yang disajikan bersama kacang merah manis.
Seiring perkembangannya, bingsu hadir dengan tambahan mangga, stroberi, matcha, cokelat, hingga potongan cheesecake.
Kerajaan Joseon
Melansir situs resmi pemerintah Korea Selatan pada 4 September 2020, cikal bakal bingsu telah dikenal sejak Dinasti Joseon (1392–1910).
Pada masa itu, es disimpan dalam gudang khusus bernama seobingo atau bingo. Es kemudian diserut dan dicampurkan dengan potongan buah untuk dinikmati saat musim panas.
Menariknya, es kala itu merupakan barang mewah yang hanya dapat dinikmati kalangan tertentu. Setelah produksi es secara massal berkembang pada 1913, sajian dingin ini mulai semakin mudah dijangkau masyarakat.
Dari Makanan Mewah
Popularitas bingsu terus berkembang. Berdasarkan publikasi Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan pada 2019, jumlah pedagang bingsu di Seoul bahkan telah mencapai 570 orang.
Setelah Perang Korea, penggunaan susu kental manis dan sirup cokelat turut memperkaya cita rasa bingsu.
Memasuki era modern, bingsu tidak lagi sekadar es dengan kacang merah. Inovasi bahan dan teknik penyerutan menghasilkan dessert dengan tampilan semakin menarik.
Teksturnya Selembut Salju
Salah satu daya tarik bingsu modern terletak pada teksturnya. Jenis nunkkotbingsu atau snowflake bingsu menggunakan bahan dasar susu yang dibekukan, kemudian diserut hingga menghasilkan serpihan sangat tipis.
Seiring berkembangnya waktu, terdapat berbagai varian rasa bingsu dengan toping nikmat. Misalnya patbingsu, varian klasik dengan kacang merah manis, susu, dan potongan kue beras. Ada juga mango bingsu, Injeolmi Bingsu (kedelai panggang), stroberi, hingga matcha.
Bingsu memiliki tempat tersendiri dalam kebiasaan masyarakat Korea, terutama ketika musim panas tiba.
Hidangan ini juga sering disajikan dalam porsi besar untuk dinikmati bersama teman atau keluarga. Kehadirannya bukan hanya menawarkan kesegaran, melainkan menjadi bagian dari kebiasaan berkumpul dan menikmati waktu bersama.