Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Rektor UIII Jamhari Makruf Raih Penghargaan Bergengsi dari Jepang, Ini Kontribusinya untuk Pendidikan Indonesia!

Rektor UIII, Prof. Jamhari Makruf, menerima penghargaan dari Pemerintah Jepang atas kontribusinya dalam kerja sama pendidikan, termasuk program kunjungan pemimpin pesantren ke Jepang.

1000158743

Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Prof. Jamhari Makruf mendapat penghargaan The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon dari Pemerintah Jepang atas kontribusinya memperkuat pertukaran akademik dan saling pengertian antara Indonesia dan Jepang. Penghargaan tersebut diumumkan Pemerintah Jepang pada 29 April 2026.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi menyebut Jamhari berperan penting dalam merintis dan menjalankan program kunjungan pemimpin pondok pesantren Indonesia ke Jepang yang berlangsung sejak 2004.

Prof. Jamhari telah memberikan kontribusi luar biasa dalam pembukaan Program Undangan bagi Pemimpin Pesantren di Indonesia yang terus dilaksanakan oleh Jepang dari tahun 2004 hingga 2024,”

ujar Ueno di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.

Program tersebut memberi kesempatan kepada pemimpin pesantren dan guru Indonesia untuk mempelajari sistem pendidikan Jepang serta perkembangan sosial di negara itu.

Iklan

Menurut keterangan Pemerintah Jepang, program kunjungan pemimpin pondok pesantren tersebut menjadi salah satu upaya memperdalam pemahaman antara masyarakat Jepang dan komunitas Muslim di Indonesia.

Ueno menyebut, hingga 2024 sebanyak 194 pemimpin pesantren dan guru telah mengunjungi Jepang melalui program tersebut.

Setelah kembali ke Indonesia, mereka diharapkan dapat membagikan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh kepada pelajar serta masyarakat di lingkungan masing-masing.

Selain berkontribusi pada pertukaran pendidikan, Jamhari juga terlibat dalam proyek Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk mengembangkan Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada periode 2005–2014.

Proyek tersebut mencakup dukungan bagi pengembangan fasilitas pendidikan kedokteran dan pelatihan tenaga pengajar.

Namun, rincian kontribusi Jamhari dalam proyek JICA tersebut masih perlu dicocokkan dengan dokumentasi resmi proyek atau keterangan kedua institusi.

Terinspirasi Transformasi Pendidikan Jepang

Dalam sambutannya, Jamhari mengatakan hubungannya dengan Jepang bermula pada 2004, ketika Japan Foundation memilihnya sebagai salah satu pemimpin dari negara-negara ASEAN untuk menerima beasiswa kunjungan ke Jepang.

Selama saya tinggal di Jepang, saya melihat bagaimana Jepang maju dalam masyarakat tanpa kehilangan budaya dan identitas tradisionalnya. Saya berpikir akan baik jika para pemimpin pendidikan Islam melihat dan mempelajari transformasi Jepang tersebut,”

kata Jamhari.

Pengalaman itu mendorongnya mengusulkan kerja sama yang memungkinkan para pemimpin pesantren Indonesia mempelajari sistem pendidikan Jepang.

Ia juga melihat peluang untuk mengembangkan kerja sama pendidikan tinggi, termasuk pendidikan kedokteran di perguruan tinggi Islam.

Jamhari berharap dukungan Pemerintah Jepang terhadap berbagai program pendidikan tersebut dapat terus berlanjut.

“Jadi, pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Jepang atas dukungan terhadap program-program penting tersebut dan saya berharap dukungan ini akan terus berlanjut selamanya,” ujarnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Contributor

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar