Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Jangan Asal Pilih Baju saat Cuaca Terik! Ternyata 5 Bahan Ini Lebih Nyaman Dipakai saat Panas

Bahan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kenyamanan pakaian saat cuaca panas. Model, ketebalan, warna, dan jumlah lapisan juga perlu.

Baju anak.
Baju anak (Foto: Unsplash/Nils Schirmer)

Cuaca panas sering bikin tubuh cepat berkeringat, apalagi saat harus beraktivitas di luar ruangan. Selain memilih model pakaian yang nyaman, bahan baju juga berpengaruh terhadap kemampuan tubuh melepaskan panas dan mengelola kelembapan.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyarankan penggunaan pakaian yang ringan, longgar, dan berwarna terang saat menghadapi suhu tinggi.

Karakteristik tersebut dapat membantu tubuh melepaskan panas dan mendukung penguapan keringat.

Iklan

Karena itu, memilih bahan pakaian yang tepat bisa membantu aktivitas sehari-hari terasa lebih nyaman meskipun cuaca sedang terik. Berikut lima bahan baju yang bisa dipertimbangkan.

Katun

Katun menjadi salah satu pilihan populer untuk pakaian sehari-hari, terutama di negara beriklim tropis. Serat alami dari tanaman kapas ini terasa lembut di kulit dan mampu menyerap kelembapan.

Kain katun yang tipis dan memiliki tenunan tidak terlalu rapat dapat membantu sirkulasi udara di sekitar tubuh. Karakteristik ini membuatnya cocok digunakan untuk kaus, kemeja, maupun pakaian santai.

Namun, katun juga memiliki kekurangan. Ketika sudah menyerap banyak keringat, kain ini cenderung lebih lama mengering dibandingkan beberapa bahan sintetis yang dirancang untuk mengelola kelembapan.

Linen

Linen dikenal sebagai bahan pakaian yang ringan dan sering dipilih untuk menghadapi cuaca panas.

Kain ini berasal dari serat tanaman flax dan tersedia dalam berbagai jenis tenunan yang memungkinkan sirkulasi udara cukup baik.

Karakteristiknya membuat linen cocok digunakan untuk kemeja, celana longgar, hingga tunik. Bahannya juga dapat membantu menyerap kelembapan sehingga nyaman dipakai dalam aktivitas sehari-hari.

Meski begitu, linen relatif mudah kusut. Jika ingin tampil rapi sepanjang hari, bahan ini mungkin membutuhkan perhatian lebih saat penyimpanan dan perawatan.

Rayon atau Viscose

Rayon merupakan bahan tekstil berbasis selulosa yang telah melalui proses pengolahan. Kain ini umumnya memiliki tekstur lembut, terasa ringan, dan jatuh mengikuti bentuk tubuh.

Rayon dengan konstruksi kain yang ringan dapat menjadi alternatif untuk pakaian saat cuaca panas. Bahan ini banyak digunakan pada blus, rok, daster, hingga pakaian santai karena memberikan tampilan yang tidak terlalu kaku.

Namun, karakteristik rayon dapat berbeda-beda bergantung pada jenis serat dan konstruksi kainnya.

Beberapa jenis juga rentan menyusut atau berubah bentuk jika dicuci dengan cara yang kurang tepat. Karena itu, perhatikan petunjuk perawatan pada label pakaian.

Chambray

Sekilas, chambray memiliki tampilan yang menyerupai denim. Namun, kain chambray umumnya menggunakan konstruksi tenunan polos dan tersedia dalam pilihan bahan yang lebih ringan dibandingkan denim tebal.

Chambray berbahan katun tipis bisa menjadi alternatif bagi orang yang menyukai tampilan denim, tetapi ingin menggunakan pakaian yang terasa lebih ringan saat cuaca panas.

Kain ini cocok untuk kemeja kasual, blus, maupun pakaian kerja karena memberikan kesan rapi tanpa harus menggunakan bahan yang terlalu berat.

Meski demikian, tingkat kenyamanannya tetap bergantung pada ketebalan dan kerapatan tenunan.

Polyester

Bahan sintetis seperti polyester tidak selalu harus dihindari saat cuaca panas. Jenis polyester yang dirancang khusus untuk pakaian olahraga dapat membantu memindahkan keringat dari permukaan kulit ke bagian luar kain agar lebih mudah menguap.

Penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of The Textile Institute membahas kemampuan pengelolaan kelembapan pada berbagai konstruksi kain, termasuk kombinasi polyester dan katun.

Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan kain dalam memindahkan kelembapan dipengaruhi oleh susunan serat dan struktur bahan.

Karena itu, polyester dengan teknologi moisture-wicking dapat menjadi pilihan untuk olahraga atau aktivitas yang menghasilkan banyak keringat.

Namun, kemampuan tersebut tidak berlaku pada semua jenis polyester. Kain sintetis yang tebal atau kurang memiliki sirkulasi udara justru dapat terasa gerah.

Perhatikan Model dan Warna

Bahan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kenyamanan pakaian saat cuaca panas. Model, ketebalan, warna, dan jumlah lapisan juga perlu diperhatikan.

Pakaian yang terlalu ketat dapat membatasi aliran udara di sekitar kulit. Sementara itu, kain yang terlalu tebal atau terdiri dari banyak lapisan berpotensi membuat panas tubuh lebih sulit dilepaskan.

Untuk aktivitas sehari-hari, katun tipis, linen, dan rayon ringan bisa menjadi pilihan. Sementara itu, pakaian olahraga berbahan moisture-wicking lebih sesuai untuk aktivitas fisik yang menghasilkan banyak keringat.

Pada akhirnya, tidak ada satu bahan yang selalu paling nyaman untuk semua orang dan semua kondisi.

Dengan mempertimbangkan jenis aktivitas, ketebalan kain, serta model pakaian, kamu bisa memilih busana yang lebih nyaman meskipun harus beraktivitas di tengah cuaca panas.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis, penulis, dan peneliti asal Indonesia lulusan Universitas Esa Unggul.

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar