Cuaca panas bukan cuma bikin tubuh berkeringat dan terasa gerah. Jika terlalu lama terpapar suhu tinggi, apalagi sambil melakukan aktivitas fisik, tubuh juga bisa mengalami heat exhaustion atau kelelahan akibat panas.
Kondisi ini terjadi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan dan garam, terutama melalui keringat.
Meski terkadang terasa seperti kelelahan biasa, heat exhaustion nggak boleh disepelekan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memburuk.
Iklan
Bahkan, paparan panas juga dapat menyebabkan heatstroke atau sengatan panas, kondisi serius yang membutuhkan pertolongan medis darurat.
Heat Exhaustion
Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada 3 Maret 2026, heat exhaustion merupakan salah satu gangguan kesehatan yang dapat terjadi akibat paparan panas berlebihan.
Kondisi ini muncul ketika tubuh kehilangan terlalu banyak air dan garam, biasanya karena berkeringat secara berlebihan.
Saat berada di lingkungan panas, tubuh mengeluarkan keringat untuk membantu menurunkan suhu.
Namun, jika cairan yang hilang tidak digantikan dengan cukup, tubuh bisa mengalami dehidrasi dan kesulitan mempertahankan fungsi normalnya.
Risiko ini lebih tinggi pada orang yang bekerja atau beraktivitas di luar ruangan, berolahraga saat cuaca terik, maupun berada di lingkungan panas dalam waktu lama.
Ada beberapa gejala heat exhaustion yang perlu diwaspadai, di antaranya:
Tubuh terasa lemas dan mudah lelah.
Berkeringat secara berlebihan.
Pusing atau sakit kepala.
Mual hingga muntah.
Kulit terasa dingin, pucat, dan lembap.
Denyut nadi menjadi cepat.
Kram otot.
Rasa haus berlebihan.
Produksi urine berkurang.
Gejala tersebut bisa muncul setelah seseorang terlalu lama terpapar panas, terutama ketika asupan cairan tidak mencukupi.
Jika mulai merasakan tanda-tanda ini, segera hentikan aktivitas dan pindah ke tempat yang lebih sejuk.
Penting juga untuk mengenali tanda bahaya heatstroke, seperti kebingungan, kejang, atau kehilangan kesadaran. Kondisi tersebut merupakan keadaan darurat medis dan membutuhkan pertolongan segera.
Ancaman Kesehatan Global
Dampak cuaca panas terhadap kesehatan bukan persoalan sepele. Mengutip Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) dalam lembar fakta yang diperbarui pada 31 Juli 2026, penelitian memperkirakan sekitar 489.000 kematian terkait panas terjadi setiap tahun di seluruh dunia selama periode 2000–2019.
Sekitar 45 persen dari perkiraan kematian tersebut terjadi di Asia, sedangkan 36 persen lainnya terjadi di Eropa.
Angka ini mencakup berbagai dampak kesehatan akibat panas, bukan hanya kasus heat exhaustion.
WHO juga menjelaskan bahwa paparan panas berlebihan dapat memperburuk kondisi kesehatan, termasuk penyakit kardiovaskular dan gangguan ginjal.
Saat suhu lingkungan meningkat, tubuh harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu normalnya.
Mencegah Tubuh Kelelahan
Pencegahan heat exhaustion bisa dimulai dari kebiasaan sederhana. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi, kenakan pakaian yang ringan dan longgar, serta kurangi aktivitas fisik berat saat cuaca sangat panas.
Jika harus beraktivitas di luar ruangan, usahakan beristirahat di tempat teduh atau sejuk secara berkala.
Jika gejala heat exhaustion mulai terasa, lakukan langkah-langkah berikut:
Segera hentikan aktivitas. Pindah ke tempat yang lebih sejuk atau ber-AC.
Longgarkan pakaian. Lepaskan lapisan pakaian yang tidak diperlukan agar tubuh lebih mudah melepaskan panas.
Dinginkan tubuh. Gunakan kain basah dan dingin untuk mengompres kulit.
Minum air sejuk sedikit demi sedikit. Lakukan jika orang tersebut sadar penuh dan mampu menelan dengan aman.
Jangan biarkan orang tersebut sendirian. Pantau kondisinya dan cari pertolongan medis, terutama jika gejala memburuk, muntah, atau tidak membaik dalam satu jam.
Jika muncul tanda-tanda heatstroke, seperti kebingungan, kejang, atau kehilangan kesadaran, segera hubungi layanan gawat darurat. Jangan memberikan minuman kepada orang yang mengalami gangguan kesadaran.
WHO juga menganjurkan masyarakat untuk mencari tempat teduh, menjaga lingkungan tetap sejuk, dan minum air secara teratur tanpa harus menunggu rasa haus muncul.
Dengan mengenali gejalanya sejak awal dan mengambil langkah yang tepat, risiko gangguan kesehatan akibat panas dapat dikurangi.
Jadi, saat cuaca terik, jangan abaikan sinyal tubuh ketika mulai merasa lemas, pusing, atau mual.