Pernah mengalami menstruasi yang begitu deras sampai harus berkali-kali mengganti pembalut dalam waktu singkat? Kondisi ini mungkin dianggap biasa, terutama pada hari pertama atau kedua haid.
Padahal, darah menstruasi yang keluar terlalu banyak bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diperhatikan.
Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal sebagai heavy menstrual bleeding (HMB) atau menoragia.
Iklan
Selain bikin tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari, perdarahan menstruasi berlebihan juga dapat menyebabkan anemia akibat kekurangan zat besi.
Masalah ini ternyata cukup banyak dialami perempuan. Data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang diterbitkan pada 15 Mei 2024 menyebutkan bahwa lebih dari 10 juta perempuan di Amerika Serikat mengalami perdarahan menstruasi berlebihan setiap tahunnya, atau sekitar satu dari lima perempuan.
Lantas, bagaimana cara membedakan menstruasi yang masih tergolong normal dengan perdarahan berlebihan? Apa saja penyebab dan langkah penanganannya?
Menstruasi Berlebihan
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), salah satu tanda perdarahan menstruasi berlebihan adalah haid yang berlangsung lebih dari tujuh hari atau darah yang keluar dalam jumlah sangat banyak.
Kondisi ini dapat ditandai dengan pembalut yang cepat penuh hingga harus diganti setiap satu atau dua jam, keluarnya gumpalan darah berukuran besar, serta keluhan seperti tubuh terasa lemas atau sesak napas.
Perdarahan yang membuat seseorang kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja atau bersekolah, juga perlu mendapat perhatian meskipun durasi menstruasinya masih tergolong normal.
Jika perdarahan sampai membasahi satu pembalut penuh setiap jam selama beberapa jam berturut-turut, sebaiknya segera mencari pertolongan medis.
Terlebih jika disertai pusing berat, hampir pingsan, sesak napas, atau jantung berdebar.
Penyebab Perdarahan Hebat
Darah menstruasi yang keluar secara berlebihan tidak selalu disebabkan oleh perubahan hormon. Ada sejumlah kondisi medis yang juga dapat memicunya.
Beberapa penyebab yang perlu diketahui antara lain:
Miom atau polip rahim. Pertumbuhan jaringan tertentu di dalam atau sekitar rahim dapat menyebabkan perdarahan menstruasi lebih banyak.
Adenomiosis. Kondisi ketika jaringan yang menyerupai lapisan dalam rahim tumbuh ke dalam otot rahim sehingga dapat memicu perdarahan hebat dan nyeri haid.
Gangguan keseimbangan hormon. Gangguan ovulasi, termasuk yang berkaitan dengan polycystic ovary syndrome (PCOS), dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur atau perdarahan berlebihan.
Gangguan pembekuan darah. Kondisi tertentu yang memengaruhi proses pembekuan darah dapat membuat perdarahan lebih sulit berhenti.
Penggunaan obat atau alat kontrasepsi tertentu. Obat pengencer darah dan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) berbahan tembaga dapat meningkatkan jumlah perdarahan menstruasi pada sebagian orang.
Kelainan pada lapisan rahim. Dalam beberapa kasus, perdarahan berlebihan dapat berkaitan dengan kelainan pada endometrium, termasuk kanker endometrium.
Karena penyebabnya beragam, menstruasi yang tiba-tiba jauh lebih deras dibandingkan siklus sebelumnya sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.
Cara Penanganan Awal
Ketika mengalami perdarahan menstruasi berlebihan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sambil mencari pertolongan medis.
Pantau penggunaan pembalut. Perhatikan seberapa sering pembalut harus diganti dan seberapa cepat kondisinya menjadi penuh.
Catat pola perdarahan. Tuliskan berapa lama menstruasi berlangsung, apakah terdapat gumpalan darah berukuran besar, serta keluhan lain yang menyertain