Pendidikan mentalnya, moralnya, akhlaknya tidak ditekankan, baik itu informal dalam keluarga maupun formal di sekolah,”
kata Kak Seto dikutip dari Instagram @kaksetosahabatanak, Rabu, 27 Oktober 2026.
Menurutnya, pendidikan anak tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan logika. Penanaman nilai moral, empati, etika, dan persahabatan juga perlu mendapat perhatian agar anak tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan.
Kak Seto juga menilai kurangnya perhatian keluarga dan paparan kekerasan dapat memengaruhi perilaku anak dan meminta agar orang tua bisa memberikan pengawasan yang konsisten.
Selain peran keluarga dan sekolah, Seto mengusulkan pembentukan Seksi Perlindungan Anak atau SPARTA di setiap rukun tetangga (RT).
Ia menilai langkah tersebut dapat memperkuat kepedulian warga terhadap keselamatan anak di lingkungan tempat tinggal.
Anak-anak memang seharusnya merupakan tanggung jawab orang tua. Tetapi lebih dari itu, melindungi anak perlu orang sekampung,”
ujarnya.
Usulan tersebut diharapkan mendorong masyarakat saling peduli dan mengawasi, sehingga potensi perundungan maupun kekerasan terhadap anak dapat diketahui dan dicegah lebih dini.