Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Bukan Labu Oranye! Ini Kisah Tak Terduga di Balik Ikon Halloween yang Mendunia

Hiasan yang dikenal sebagai Jack-o’-lantern ini bahkan sudah menjadi salah satu simbol Halloween yang paling mudah dikenali.

Labu halloween.
Labu halloween (Foto: Unsplash/David Menidrey)

Setiap menjelang Halloween pada 31 Oktober, labu oranye dengan ukiran wajah menyeramkan biasanya mulai menghiasi rumah, pusat perbelanjaan, hingga berbagai tempat wisata.

Hiasan yang dikenal sebagai Jack-o’-lantern ini bahkan sudah menjadi salah satu simbol Halloween yang paling mudah dikenali.

Namun, tahukah kamu kalau tradisi membuat lentera berwajah menyeramkan ini awalnya tidak menggunakan labu? Sebelum populer di Amerika Serikat, masyarakat Irlandia justru menggunakan lobak untuk membuat lentera tersebut.

Iklan

Perubahan dari lobak menjadi labu ternyata berkaitan dengan legenda rakyat Irlandia, tradisi kuno Eropa, dan gelombang imigrasi ke Amerika Utara. Lantas, bagaimana kisah di balik dekorasi ikonik Halloween ini?

Berawal dari Legenda

Dilansir dari laman Carnegie Museum of Natural History, sejarah Jack-o’-lantern berkaitan dengan cerita rakyat Irlandia tentang Stingy Jack, seorang pria licik yang dikisahkan beberapa kali berhasil menipu iblis.

Menurut legenda, setelah meninggal dunia, Jack tidak diterima di surga. Sementara itu, iblis juga menolak menerima jiwanya di neraka karena janji yang pernah dibuat sebelumnya.

Jack akhirnya dikutuk untuk mengembara dalam kegelapan dengan membawa bara api sebagai penerang. Ia kemudian meletakkan bara tersebut di dalam lobak yang telah dilubangi untuk dijadikan lentera.

Dari kisah inilah muncul sebutan Jack of the Lantern, yang kemudian berkembang menjadi Jack-o’-lantern.

Meski populer dan sering dikaitkan dengan asal-usul tradisi ini, kisah Stingy Jack merupakan folklor atau cerita rakyat, bukan catatan sejarah yang membuktikan peristiwa tersebut benar-benar terjadi.

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Merasa Sehat karena Tubuh Langsing? Awas, Kolesterol Jahat Bisa Tinggi Tanpa Gejala!

Awalnya Menggunakan Lobak

Tradisi mengukir sayuran menjadi lentera juga kerap dikaitkan dengan Samhain, festival masyarakat Celtic di Eropa yang menandai berakhirnya musim panen dan dimulainya musim dingin.

Dalam kepercayaan masyarakat saat itu, masa peralihan musim tersebut dikaitkan dengan keyakinan bahwa batas antara dunia manusia dan dunia roh menjadi lebih tipis.

Dalam tradisi rakyat Irlandia dan Skotlandia, masyarakat menggunakan lobak serta sayuran akar lainnya untuk membuat lentera.

Bagian dalam sayuran dikeruk, lalu permukaannya diukir hingga membentuk wajah menyeramkan.

Lentera tersebut dipercaya dapat membantu menangkal atau menakut-nakuti roh yang diyakini berkeliaran pada malam perayaan.

Tradisi inilah yang menjadi salah satu bagian dari sejarah panjang lentera Halloween sebelum labu mengambil alih popularitasnya.

Berubah Menjadi Labu

Lantas, bagaimana lobak bisa tergantikan oleh labu? Perubahan ini berkaitan dengan kedatangan imigran Irlandia ke Amerika Utara, terutama pada abad ke-19.

Mereka membawa serta tradisi Halloween dari tanah asalnya, termasuk kebiasaan membuat lentera dari sayuran.

Di Amerika Utara, labu lebih mudah ditemukan dan lebih praktis digunakan untuk membuat lentera.

Ukurannya relatif besar, bagian dalamnya mudah dikeruk, dan kulitnya cukup luas untuk diukir menjadi berbagai bentuk wajah.

Labu pun perlahan menggantikan lobak sebagai bahan utama Jack-o’-lantern. Bentuknya yang khas kemudian semakin melekat dengan perayaan Halloween di Amerika Serikat.

Clemson University melalui publikasi The Origins of the Jack O’Lantern (2023) menjelaskan bahwa ketersediaan labu di Amerika menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan tradisi tersebut.

Bukti Sejarah Lentera

Tradisi membuat lentera dari sayuran bukan hanya dikenal melalui cerita rakyat. Ada pula bukti fisik yang mendokumentasikan praktik tersebut di Irlandia.

National Museum of Ireland menyimpan cetakan replika lentera lobak dari Donegal yang berasal dari sekitar awal abad ke-20.

Lentera aslinya disumbangkan oleh seorang guru pada 1943, sehingga menjadi salah satu bukti material tradisi mengukir sayuran di Irlandia.

Bukti tersebut memperlihatkan bahwa penggunaan lobak sebagai lentera memang pernah menjadi bagian dari tradisi setempat. Praktik ini berbeda dari kebiasaan modern yang lebih identik dengan labu berukir.

Seiring perkembangan zaman, Jack-o’-lantern tidak lagi sekadar dikaitkan dengan kepercayaan untuk mengusir roh.

Kini, labu berukir menjadi dekorasi khas Halloween, aktivitas kreatif bersama keluarga, hingga bagian dari industri musiman yang meramaikan perayaan setiap Oktober.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis, penulis, dan peneliti asal Indonesia lulusan Universitas Esa Unggul.

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar