Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

RS Harapan Kita Akan Resmikan Gedung Baru, Kapasitas Layanan Naik Dua Lipat

RS Harapan Kita menargetkan gedung hibah Tokushukai diresmikan November 2026. Kapasitas rumah sakit akan meningkat dari 400 menjadi 800 tempat tidur.

Direktur Utama RSJPDHK Iwan Dakota
Direktur Utama RSJPDHK Iwan Dakota (Foto: OWRITE/Ani Ratnasari)

RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) menargetkan gedung baru hasil hibah Tokushukai rampung dalam waktu dekat dan diresmikan Presiden pada akhir November 2026.

Kehadiran gedung tersebut akan meningkatkan kapasitas rumah sakit dari sekitar 400 menjadi 800 tempat tidur.

Direktur Utama RSJPDHK Iwan Dakota mengatakan pembangunan gedung yang berada di bagian depan kompleks rumah sakit itu semula ditargetkan selesai pada akhir Oktober 2026. Namun, penyelesaiannya diperkirakan mundur satu hingga dua minggu.

Iklan

Gedung depan itu namanya Gedung Tokushukai Harapan Kita, yang merupakan hibah murni dari Tokushukai. Sebenarnya harusnya selesai pada akhir Oktober ini, mungkin akan mundur satu sampai dua minggu,”

kata Iwan di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.

Iwan menyebut peresmian gedung tersebut direncanakan berlangsung pada 26 November 2026, dan akan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo.

800 Tempat Tidur

Dengan penambahan fasilitas tersebut, kapasitas RSJPDHK diproyeksikan meningkat dari sekitar 400 menjadi 800 tempat tidur.

Penambahan kapasitas ini diharapkan dapat mendukung pelayanan bagi lebih banyak pasien jantung dan pembuluh darah.

Gedung baru tersebut juga akan dilengkapi empat ruang operasi dan tiga laboratorium kateterisasi atau catheterization laboratory (cath lab).

Selain itu, rumah sakit akan menyediakan berbagai peralatan medis canggih, termasuk teknologi pemindaian tiga dimensi dan operasi dengan bantuan robot.

Menurut Iwan, gedung baru itu terutama akan diperuntukkan bagi pasien private atau non-BPJS. Sementara itu, gedung di bagian belakang akan didedikasikan untuk pasien BPJS, yang selama ini menjadi mayoritas pasien rumah sakit.

Meski demikian, layanan kegawatdaruratan masih akan terintegrasi dengan gedung rumah sakit yang saat ini beroperasi

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.