Pernah melihat tren minum air garam setiap pagi yang ramai dibicarakan di media sosial? Campuran air putih dan sedikit garam ini diklaim punya beragam manfaat, mulai dari membantu hidrasi, melancarkan pencernaan, hingga membersihkan racun dari tubuh.
Kebiasaan yang dikenal sebagai salt water morning routine ini membuat sebagian orang penasaran dan ingin mencobanya. Namun, apakah tubuh memang membutuhkan tambahan garam setelah bangun tidur?
Faktanya, garam mengandung natrium yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi penting.
Iklan
Meski begitu, mengonsumsinya secara rutin dalam bentuk minuman belum tentu memberikan manfaat tambahan, terutama jika kebutuhan natrium sudah terpenuhi melalui makanan sehari-hari.
Manfaat Air Garam
Melansir laman Halodoc pada 16 Maret 2026, natrium merupakan salah satu elektrolit yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan, mendukung fungsi saraf, serta membantu kerja otot.
Peran tersebut menjadi salah satu alasan air garam kerap dikaitkan dengan peningkatan hidrasi.
Namun, kebutuhan elektrolit setiap orang berbeda-beda, bergantung pada aktivitas fisik, kondisi kesehatan, serta jumlah cairan dan elektrolit yang hilang melalui keringat.
Bagi orang sehat dengan aktivitas harian biasa, minum air putih umumnya sudah cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan setelah bangun tidur.
Tambahan garam biasanya tidak diperlukan jika tidak ada kondisi khusus yang meningkatkan kebutuhan elektrolit.
Benarkah Membersihkan Racun?
Salah satu klaim yang cukup populer adalah minum air garam saat perut kosong dapat membantu proses detoksifikasi.
Sayangnya, belum ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan bahwa kebiasaan ini mampu membersihkan racun dari tubuh.
Pada dasarnya, tubuh memiliki sistem untuk mengolah dan membuang zat sisa melalui organ seperti hati dan ginjal.
Menambahkan garam ke dalam air minum tidak otomatis membuat kedua organ tersebut bekerja lebih efektif.
Begitu pula dengan klaim bahwa air garam dapat membersihkan usus. Efek buang air besar setelah mengonsumsi larutan garam pekat bukan berarti racun dalam tubuh berhasil dikeluarkan.
Konsumsi larutan yang terlalu pekat justru berisiko mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit.
Terlalu Sering Justru Berisiko
Alih-alih memberikan manfaat tambahan, kebiasaan minum air garam tanpa kebutuhan khusus justru dapat meningkatkan asupan natrium harian.
Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada 11 Mei 2026, rata-rata konsumsi natrium orang dewasa secara global mencapai 4.278 miligram per hari pada 2021.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 11 gram garam, atau lebih dari dua kali lipat batas konsumsi yang dianjurkan.
WHO merekomendasikan konsumsi garam kurang dari 5 gram sehari untuk orang dewasa. Batas ini mencakup seluruh garam yang dikonsumsi, baik dari makanan, bumbu, camilan, maupun minuman.
Menambahkan garam ke dalam air minum setiap pagi tanpa kebutuhan medis tertentu dapat membuat asupan natrium semakin tinggi.
Hal ini perlu menjadi perhatian, terutama bagi orang yang memiliki tekanan darah tinggi atau penyakit ginjal.
Jadi, Perlukah?
Bagi orang sehat, tidak ada keharusan mengawali hari dengan segelas air garam. Minum air putih setelah bangun tidur sudah menjadi pilihan sederhana untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh setelah tidur semalaman, tanpa menambah asupan natrium.
Jika ingin menjaga keseimbangan elektrolit, utamakan pola makan bergizi dan konsumsi cairan sesuai kebutuhan.
Pada kondisi tertentu, seperti aktivitas fisik berat dalam waktu lama atau kehilangan banyak cairan, kebutuhan elektrolit mungkin meningkat dan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Air garam bukan minuman ajaib yang wajib dikonsumsi setiap pagi. Natrium memang dibutuhkan tubuh, tetapi bukan berarti semakin banyak dikonsumsi akan semakin menyehatkan.