Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

BGN Ungkap Alasan Uang SPPG Mandek di Rekening Virtual, Pengelola Dapur MBG Wajib Waspada!

Jubir BGN Tysa Novenny mengungkap tiga penyebab dana operasional SPPG tak cair, mulai dari laporan harian, ketidaksesuaian data penerima MBG, hingga penggunaan anggaran.

Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bogor, Bogor Barat Pasir Kuda 01, Jawa Barat
Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bogor, Bogor Barat Pasir Kuda 01, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz)

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap tiga faktor yang menyebabkan dana operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak cair ke rekening virtual (virtual account).

Juru Bicara BGN Tysa Novenny menyebut penyebabnya meliputi tidak adanya laporan penggunaan dana harian, ketidaksesuaian data penerima manfaat, dan penggunaan anggaran yang tidak disiplin.

Yang pertama, karena SPPG yang bersangkutan tidak melakukan pelaporan penggunaan dana harian dalam SIPGN atau Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional sebagai bentuk pertanggungjawaban keuangan,”

kata Tysa, dikutip dari laman BGN, Selasa, 27 Oktober 2026.

Tysa menjelaskan, pelaporan penggunaan dana harian melalui Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) merupakan kewajiban setiap SPPG.

Iklan

Laporan tersebut menjadi bagian dari pertanggungjawaban keuangan agar penggunaan anggaran dapat dipantau dan dipastikan sesuai ketentuan.

Penyebab kedua adalah ketidaksesuaian data penerima manfaat yang dilayani SPPG dengan data yang telah ditetapkan dalam Surat Penetapan Sementara Penerima Manfaat 2 (SPS-2).

Kemudian yang kedua, SPPG yang bersangkutan melayani penerima manfaat MBG yang tidak sesuai dengan data SPS-2, yaitu data Surat Penetapan Sementara Penerima Manfaat 2,”

ucapnya.

Menurut Tysa, kesesuaian data penerima manfaat diperlukan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tepat sasaran dan penggunaan anggaran sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

Faktor ketiga, lanjut Tysa, adalah penggunaan anggaran yang tidak disiplin sehingga dana operasional habis sebelum kebutuhan pelayanan terpenuhi.

Atau bisa saja SPPG yang bersangkutan itu juga mengalami kehabisan dana karena tidak disiplin dalam penggunaan dana sebagaimana yang telah ditetapkan dan diperhitungkan sebelumnya,”

ungkapnya.

BGN menyampaikan penjelasan tersebut menyusul adanya sejumlah SPPG yang melaporkan belum dapat melayani penerima manfaat MBG karena dana operasional belum tersedia di rekening virtual mereka.

Namun, dalam keterangan yang dirujuk, BGN belum merinci jumlah SPPG yang mengalami kendala pencairan, jumlah penerima manfaat yang terdampak, maupun cakupan gangguan layanan MBG akibat persoalan tersebut.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar